
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Oho… Menarik juga tanda pengenal itu " Ucap Hiro .
" Jadi apa aku boleh masuk ? " Suara Hiro terdengar kembali .
" T-tentu saja tuan silahkan " Ucap penjaga itu kemudian mengantar nya serta di jaga ketat oleh para prajurit lainnya .
Hiro yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, " Kalian kembali lah ke pos penjagaan karena aku tidak ingin terlalu menarik perhatian " Ucap Hiro .
Para prajurit itu agak ragu-ragu tetapi komandan yang tadi maju dan membungkuk , " Kalau begitu kami akan melakukan apa yang tuan ingin kan …. Tapi apa boleh saya memberitahukan kedatangan tuan ke walikota ? " Tanya komandan prajurit.
Hiro hanya mengangguk dan para prajurit pun meninggalkan Hiro sendiri kembali ke pos penjaga .
" Hah… merepotkan sekali " Ucap Hiro .
" Tuan harus terbiasa karena mungkin di masa depan nanti akan melebihi seperti ini " Ucap Rachel yang tahu kalau masa depan Hiro pasti akan cerah setidaknya akan menjadi pemimpin suatu wilayah di dunia atas .
Hiro hanya menghela nafas panjang dan berjalan kembali mencari penginapan atau restoran .
********
Drap… Drap … Drap …
Suara langkah kaki terdengar seperti tergesa-gesa .
Brakk
Suara pintu terbuka dengan keras
" Maafkan kelancangan saya Tuan tapi … Ada hal penting yang saya laporkan " Ucap prajurit dengan nafas memburu.
Semua orang yang berada di ruangan itu wajahnya memerah marah karena prajurit tersebut lancang sekali menerobos pintu aula pertemuan .
Seorang pria paruh baya menghentikan orang-orang yang akan marah karena melihat prajurit tersebut memang seperti tergesa-gesa dan ia penasaran ada hal apa yang membuat ia harus lancang mengganggu pertemuan tersebut.
" Ceritakan hal apa yang membuat kamu harus berbuat lancang seperti itu ? " Tanya pria paruh baya tersebut.
" B-begini T-tuan tadi di depan pintu masuk kota ada seorang pria muda bersama wanita ijin memasuki kota kita tetapi karena ia orang luar kami melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan menggunakan bola kristal identitas dan hal yang mengejutkan adalah identitas wanita yang bersama pria itu seorang Dewi dan yang lebih membuat heboh adalah identitas pria tersebut adalah seorang penguasa di dunia ini ! " Ucap Prajurit tersebut menjelaskan secara detail .
Semua orang yang mendengarnya terkejut dan terdiam tidak bisa berkata-kata karena Penguasa dunia mengunjungi kota mereka ? .
Pria paruh baya yang walikota tersebut berdiri , " Cepat siapkan penyambutan untuknya jangan sampai kita bertindak kurang ajar atau kita akan hancur oleh 4 Kekaisaran ! " Ucap nya dengan tegas .
" Baik tuan ! " Ucap mereka langsung membubarkan diri .
Setelah semua orang keluar hanya tersisa 2 orang saja di ruangan yaitu walikota dan orang kepercayaannya.
" Ada hal apa yang membuat penguasa dunia mendatangi kota terpencil kita ? "
" Hamba tidak tau tuan … Mungkin saja ia tidak sengaja menemukan kota kita saat sedang berkelana " Ucapnya .
" Hah… Aku harap tidak akan ada hal buruk yang menimpa kota " Ucap nya menghela nafas .
*********
" Kota ini walaupun kecil tetapi begitu indah dan damai " Ucap Hiro yang berkeliling tidak lama kemudian ia pun menemukan sebuah restoran dan penginapan, ia pun memasukinya.
" Ada yang bisa saya bantu tuan ? " Ucap seorang wanita resepsionis saat melihat Hiro memasuki restoran .
" Aku pesan kamar VIP dan makanan terbaik yang kalian miliki " Ucap Hiro .
" Baik tuan … Tetapi untuk kamar nya tuan membutuhkan untuk berapa lama ? " Tanya wanita resepsionis.
" Hmmmm sekitar -… " Saat Hiro akan berbicara terpotong karena suara keributan di salah satu meja .
