
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SWOOSHH...
BOOM...
Hiro mengeluarkan serangan pertamanya dengan sangat cepat menggunakan tangannya memukul Palaq hingga terpental sejauh 100 meter.
Para pasukan iblis yang melihat Palaq terpental sejauh itu hanya karena sebuah pukulan saja terkejut membelalakkan matanya tidak percaya.
Orang yang Hiro buat terpental 100 meter itu Palaq loh! Seorang iblis berpangkat tinggi yang dimana dirinya adalah tangan kirinya raja iblis Memphistopheles. Seberapa kuat sebenarnya Hiro?.
Begitulah pernyataan dan pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepala mereka saat melihat Hiro dapat memukul mundur Palaq.
Namun hal itu tidak membuat terkejut pasukan nya karena menurut mereka hal tersebut wajar, Hiro tuan mereka tentu saja lebih kuat daripada Palaq.
"Ohok-.. sial, berani sekali kau menyerang saat aku lengah!" ucap Palaq sambil memuntahkan seteguk darah.
"Oh? Suruh siapa kau lengah saat perang? Seharusnya kau berterimakasih karena aku hanya memukul mu bukan membunuh mu dengan pedang ku ini" ucap Hiro dengan tenang.
SWOOSHH...
Palaq segera terbang kembali ke hadapan Hiro dan menggertakkan giginya geram melihat sikapnya itu.
"Akan aku habisi kau sehingga dirimu menyesal karena telah menunjukkan ekspresi menyebalkan mu itu di depan diriku!" ucap Palaq.
"Hooo~ memang nya kau bisa? Tadi saja hanya terkena pukulan kecil ku kau sudah terpental sejauh itu" ucap Hiro mengejeknya.
"Sialan!!"
BUGH...
BUGH...
BUGH...
Pukul-pukulan pun terjadi antara Hiro dan Palaq, mereka saling menyerang satu sama lain sebelum memakai senjata masing-masing
KLANG!
TRING...
Kemudian saat Palaq mengeluarkan tombaknya dan mencoba menusukkannya, Hiro berhasil menangkisnya dengan pedangnya karena dirinya telah siap akan serangan tersebut.
SWOSHH...
Palaq menjauhi Hiro dengan maksud agar dirinya yang memakai tombak mendapatkan keuntungan lebih, tetapi sayang sekali Hiro sama sekali tidak mengijinkan nya.
Hiro terus memperkecil jarak di antara mereka yang dimana dirinya lah yang mendapatkan keuntungan dari aspek adu senjata.
"Mau kemana?" ucap Hiro yang sambil terus tanpa henti melayangkan tebasan ke Palaq yang sedang tersudutkan.
"Jangan kau kira bisa dengan mudah membuatku kalah!" ucap Palaq kemudian dengan gila menyerang balik Hiro walaupun serangan tombak seharusnya lemah karena jarak serangnya harus jauh, tetapi ia tidak peduli karena harga dirinya telah diinjak-injak oleh Hiro.
BUGH...
BOOM...
Sekali lagi Palaq terpental sejauh 100 meter karena terkena pukulan Hiro.
"Haishh aku tidak menyangkanya kau akan terkena serangan yang serupa" ucap Hiro sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Cihh!"
Palaq kali ini tidak terbawa emosi, ia memanfaatkan jarak yang kini telah besar antara dirinya dengan Hiro.
Ia pun mengacungkan tombaknya dan mulai merapalkan sihir.
"Black Elemental Burst!!!"
SYUTTT....
SWOSHH...
BOOM...
"Ohok-.. hahaha mampus kau! walaupun kau tidak mati, setidaknya kau mendapatkan luka cukup serius dari serangan ku itu!" ucap Palaq tersenyum puas karena serangannya tepat sasaran.
Siatuasi tersebut membuat area peperangan menjadi sunyi, mereka menghentikan sesaat pertempuran nya karena merasa tertarik untuk menonton duel antara Hiro dan Palaq.
"Cuihh... Ahhh sial, ada tanah yang masuk ke mulut ku"
Sebuah suara terdengar di balik asap debu yang memecahkan keheningan.
Setelah debu itu menghilang, barulah terlihat sosok Hiro yang berdiri tegak sambil memegang sebuah tombak yang menancap di depan nya.
