
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya Hiro dan yang lainnya telah bersiap-siap berdiri di depan portal yang di buat oleh sistem untuk kembali ke dunia bawah. Para pemimpin wilayah, penguasa dunia dan orang-orang terdekat Hiro menyaksikan kepergian Hiro.
Mereka sangat bersedih dan merasa kehilangan sekali, karena Hiro telah banyak membantu mereka dan banyak mengubah kehidupan mereka.
"Terimakasih untuk segalanya dan selamat tinggal" ucap Hiro memberikan penghormatan terakhir sebelum pergi.
Mereka semua pun berlutut, selain penguasa dunia illahi ia hanya menundukkan kepalanya dan Jing Tao karena ayah mertua Hiro.
"Terimakasih kembali tuan atas semua yang anda lakukan untuk kami dan dunia ini" ucap mereka dengan hormat dan tulus.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, jaga diri kalian baik-baik" ucap Hiro tersenyum hangat dan masuk kedalam portal di ikuti para wanitanya.
ZZRRRRTTTT …
Setelah semua masuk tiba-tiba portal tersebut hancur dan menghilang.
"Semoga anda bisa cepat kembali tuan" ucap mereka bersedih.
***
Di suatu tempat terdapat sebuah portal hitam dan sesosok keluar dari dalam portal tersebut.
"Ahh energi alam yang tipis dan halus sangat mendeskripsikan dunia bawah" ucap Hiro dengan tatapan rindu.
Meng Luo dan Elizabeth pun mata mereka berkaca-kaca karena sudah lama merindukan keluarga mereka.
"Ayo kita pergi?" ucap Hiro sambil tersenyum kepada mereka.
Mereka pun mengangguk dan berjalan secara santai bersamaan.
Angin tiba-tiba berhembus sangat lembut dan kicauan burung-burung terdengar sangat ribut.
Hal tersebut terjadi di seluruh penjuru dunia, orang-orang bingung apa yang sebenarnya terjadi seperti dunia memberitahukan bahwa ada sesuatu telah kembali.
Rachel dan Raphael yang berada di kekaisaran Argadwija tempat tinggal keluarga Hiro.
"Rachel apa kamu merasakan nya?" ucap Raphael.
Rachel mengangguk dan setetes air mata keluar darinya karena telah lama merindukan sosok yang mengeluarkan aura familiar tersebut.
SWOOOOSSHHH…
Mereka berdua melesat dengan cepat menuju ke sumber aura tersebut berasal.
Tap…
"Tuan…" ucap Raphael berlutut di depan sosok yang mengeluarkan aura tersebut.
"Berdirilah dan juga Rachel apa kamu tidak merindukan ku? satu pelukan pun kamu tidak mau?" ucap Hiro.
SRET…PLUK…
Rachel dengan cepat memeluk Hiro dengan erat dan juga membenamkan kepalanya di dada Hiro.
"Maafkan aku karena telah membuat mu menunggu lama" ucap Hiro membalas pelukannya dan mengelus-elus kepalanya.
Rachel yang berada di dalam pelukan Hiro hanya mengangguk.
Hiro tersenyum melihat Rachel tidak mau melepaskan pelukannya, ia menatap Raphael "Bagaimana keadaan saat ini?" tanya Hiro.
"Akhir-akhir ini serangan terhadap pelindung dunia telah sedikit berkurang tuan… Tapi saya tidak yakin untuk kedepannya karena saya memiliki firasat bahwa mereka yang menyerang dunia ini sedang memikirkan strategi serangan untuk bisa menembus dinding pelindung" ucap Raphael.
"Hmmm aku mengerti sekarang kalian berdua bisa beristirahat, serahkan sisanya padaku" ucap Hiro tersenyum tenang.
"Baik tuan" ucap Raphael.
"Oh yah maaf Raphael, setelah beristirahat bisakah kamu pergi ke dunia atas? suruh Arphen untuk menyiapkan pasukan" ucap Hiro.
"Baik saya mengerti tuan!" ucap Raphael dengan tegas, ia tidak peduli telah lelah atau apapun itu yang penting perintah Hiro no 1.
Hiro tersenyum dan berterimakasih, ia pun menggendong Rachel layaknya seorang tuan putri. Semua wanitanya yang melihat hal tersebut cemberut iri, sedangkan Rachel hanya menutup wajahnya karena malu.