Brakkk…
Suara keras dari salah satu pemuda yang memukul meja .
" Aku bilang aku ingin kau menemani ku malam ini " Teriak nya .
" T-tapi tuan tempat kami tidak ada hal yang semacam itu " Ucap gadis pelayan gugup karena takut .
" Hah ! Aku tidak peduli ! Apa kau tidak tau aku adalah anak dari seorang jenderal di kota ini ! " Ucap nya sombong .
Para pengunjung langsung berbisik-bisik membicarakan pemuda itu dan pengasihani wanita pelayan itu karena menjadi target pemuda yang terkenal akan buas akan wanita itu .
Sang manajer langsung menuju ke arah pemuda itu dengan terburu-buru dan membungkuk hormat , " Maaf kan kami tuan memang benar di tempat kami tidak ada pelayanan seperti itu " Ucap nya .
" Kau !! apa kau ingin ku suruh ayahku untuk menutup restoran ini ! " Ucap nya mengancam manajer itu .
" J-jangan tuan muda " Ucap manager itu ketakutan .
" Haissh … Hanya anak dari seorang jenderal kota kecil saja sombong nya minta ampun " Terdengar suara saat keributan itu dan menyebabkan keheningan sesaat .
Pemuda itu yang mendengarnya pun wajah nya memerah marah , " Siapa yang mengatakan itu b*jingan ! " Ucap nya marah .
" Aku " Ucap Hiro maju ke depan dengan tersenyum mengejek .
" Kenapa ada masalah ? " Hiro terus mengejek pemuda tersebut .
" Kau sialan ! … " Tetapi ia berhenti berbicara saat melihat wanita di samping Rachel dengan tatapan penuh hawa nafsu .
" Kau pergilah dan biarkan wanita itu yang menemani ku malam ini … Dengan begitu aku akan melupakan hal yang barusan " Ucap nya sambil tersenyum menjijikkan .
" Kau menginginkan nya ? Ambil lah kalau berani " Ucap Hiro tersenyum.
Semua orang tertekan dengan aura yang Hiro keluarkan bahkan pemuda itu pun bergetar keras berkeringat dingin merasakan aura membunuh Hiro .
" S-sialan !!! akan aku panggil ayah ku dan kita liat apa kau akan tetap bisa sombong lagi ! " Ucap nya kemudian mengeluarkan sebuah lencana dan memecahkan nya .
" Tunggu saja sialan ayah ku akan segera datang dan kematian mu akan segera datang setelah itu aku akan menikmati tubuh wanita mu itu " Ucap nya tersenyum senang sambil menjilat bibirnya membayangkan hal menjijikkan.
" Panggil saja tikus kota itu bahkan kalaupun walikota yang datang sendiri aku tidak akan takut dan kalau ia tidak memberikan ku penjelasan mengenai masalah ini maka aku akan menghancurkan kota kecil ini " Ucap Hiro membuat semua orang terkejut akan keberanian Hiro .
*******
" Apa kalian sudah menemukan petunjuk dimana penguasa itu berada ? " Tanya walikota .
" Sudah tuan " Ucap prajurit .
" Baiklah kalau begitu kita harus segera kesana cepat " ucap walikota terburu-buru .
********
Di Restoran tempat Hiro berada .
Setelah menunggu beberapa saat datang lah seorang pria paruh baya bersama dengan prajurit nya .
Ia melihat anaknya sedang berhadapan dengan pemuda .
" Siapa nak ? siapa yang menganggu mu ? " Tanya pria paruh baya itu .
Pemuda itu yang mendengar suara ayahnya begitu senang dan ia menunjuk ke arah Hiro , " Dia ayah … bahkan dia pun merendahkan tuan walikota " Ucap nya untuk membuat ayah nya marah .
Pria paruh baya itu menatap ke arah Hiro dengan tajam , " Nak … Kau berani sekali !!! " Ucap nya marah dan mengeluarkan aura di level Penguasa
Hiro terkejut karena di kota terpencil ini terdapat seorang yang kuat namun lemah menurutnya .
" Hahaha apa kau takut b*jingan ! " Ucap pemuda itu tertawa senang melihat Hiro terdiam .