"A-apa?!"
"B-bagaimana mungkin?!" ucap Palaq dan iblis lainnya terkejut melihat Hiro baik-baik saja, bahkan tidak ada goresan pada tubuhnya.
"Apa? Kenapa kalian terkejut begitu, apa kalian kira senjata ini dapat menembus diriku?" ucap Hiro sambil tersenyum sinis.
"Akan aku tunjukkan diriku saat serius" ucapnya kemudian memejamkan matanya.
Tidak lama setelah itu suhu di tempat tersebut berubah drastis menjadi sangat dingin. Bulu kuduk mereka merinding seketika saat menatap Hiro yang sedang menatap tajam ke arah mereka.
SWOSHH...
Auranya tiba-tiba naik meledak sampai ke tahap tertinggi yaitu Bintang Saint tahap akhir. Tidak hanya itu Hiro pun tiba-tiba memakai sebuah zirah emas kehitaman dengan lambang naga di tengah-tengah dada nya.
Perlengkapan perangnya kini telah lengkap terpasang di tubuhnya, sekilas bayangan naga meraung terlihat di belakang Hiro dan hal tersebut membuat seluruh pasukan yang ada disana ketakutan. Entah itu lawan ataupun kawan, tidak ada yang tidak takut saat di tatap oleh Hiro saat ini.
"Kemana sikap angkuh kalian tadi?"
"Kemana kemarahan kalian yang begitu mendalam kepadaku tadi?"
"Tunjukkan kepadaku siapa kawan dan siapa lawan agar mudah bagiku untuk membunuhnya!" ucap Hiro dengan nada dingin.
"Kalian para iblis rendahan berani-beraninya menatap tegak diriku, BERLUTUT DAN BERSUJUD LAH!" ucap Hiro dengan keras dan tegas.
Seluruhnya merasakan tekanan begitu berat pada suara Hiro yang di penuhi aura Bintang Saint tersebut.
Tubuh mereka tiba-tiba bergerak sendiri dan bersujud dengan secara paksa, berbanding terbalik dengan pasukan dunia jiwa. Mereka dapat dengan mudah sujud kepada Hiro, tidak ada penekanan sama sekali sehingga tidak membuat mereka tersiksa akibat tekanan yang di keluarkan aura Hiro yang sangat kuat.
Zaldabaoth, Peldana, Kalam dan Palaq juga tidak terkecuali berlutut dan bersujud secara paksa kepada Hiro, akibat tekanan yang begitu berat pada tubuh mereka.
'Sialan, aku tidak menyangkanya ia benar-benar kuat!' ucap Palaq menggunakan telepati kepada komandan iblis lainnya.
'Sekarang kita harus bagaimana? Salah selangkah saja akan membuat kita mati' ucap Peldana.
'Kita tetap harus mengulur waktu!' ucap Palaq.
'Kalau begitu kita lawan saja, aku tidak masalah mati sekalipun' ucap Zaldabaoth.
'Benar! Aku tidak sudi berlama-lama sujud kepadanya' ucap Kalam.
Sedangkan Diablo, Long Wang, Raphael dan Yue sedang berdiskusi mengenai Hiro yang takut lepas kendali tidak dapat mengontrol aura Dewa miliknya.
'Nyonya, apa tuan benar-benar sadar?' tanya Long Wang kepada Yue.
'Untuk saat ini ia masih dapat mengontrolnya, kita berikan sedikit dorongan agar ia dapat bertahan lama... Alirkan energi Mana kalian masing-masing kepada Hiro, sedikit demi sedikit!' ucap Yue.
'Baik!' ucap mereka kemudian memfokuskan mengirim energi Mana mereka agar dapat menguatkan pondasi Hiro yang tengah bertarung untuk mengontrol aura Dewa miliknya yang sangat ganas.
Hiro yang sedang menatap ke arah para iblis itu pun menoleh ke belakang karena merasakan suatu energi Mana yang masuk ke dalam tubuhnya secara jumlah, lumayan cukup besar tetapi di cicil sedikit demi sedikit.
'Sekarang!'
BOOM...
"Sayang?!"
"Tuan?!!"
***
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.