
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah itu Hiro pergi dari area pertempuran dengan membawa rasa penasaran akan kabar para istrinya.
"Apa kamu sudah melakukan apa yang ku katakan, adik sistem?" tanya Hiro.
{Sudah kak... Sejak dari awal pertarungan kakak dengan Memphistopheles, sistem sudah memasang formasi ilusi}
"Hemmm baguslah karena aku merasakan kehadiran Raphael tadi sesaat sebelum Memphistopheles mati" ucap Hiro.
{Tenang saja kak, semuanya sudah berjalan sesuai apa yang kakak inginkan}
"Hemmm oke kalau begitu, mulai sekarang kita akan berpetualang sendiri lagi... Terlalu bahaya kalau bersama mereka dan juga lebih enak bergerak sendiri sih menurutku"
Sebenarnya Hiro berencana untuk memalsukan kematiannya atau menyebarkan kabar bahwa dirinya menghilang, karena ia harus menyelesaikan misi tentang pemburuan para Dewa jahat.
Kalau kabar dirinya masih hidup maka akan memperlambat pergerakannya dan juga pastinya mereka semua akan bertindak hati-hati, kalau begitu maka penyelidikan nya akan sangat~ membutuhkan banyak waktu. Jadi apabila dirinya di kabarkan menghilang atau mati maka mungkin saja mereka akan bergerak sesuka hati dan memudahkan dirinya untuk memburu mereka semua.
"Sebenarnya aku tidak ingin seperti ini, tetapi terpaksa..." ucap Hiro.
{Aku mengerti kak... Lagipula mereka semua hanya akan menambah beban saja, jadi lebih baik kakak bergerak sendiri saja}
"Benar dan mereka juga sudah menemukan tempat asal masing-masing kan? Seperti Elizabeth, tentu dia akan pergi bersama Dewa Matahari dan yang lainnya pun sama. Kalau untuk Yue, ia bisa ikut kemana saja sesuka hatinya" ucap Hiro.
{Kalau begitu, apa aku boleh mengalihkan dunia jiwa kepada saudari Yue kak?}
"Hemmm boleh saja... Atur saja menurut kamu bagus nya" ucap Hiro.
{Baiklah kalau begitu sekarang aku akan membuka gerbang ke Alam Akhirat, tempat Dewa Yaamma berada}
SWOSHHH...
Sebuah pintu gerbang dimensi terbuka di depan Hiro dan ia pun masuk ke dalamnya untuk memasuki dunia bawah.
Perjalanan panjang kini menghampiri Hiro kembali, petualangan yang sempat terhenti kini dapat di lanjutkan. Entah apa yang menunggu nya di alam sana tetapi Hiro sangat menantikan nya.
***
"APA?!"
"Katakan yang benar, mana mungkin begitu?!"
"B-benar nyonya... Saya tidak mungkin salah lihat, waktu itu tuan sedang berdiri setelah selesai mengalahkan Raja Iblis Memphistopheles tetapi tiba-tiba sebuah cahaya putih menyinari seluruh dunia dan saat saya lihat kembali tuan sudah tidak ada..."
"Kemungkinan.. t-tuan telah..."
"Tidak! Tidak mungkin!"
"Kamu pasti salah lihat! Dan bagaimana bisa kamu mendekat ke arah Hiro sedangkan di sekelilingnya saja ada sebuah pembatas yang ayah ku buat!" ucap Yue dengan keras.
"T-tapi.. pembatas itu pun hilang setelah tuan mengalahkan raja iblis Memphistopheles, jadi saya dapat melihatnya secara jelas" ucap Raphael dengan tubuh gemetar menceritakan kisah yang ia lihat waktu itu.
"Tidak...tidak..tidak mungkin!" ucap Yue kemudian terhuyung lalu jatuh.
Elizabeth dan yang lainnya menutup wajah mereka karena tak mampu menahan kabar duka tersebut.
Mereka tidak ingin tahu, mereka ingin melupakan apa yang di dengarnya itu.
Long Wang dan Diablo merasa terpukul saat mendengar kabar tersebut, mereka awalnya bingung mengapa Raphael yang baru saja datang tiba-tiba menangis saat mengatakan Hiro telah berhasil mengalahkan Raja Iblis Memphistopheles. Namun ternyata...
"Kami akan pergi untuk melihat situasi di sana.." ucap Diablo dengan cepat pergi ke Benua Langit tingkat bawah bersama dengan Long Wang untuk membuktikan apakah hal tersebut benar adanya.
