
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro yang telah meninggalkan sekte Lautan Suci terus bergerak menuju ke arah timur.
Menurut sistem Hiro membutuhkan 3 hari untuk sampai di wilayah timur dengan kecepatan terbangnya saat ini, itupun kalau Hiro tidak berisitirahat sehari.
'Hahh entah kenapa aku jadi teringat waktu di dunia rendah dulu mengelilingi dunia hanya untuk mencari kesenangan'
Saat Hiro bernostalgia tiba-tiba ia teringat dengan kedua wanitanya yaitu Elizabeth dan Meng Luo.
"Sistem bagaimana dengan Elizabeth dan Meng Luo apa sudah aman untuk menemani ku di dunia ini?" Tanya Hiro.
{Masih sedikit berbahaya tuan karena perbedaan antara ras juga sangat mempengaruhi… Walaupun bersama anda akan aman-aman saja tetapi hari apes tidak mengenal siapapun orang tersebut}
"Hmmm benar juga, mungkin berapa lama lagi mereka bisa keluar dari dunia jiwa?" Tanya Hiro.
{Sebulan paling cepat apabila mereka rajin berlatih tetapi kalau ada kendala mungkin paling lambat setahun}
"Baiklah sebulan ini akan ku pakai untuk membereskan ancaman-ancaman untuk mereka supaya aman berada di dunia ini" Ucap Hiro.
{…}
Pembicaraan nya dengan sistem berakhir, Hiro pun terbang tanpa henti terus menuju ke arah timur.
Hari demi hari ia lalui tanpa ada masalah hingga pada suatu saat Hiro memutuskan untuk berhenti.
{Kenapa anda berhenti tuan?}
"Aku lapar" Ucap Hiro kemudian berburu hewan di sekitarnya.
{Aneh sekali… Kultivator biasanya kuat tidak makan selama sebulan penuh}
"Aku berbeda! kan sebelumnya aku hanya manusia biasa yang berbeda dunia jadi mungkin kebiasaan hidup ku masih terbawa hingga saat ini" Ucap Hiro yang sedang memanggang seekor rusa yang ia dapatkan.
"Tolong!!!"
Hingga saat ia akan memakan rusa panggang nya terdengar suara teriakan dari arah belakangnya.
"Sistem apa kau mendengar nya?" Tanya Hiro memastikannya.
{Ada suara minta tolong dari 50 meter di belakang anda tuan}
Karena Hiro berhati baik, ia memutuskan untuk menunda makan nya dan melihat ke sumber suara minta tolong tersebut.
"Lepaskan! kumohon lepaskan aku…"
"Enak saja! cepat ikut kami atau tidak nanti tuan marah besar dan kami yang akan terkena imbasnya!"
"Aku tidak mau!!!"
"Kalian semua cepat tarik paksa dia!"
"Baik bos"
Sekelompok pria pun mendekati perempuan yang tengah ketakutan.
"Tolonggggg!"
Perempuan itu terus-menerus berteriak meminta pertolongan.
"Teruslah berteriak, karena orang gila mana yang ada di hutan ini untuk menolong mu!" Ucap pemimpin kelompok itu.
"Hah?! orang gila? jadi kalian menyebut ku orang gila?" Ucap Hiro yang berada di atas pohon sedari tadi memperhatikan mereka.
"Siapa?!!" Ucap pemimpin itu menoleh ke sumber suara.
Para kelompok itu pun bersiap dalam posisi waspada, mereka berkumpul sambil memegang senjatanya.
"Siapa? bukankah katamu orang gila?" Ucap Hiro kemudian turun dari atas pohon.
"Siapapun kamu ku sarankan untuk tidak ikut campur!" Ucap pemimpin tersebut.
"Why? aku kan orang gila jadi tidak masalahkan untuk ikut campur?" Jawab Hiro dengan main-main.
Pemimpin kelompok itu kesal dengan tingkah Hiro, kemudian memerintahkan bawahannya untuk menyerangnya.
"Haishh tidak berperikemanusiaan kalian semua beraninya menyerang orang gila" Ucap Hiro menggelengkan kepalanya.
Para kelompok itu tidak peduli dengan perkataan Hiro, mereka dengan cepat melesat menyerang Hiro.
Hiro tidak melawannya tetapi ia menghindari setiap serangan mereka.
"Apa-apaan kalian ini? begitu lemah sekali, pantas saja kalian beraninya terhadap perempuan" Ucap Hiro.
Wajah pemimpin kelompok itu menjadi suram, ia sangat-sangat tidak bisa menerima semua perkataan Hiro.
"Sialan! ku bunuh kau!!!" Ucapnya kemudian membuat sebuah bola api yang sangat besar.
"Inferno!"
