
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Hiro dan Escanor akan kembali ke kekaisaran, di pertengahan jalan mereka bertemu dengan pasukan bantuan kekaisaran.
Hiro melihat seorang pria paruh baya yang mirip dengan Escanor mendekati mereka bersama pasukannya.
"Kakak bagaimana dengan perangnya? dan siapa dia?" Tanya pria tersebut.
"Oh perang nya telah berakhir dan dia adalah pemuda yang menyatakan perang pada kita yang artinya musuh kita" Ucap Escanor.
"Musuh?! Kalau begitu mati kau nak!!!" Ucap Hara menerjang ke arah Hiro tetapi di hentikan oleh Escanor.
"Ada apa kak?! Kenapa kau menghentikan ku?" Ucap Hara terkejut.
"Perkataan ku belum selesai dan kau sudah main serang saja… Maksud ku adalah dia sebelumnya memang musuh tapi sekarang tidak lagi karena ada sebuah kesalahpahaman di antara kita" Ucap Escanor.
"Salah paham?" Ucap Hara heran.
"Jadi begini pertama-tama akan aku kenalkan terlebih dahulu pemuda ini adalah bernama Hiro seorang yang berasal dari Tanah Kultivator, ia menyatakan perang karena sebelumnya tanah kultivator di serang oleh orang dunia dewa dan mengatakan bahwa itu semua karena titah dariku untuk membuat dirinya tunduk tetapi karena Hiro tidak ingin tunduk maka orang itu melakukan penyerangan dengan menggunakan monster-monster yang berasal dari dimensi monster dan Hiro kesini adalah untuk balas dendam tetapi karena salah paham kami pun memutuskan untuk menghentikan peperangan" Ucap Escanor panjang lebar.
Hara terdiam saat mendengar penjelasan Escanor, ia menatap ke arah Hiro dan tersenyum senang.
Deg!
Tiba-tiba jantung mereka berdua berdetak dengan cepat dan seluruh badannya bergetar hebat saat saling bertatapan.
Entah kenapa mereka berdua merasa keduanya ada suatu hubungan yang sangat dalam dan terasa saling terikat.
"Ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Escanor menyadarkan mereka.
"Ahh tidak… Oh yah omong-omong siapa orang yang mengadu domba kita kak?" Tanya Hara.
"Klan Zhao yaitu Zhao Tu putra Zhao Hu!!!" Ucap Escanor dengan kesal.
"Apa!!! Tapi kenapa mereka melakukan hal tersebut?" Tanya Hara.
"Seperti penjelasan ku tadi mereka ingin menundukkan Hiro untuk di jadikan senjata untuk melakukan pemberontakan!" Ucap Escanor.
"Apaa!!! Berani sekali para b*jingan itu!!" Ucap Hara marah sekali.
"Anu… Yang Mulia Kaisar sebenarnya aku sudah menahan patriak Zhao" Ucap Hiro.
"Hah?!" Teriak mereka berdua terkejut.
"Hahh… Sudahlah nanti kita bicarakan lagi bagaimana kalau kita kembali terlebih dahulu" Ucap Escanor kemudian menyuruh para pasukan yang di bawa oleh Hara kembali ke kekaisaran.
Setelah beberapa saat kemudian Hiro, Escanor dan yang lainnya telah sampai di kekaisaran, tempat mereka perang sebelumnya memang jauh berada di kekaisaran jadi membutuhkan waktu untuk kembali ke kekaisaran.
Saat telah sampai di kekaisaran disana Hiro melihat banyak sekali orang yang menyambut kedatangan mereka, di mulai dari warga biasa sampai keluarga kekaisaran.
Tetapi ada beberapa pihak yang bersedih karena kehilangan seseorang dari keluarganya atas peperangan tersebut dan Kaisar mengumumkan bahwa semua orang yang mati pada saat perang akan di kenang dengan cara menulis nama mereka di sebuah batu yang akan di pasang di tengah kota dan keluarga yang di tinggalkan nya akan di beri jutaan keping emas beserta keamanan yang di jamin atas nama kekaisaran.
Orang-orang yang kehilangan keluarganya merasa sedikit lebih tenang dan mereka sangat berterimakasih atas kebijakan Kaisar.
Di istana kekaisaran lebih tepatnya di ruang makan istana.
"Jadi dimana kamu menahan Zhao Hu?" Tanya Escanor.
"Diablo?!"
"Anda memanggil saya tuan?"
"Pergilah ke wilayah bersama Long Wang dan bawa Zhao Hu serta tahan orang-orang dari klan Zhao!" Ucap Hiro.
"Baik tuan" Diablo menghilang kembali.
"Hahhh… Kau benar-benar hebat sekali bahkan bawahan mu saja setara denganku" Ucap Escanor menghela nafasnya.
"Hahaha jangan seperti Yang Mulia, anda juga kan pasti punya banyak bawahan yang hebat" Ucap Hiro tersenyum.
"Memang tapi tidak ada yang seperti para bawahan mu dan kulihat bawahan mu berbagai macam ras bahkan aku tidak menyangka kamu juga memiliki bawahan Ras Angel" Ucap Escanor.
"Kau terlalu merendah tetapi saat kau sombong disaat itulah benar-benar membuat musuh-musuh mu pasti akan frustasi" Ucap Escanor tersenyum.