" Apa kau jenderal di kota ini ? " Tanya Hiro .
" Benar ada urusan apa kau sampai merendahkan tuan walikota ! " Ucap nya dengan tatapan mengintimidasi .
" Anakmu seperti kuda jantan yang liar pada saat musim kawin … ia meminta wanita ku untuk tidur dengannya yang hanya anak seorang jenderal ? bukankah itu terlalu tidak tahu diri " Ucap Hiro .
Pria paruh baya itu agak terkejut dengan keberanian Hiro namun ia juga tidak menyangka akan kelakuan anaknya tapi karena ia menyayangi nya jadi tidak terlalu di permasalahkan.
" Harus nya kau terhormat karena anakku menginginkan wanita mu " Ucap nya sinis .
Hiro yang mendengarnya tidak dapat menahan amarah lagi … ia pun mengeluarkan aura di level Abadi awal .
" Terhormat ? Seekor tikus tetap lah hewan menjijikkan bagaimana tikus itu bisa menjadi terhormat ?! " Ucap Hiro dengan tatapan tajam .
Seketika restoran bergetar hebat karena tidak mampu menahan tekanan aura Hiro bahkan sebagian orang yang berada di ruangan itu pingsan karena tidak kuat menahan beban yang berat .
Jenderal tersebut terkejut terdiam dengan tubuh berkeringat dingin , ia pun berlutut karena tidak mampu menahan tekanan Hiro sedangkan pemuda yang anak jenderal itu terkapar lemah .
" Kenapa kau berlutut ? Bukankah kau orang terhormat Jenderal ! " Ucap Hiro dingin .
Tiba-tiba datang seorang paruh baya bersama dengan puluhan prajurit dan menteri kota .
Jenderal yang melihat walikota itu senang .
" Ada apa ini ? " Ucap walikota yang masih belum sadar situasi dan belum tau identitas Hiro .
" Tuan pemuda itu adalah penguasa yang saya beritahu sebelumnya " Ucap pelan komandan prajurit .
Seketika ekspresi walikota stagnan bahkan ia terburu-buru melangkahkan kakinya ke arah Hiro dan berlutut .
Semua orang yang melihat bahkan walikota mereka saja berlutut di hadapan Hiro begitu terkejut dan jenderal yang melihat hal tersebut juga terkejut wajah nya pucat pasi menyesal membela anaknya dan menyinggung sosok pemuda yang walikota sendiri berlutut di hadapannya .
" Maafkan kelancangan saya tuan tolong redakan amarah Anda terlebih dahulu " Ucap walikota badannya bergetar.
" Apa kau walikota ? " Tanya Hiro dingin .
" Benar tuan "
" Kalau begitu apa boleh aku menghancurkan Kota kecil ini ? " Ucap Hiro yang telah mengeluarkan Matahari Kecil di tangannya .
Semua orang yang melihatnya wajah mereka pucat pasi … Mereka tidak menyangka akan berurusan dengan sosok bagaikan Dewa itu .
Walikota yang melihatnya pun ketakutan, ia bersujud kepada Hiro ," Tolong maafkan kelalaian saya tuan dalam memimpin kota ini " Ucapnya ketakutan Bahkan seluruh orang pun mengikuti walikota bersujud di hadapan Hiro .
" Hanya Kota Kecil Saja Tidak Menjadi Masalah Apabila di Hancurkan Bahkan Dunia Ini Tidak Akan Rugi Kehilangan Kota Kecil " Ucap Hiro yang masih memegang Matahari Kecil itu bersiap-siap untuk melemparkannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Maafkan Author Sepertinya Hanya Bisa 4 Bab Karena Tidak Punya Waktu Lebih Lagi Di Karenakan Sibuk Kerjaan Banyak Banget 🙏
Sekali Lagi MaafKan Author Yah 🙏 Tetapi Author Sudah Di Perpanjangan Pada Bab Ini Biar Kalian Lebih Puas Membacanya 👌
Thanks Buat Kalian Yg Mendukung Author Dengan Cara Like Bahkan Memberikan Vote Untuk Author Semoga Kalian Sehat Selalu Dan Panjang Umur Supaya Dapat Membaca Terus Karya Author 🙏 🤲
See You Next Up 👋***