Swoshhhh…
Ia melepaskan serangan elemen api nya menuju ke arah Hiro.
Dengan tenang Hiro hanya melambaikan tangannya ke atas. Seketika bola api yang mengarah kepadanya itu berubah arah melesat ke langit.
BOOMMMM… DUAARRRR…
Asap hitam mengepul di atas langit karena dampak ledakan dari bola api tadi.
Hening seketika suasana disana, pria yang menyerang Hiro melotot kan matanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Hiro dengan mudahnya menangkis serangan terkuat nya? hanya dengan lambaian tangan?.
"T-tidak m-mungkin!" Ucap pemimpin kelompok tersebut.
Bahkan para anak buahnya pun menggosok-gosokkan matanya tidak percaya.
"Haishh jangan main api di hutan berbahaya" Ucap Hiro dengan tenang menggelengkan kepalanya.
"S-siapa k-kamu sebenarnya?!!" Ucap pemimpin kelompok itu.
"Kau bilang tadi tidak peduli aku siapa, sekarang menanyakan aku siapa? ckckck tidak konsisten sekali hidupmu" Ucap Hiro.
Para kelompok itu di buat tidak berkutik oleh Hiro, mereka tidak berani bergerak karena sudah terlihat perbedaan kekuatannya yang sangat jauh di antara mereka.
"Sudahlah karena suasana hatiku sedang baik, kalian pergi saja untuk kali ini aku ampuni tetapi tidak dengan lain kali" Ucap Hiro dengan serius.
Tetapi mereka hanya diam tidak bergerak sedikitpun.
"T-tapi tuan… Kalau kami pergi tanpa dengannya, kami akan di bunuh oleh tuan muda" Ucap pemimpin kelompok itu gelisah. Karena ia pun ingin pergi tetapi tidak bisa, seperti kata pepatah 'maju kena mundur kena'.
"Siapa tuan muda kalian?" Tanya Hiro yang sedikit mengerti akan situasi mereka.
"Tuan muda Si Ki dari klan Si anak kedua patriak Si Alan" Jawabnya.
"Cihh lagi-lagi klan Si!" Ucap kesal Hiro.
Mereka pun bingung mengapa Hiro sangat kesal ketika mendengar kata klan Si, tetapi mereka tidak berani untuk bertanya jadi hanya diam saja.
"Sudahlah pergi saja dari sini jangan kembali ke wilayah timur ataupun klan Si. Aku memperingatkan kalian karena baik hati tetapi apabila kalian tidak mendengarkan ku mungkin nanti siapkan saja surat wasiat untuk keluarga kalian" Ucap Hiro dengan dingin.
Mereka ragu-ragu untuk pergi tetapi akhirnya mengangguk mencoba mempercayai Hiro.
"Baik tuan terimakasih! akan kami ingat selalu belas kasihan anda" Ucap mereka kemudian pergi dengan cepat.
Hiro yang melihat mereka semua telah pergi, menghampiri perempuan yang sedari tadi berdiam diri dengan tubuh bergetar.
"Sekarang sudah tidak apa-apa nona…" Ucap Hiro dengan tersenyum hangat.
Tidak ada jawaban di pihak lain membuat suasana menjadi canggung.
"Baiklah kalau nona masih ingin diam disini aku pamit undur diri" Ucap Hiro kemudian berbalik pergi meninggalkannya.
Tetapi sebelum sepuluh langkahnya Hiro, perempuan itu memanggilnya.
"T-tunggu tuan"
"Iyah nona?" Ucap Hiro membalikkan badannya.
"T-terimakasih sudah menolongku tetapi apa boleh saya ikut dengan anda sampai kota terdekat?" Ucap perempuan itu.
"Boleh saja nona tetapi nanti karena aku akan makan terlebih dahulu… Kalau lapar nona juga boleh ikut makan bersamaku" Ucap Hiro dengan tersenyum hangatnya.
Perempuan itu agak ragu-ragu tetapi pada saat itu perutnya berbunyi yang akhirnya membuat dia malu.
"Ahh tuh kan perut nona saja sudah memberi sinyal jadi ayo ikut denganku, tenang saja aku orang baik kok" Ucap Hiro kemudian mengulurkan tangannya membantu perempuan itu berdiri.
Gadis itu mau tak mau tidak ada pilihan lain memegang tangan Hiro dengan malu karena bunyi perutnya. Hiro hanya tersenyum melihat gadis itu wajahnya memerah malu.
'Satu perempuan lagi untuk kerajaan Harem ku!!!'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yok… Author punya dua kabar nih, yaitu kabar baik dan kabar buruk.
Siapa tahu kalian penasaran kan boleh lah di komen ingin kabar baik atau kabar buruk?!