"Kukira akan ada perubahan setelah aku pergi, tetapi ternyata tidak" ucap Hiro tersenyum senang.
"Mari kita pulang!" ucap Hiro melanjutkan kembali langkahnya menuju ke kekaisaran.
"Sayang… Apa kita tidak bisa langsung pergi menemui ayah dan ibu saja?" tanya Elizabeth menghentikan langkahnya.
"Hmmm? boleh kalau begitu berpegangan pada ku" ucap Hiro kemudian mengeluarkan skil teleportasi nya.
SWOOOOSSHHH…
Mereka semua menghilang dari tempat tersebut dan muncul kembali di depan pintu suatu ruangan
CKLAK…
Hiro pun membukanya dan melihat beberapa orang sedang duduk dan mengobrol, disaat mereka mendengar suara pintu terbuka secara langsung melihat ke arah Hiro yang sudah masuk bersama yang lainnya.
Setetes air mata mengalir dari mata salah seorang wanita yang menatap Hiro dengan penuh kerinduan.
"N-nak?! k-kamu sudah pulang?!" ucapnya terbata-bata.
BRUK…
Hiro berlutut dan menundukkan kepalanya, "Aku pulang ayah, ibu" ucap Hiro.
Tangis haru memenuhi ruangan tersebut, ayah dan ibunya Hiro langsung dengan cepat membuatnya berdiri dan memeluknya.
Ayah dan ibunya Elizabeth beserta Meng Luo pun memeluk putri mereka yang telah lama pergi bersama Hiro.
"Kami sangat merindukanmu nak! kami khawatir terjadi sesuatu kepadamu karena tidak ada kabar sama sekali tetapi setelah bawahan mu datang kemari hal tersebut sangat meringankan sedikit kekhawatiran kami" ucap ibunya menangis tersedu-sedu karena merindukan putra semata wayang mereka yang telah lama meninggalkan mereka.
"Maafkan aku ayah, ibu karena membuat kalian semua khawatir. Kalian semua bisa tenang sekarang karena aku sudah pulang" ucap Hiro sedikit menahan tangisnya.
Sedangkan Meng Luo dan Elizabeth sibuk berpelukan bersama keluarga mereka untuk melampiaskan rasa rindu yang selama ini mereka tahan.
Yue terdiam di belakang bersama Rachel dan Raphael, mereka pun sedikit terbawa suasana haru tersebut.
Drap…drap…drap…
Suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar di luar dan saat suara tersebut semakin mendekat ternyata mereka adalah ayah dan ibu angkatnya Hiro yaitu Alphonse dan Chloe.
"Anakku?! Hiro?! kamu sudah pulang nak?!" ucap mereka dan langsung memeluknya saat Hiro telah di lepaskan oleh Hara dan Karmelia.
"Kami sangat merindukanmu nak!" ucap mereka memeluk erat Hiro.
"Aku pulang ayah, ibu" ucap Hiro merasakan hatinya kembali hangat saat bersama dengan keluarganya.
***
Setelah drama panjang pertemuan Hiro dan keluarganya berlanjut kembali ke acara makan bersama.
Di satu meja makan tersebut berkumpul Hiro bersama keluarganya, keluarga Meng Luo dan keluarga Elizabeth.
Mereka berbincang-bincang dengan tenang dan ceria. Hiro membicarakan perjalanan nya saat di dunia illahi dan juga memperkenalkan istrinya yaitu Jing Li kepada mereka.
Ayah dan ibunya Hiro hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang pulang-pulang membawa wanita baru.
"Nak?! apa 5 wanita sudah cukup? atau ingin tambah lagi?" tanya ibunya tersenyum lembut dan hangat.
Bulu kuduk Hiro berdiri dan ia merasakan aura menjadi dingin saat kedua ibunya menatap dirinya dan tersenyum manis kepadanya.
'Sial! aku lupa kedua ibuku sangat menakutkan!' ucap Hiro dalam hatinya sambil berkeringat dingin.
"Haha tidak ibu… Mungkin ini yang terakhir" ucap Hiro dengan tertawa canggung.
Mendengar kata mungkin membuat semua wanita yang berada disana mengernyitkan dahi mereka.
'Apa pemuda ini sangat buas sampai-sampai 5 wanita tidak cukup untuknya?' pikiran semua wanita disana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...