Mereka bukannya tidak percaya pada Raphael namun mereka hanya tidak dapat menerimanya saja.
Wajah Yue semakin pucat saat merasakan energi dunia jiwa berpindah kepada dirinya, karena dunia jiwa tidak akan bisa di pindahkan kecuali 2 hal yaitu pemiliknya sendiri yang mengalihkannya atau pemiliknya telah tiada. Sedangkan Hiro tidak mungkin memindahkannya karena dunia jiwa dapat di gunakan sebagai tempat perkumpulan mereka yang berarti hanya ada satu opsi yang tersisa, yaitu...
BRUK...
Yue terduduk lemas dengan tatapan kosong, seluruh badannya bergetar dan tiba-tiba pingsan.
***
"Hoooo, ternyata dunia ini lebih indah dari yang aku bayangkan..." ucap Hiro setelah sampai di tempat tujuannya, yaitu alam akhirat.
{Memang seperti apa dunia ini yang ada di bayangan mu?}
"Hemmm seperti neraka? Tempat yang di penuhi oleh roh-roh dan jiwa orang mati bergentayangan dimana-mana" ucap Hiro.
{Bayangan mu terlalu jauh... Lagipula disini adalah tempat dimana para orang mati di kumpulkan dan juga bukan dalam bentuk roh melainkan wujud asli dari semasa mereka hidup}
"Yah tetap saja roh! Walaupun mereka memiliki wujud seperti manusia pada umumnya tetap saja mereka adalah roh!" ucap Hiro dengan keras kepala.
{Hahh baiklah terserah kakak akan beranggapan apa...}
{Ingat kak, jangan terlalu banyak melakukan tindakan aktif... Kakak bergerak secara pasif saja}
{Tidak boleh terlalu menonjolkan diri send-..}
BUGHH...
Hiro tiba-tiba menghancurkan sebagian besar hutan di belakangnya dengan menggunakan sedikit kekuatannya. Walaupun begitu tetap saja ada kesempatan hal tersebut menarik perhatian orang-orang lainnya.
{Cih! Apa yang kakak lakukan? Bukankah sudah kubilang jangan terlalu aktif, apa kakak tidak mendengarkan aku?!}
"Oh hahaha maafkan aku... Karena terlalu bersemangat di dunia lain ini" ucap Hiro.
{Sudah, jangan menonjolkan diri terlebih untuk sesaat ini...}
{Kalau tidak, aku tidak akan bisa menutupinya lagi}
"Hahaha baiklah baik tenang saja aman!" ucap Hiro.
Hutan yang sebelumnya hancur tiba-tiba kembali seperti semula tanpa ada satupun yang berubah, bahkan jejak aura serangan Hiro pun di hilangkan oleh sistem.
Namun Hiro tidak peduli, karena saat ini perasaannya lebih baik dari sebelumnya. Ia kemudian berjalan mengikuti arahan dari sistem ke suatu tempat yang terlihatnya seperti kota terpencil karena terlihat dari para pasukan pengaman nya yang memakai pakaian sederhana.
"Kamu membawaku kemana ini?" tanya Hiro.
{Entahlah tempat ini di sebut kota atau desa tetapi yang lebih penting adalah tempat ini bernama kota Olumpus, tidak ada penguasa atau pemimpin di kota ini tetapi semuanya di atur oleh masyarakat itu sendiri... Tindak kejahatan di kota ini sangat minim karena kakak bisa lihat sendiri situasinya bagaimana? Apa mungkin ada orang yang ingin menyerang kota miskin ini?}
{Tetapi yang lebih penting mengapa alasan aku membawa kakak kesini adalah karena kota ini jauh dari kuasa Dewa Yaammaa, jadi kakak bisa bertindak sesuka hati... Bahkan kalau ingin menjadi penguasa wilayah ini boleh-boleh saja, karena hal tersebut tidak akan menimbulkan kekacauan ataupun menarik perhatian Dewa Yaammaa. Tetapi jangan sampai terlalu membuka diri di hadapan publik sebelum keamanan kota ini terjamin}
"Hemmm itu artinya kamu menyuruhku untuk kembali membangun kuasa terlebih dahulu, seperti menjadikan kota kecil ini berkembang setara dengan sebuah kerajaan dan menjadikannya wilayah kekuasaan ku?" ucap Hiro tersenyum senang.
{Tidak begitu juga...}
"Yah pada intinya begitulah, aku mengerti" ucap Hiro.
***
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...