Hiro hanya tersenyum dan tiba-tiba pintu ruangan terbuka memperlihatkan beberapa sosok, satu pria dan dua wanita.
"Apakah kami menganggu pembicaraan kalian?" Ucap Hara.
"Hmmmm tidak juga… Keponakan ku mari kesini makan bersama paman" Ucap Escanor saat melihat putri dari kedua sosok pria dan wanita tersebut.
"Eummm baiklah paman" Ucap nya kemudian duduk di dekat Escanor.
"Kau sudah besar putri ku bersikaplah dewasa" Ucap wanita itu saat melihat kelakuan putrinya.
"Hahaha tidak apa-apa Karmelia, oh yah perkenalkan tamu kita ia adalah Hiro Akame" Ucap Escanor.
Deg!
"Siapa tadi kak?" Ucap Karmelia.
"Perkenalkan nama saya adalah Hiro Akame nyonya" Ucap Hiro memberi salam seorang bangsawan.
"Tunggu sebentar?! Hiro Akame kan katamu?" Ucap Karmelia memandang Hiro dengan tajam.
"Benar nyonya" Ucap Hiro entah kenapa ia merasa ketakutan saat di tatap oleh wanita di depannya.
'Ada apa ini? Kenapa badanku bergetar hanya di tatap olehnya?!' Pikir Hiro saat berusaha menenangkan diri tidak menunjukkan ketakutannya.
"Jawab pertanyaan ku… Siapa yang memberi mu nama itu?" Ucap nya dengan dingin dan tatapannya semakin tajam bagaikan seekor singa betina yang mengincar mangsa nya.
"I-itu… " Ucap Hiro terbata-bata.
"Jawab aku!" Ucap Karmelia tegas dan keras.
"Aku mendapatkan nama itu dari orangtua angkat ku dan kata mereka pun nama HIRO AKAME adalah berasal dari sebuah surat yang di tuliskan namaku adalah HIRO AKAME" Ucap Hiro dengan gugup.
Tiba-tiba suasana menjadi hening membuat Hiro keheranan dan ia pun melihat ke arah mereka semua yang sedang memandang Hiro dengan tatapan tidak percaya bahkan terlihat mereka hendak akan menangis.
Sedangkan wanita yang di depannya telah menangis dengan air mata yang mengalir deras.
"A-anakku?! Hiro? Apa benar ini kamu?" Ucap nya dengan terisak-isak.
"Apa maksudnya?" Ucap Hiro tidak mengerti.
"Nama Hiro Akame adalah perpaduan antara namaku dan nama suamiku yaitu Hara menjadi Hiro dan Karmelia Menjadi Akame" Ucap Karmelia memeluk Hiro dengan erat sambil menangis.
"Apa?? Jadi kamu adalah i-ibuku?!!" Ucap Hiro terkejut.
"Benar nak aku ibumu… Maafkan aku karena tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk mu dan maafkan aku yang tidak bisa melihat pertumbuhan dirimu… Bukan keinginan ibu juga untuk berpisah denganmu tetapi waktu kamu lahir banyak sekali masalah dan terpaksa kami harus menyembunyikan mu agar kamu tidak terlibat tetapi keputusan kami waktu itu sangat membuat kami menyesal. Setelah beberapa tahun kemudian masalah yang terjadi di kekaisaran telah usai kami pun mencari keberadaan dirimu tetapi kami tidak bisa menemukan kamu nak… Setiap hari aku selalu menyesali semuanya karena aku bukan ibu yang baik untukmu" Ucap Karmelia menceritakan tentang mengapa Hiro di buang.
"Tapi ibu mengapa kalian membuang ku? Tidak kah kalian tau bahwa selalu muncul pertanyaan apakah kalian tidak membutuhkan diriku? Atau aku adalah sosok yang tidak di harapkan lahir? Sebelum mendengar penjelasan ibu aku selalu memikirkan mengapa dan apa alasan kalian membuang ku" Ucap Hiro menangis sejadi-jadinya, ia mengeluarkan semua nya yang selalu mengganjal hatinya.
"Tidak nak kami tidak membuang mu! Tapi hanya sebuah kecelakaan karena dirimu lahir di waktu yang kurang tepat dan malangnya dirimu kami terpaksa melakukan itu semua" Ucap Karmelia menangis dan merasa hatinya sakit sekali saat mendengar perkataan Hiro.
"Maafkan ibu nak" .
"Aku merindukan kalian semua… Aku ingin dimana kita makan bersama, bercanda bersama dan menghabiskan waktu bersama kalian semua" Ucap Hiro tersedu-sedu di dalam pelukan ibunya yang sudah lama ia cari.
"Mulai saat ini kita akan selalu bersama nak, ibu janji" Ucap Karmelia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada Bawang *** Di Mata Ku 🥺🤣
Jujur lah Kalau Jelek Bilang Jelek Kalau Bagus Bilang Bagus Oke?!
Jangan Di Paksakan Karena Merasa Kasihan Kepada Author 😕
Kalian Boleh Komen Buruk Atau Apapun Itu Tapi Like Dulu Lah Suuuu ! Author Punya Contoh Untuk Orang Yg Seperti itu Contohnya Seperti Membeli Buah Ternyata Buah Nya Jelek Tapi Buah Nya Sudah Dimakan Dan Gk Mau Bayar? Karena Alasan Buah Nya Jelek? Tidak Tahu Malu !!!
See You Next Up 👋