Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Mahkluk Penghuni Gua


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Jendral, apa anda melihat nya? kenapa para prajurit tadi yang berlarian berkumpul kembali di depan?" ucap Zigot.


"Benar… Entahlah, ada apa yah?" ucap jendral.


"Mungkin mereka berubah pikiran daripada mati sebagai pengecut lebih baik mati dengan cara terhormat?" ucap Zigot.


"Tidak mungkin, aku tahu betul bagaimana rasanya kalau telah putus asa dalam pertempuran" ucap jendral.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menemui mereka jendral dan melihat ada apa yang sebenarnya terjadi di sana" ucap Zigot.


Jendral mengangguk setuju dan merubah arah pelariannya menuju ke tempat para prajurit yang sedang berkumpul tersebut.


Setelah sampai pun jendral langsung memanggil mereka dan menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada mereka semua.


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kalian masih berkumpul disini? lihatlah para monster di belakang masih mengejar kita" ucap jendral.


"Hoooo jendral disini…"


"Kalian semua bersiaplah! jendral telah sampai… Bersiap membentuk formasi!" ucap para prajurit.


DUNG…DUNG…DUNG…


Suara keras hentakan kaki para pasukan membuat tanah berguncang keras.


"Ada apa dengan kalian sebenarnya?" tanya jendral kebingungan.


Para jendral dari setiap kerajaan kemudian berkumpul dan mengadakan diskusi singkat, padat dan jelas.


"Ada apa sebenarnya?" tanya jendral dari kerajaan Argantara.


"Entahlah aku hanya mengikuti apa kata dia" ucap jendral kerajaan Romania menunjuk pada jendral kerajaan Manipeda.


"Aku? entahlah aku hanya menyampaikan pesan apa yang di katakan Yang Mulia saja" ucap jendral tersebut.


"Iyah maksud kami jelaskan, apa sebenarnya yang di sampaikan oleh raja mu?" tanya mereka.


"Yang Mulia memerintahkan kita untuk terus maju! karena nanti akan ada hal mengejutkan yang terjadi selama pertempuran" ucap jendral tersebut.


"Apa?! instruksi tidak jelas apa itu? dan kenapa juga kami harus mempercayai sesuatu yang bisa saja tidak mungkin terjadi?" ucap mereka.


"Haishh entahlah! aku juga tidak tahu apa-apa, hanya saja mau tidak mau kita harus melaksanakan perintah raja karena antara rajaku dan raja kalian telah setuju untuk terus maju!" ucapnya dengan kesal karena mereka menyalahkan dirinya yang hanya melaksanakan tugasnya saja.


"Cihh jadi bagaimana? apa kamu akan ikut?" tanya jendral kerajaan Romania.


"Hemmm mau bagaimana lagi, perintah raja yah harus di laksanakan" ucap jendral kerajaan Argantara.


"Baiklah berarti sudah di putuskan bahwa kita akan terus maju walaupun harus mati?!" ucap jendral kerajaan Manipeda.


Kedua jendral itu mengangguk dan mereka pun mengangkat pedangnya sambil berteriak.


"MAJU! KITA SERANG BALIK WALAUPUN HARUS MATI, MAKA MATILAH DEMI KEHORMATAN KERAJAAN!" .


"WOAHHH!!!"


"KAMI RELA MATI ASAL KAN DENGAN CARA TERHORMAT DAN MULIA!!!"


Teriakan keras para prajurit kembali terdengar, semangat juang mereka yang padam pun kembali membara dan mereka mulai melancarkan serangan tanpa takut mati.


Para jendral yang melihat para prajuritnya seperti itu pun terpancing jiwa bertempur nya, mereka langsung saja menyusul para prajurit dan bertempur di depan mereka sebagai acuan arah serangan pasukan.


***


"Tuan, kami telah berada di dekat area pertempuran"


"Hemmm dimana kalian?"


"Di belakang para monster tuan"


"Hooo baguslah posisi kalian sangat menguntungkan, tunggu aba-aba dariku"


"Baik tuan!"


Di tempat tersembunyi terdapat suatu pasukan yang bersiap untuk menyerang, antara kedua belah pihak yaitu para monster dan para manusia sama sekali tidak tahu bahwa ada pasukan lain selain mereka.


***


Beberapa jam sebelumnya pada saat ini Hiro telah sampai di tempat para raja dan petinggi kerajaan lainnya berkumpul mengatur siasat atau rencana agar bisa terselamatkan dari serangan para monster.


Hiro pun ikut bergabung berkumpul bersama mereka atas ajakan dari raja Pidana.


"Bagaimana Hiro, menurut mu pertempuran nya apakah kita dapat bertahan atau tidak?" tanya raja Pidana.


"Apa boleh aku berspekulasi disini?" tanya Hiro.


Raja Pidana melirik ke raja lainnya yang mereka pun hanya bisa mengangguk mengijinkannya karena sudah tidak ada jalan keluar lagi saran mereka.


"Tentu, siapa tahu pemikiran mu dapat membuat kita keluar dari bahaya ini" ucap raja Pidana.


"Eummm menurut ku lebih baik gempur terus hingga ke titik penghabisan karena mau lari kemana lagi kita? kalau mundur sama saja membawa pemangsa terhadap mangsanya karena di belakang kita hanya ada kota dan kerajaan Argantara, sedangkan apabila di biar kan saja maka akan sama buruknya dengan sebelumnya karena pergerakan para monster akan semakin menjadi-jadi dan akhirnya mungkin kehidupan manusia akan punah/musnah" ucap Hiro.


"Kami mengerti apa yang kamu bicarakan tetapi apa prajurit bisa membunuh pasukan monster itu? menahan saja mereka sudah kocar-kacir ketakutan" ucap raja Romania.


"Tenanglah, percayakan saja padaku. Perintahkan saja para prajurit untuk segera menyerang balik kalau sampai ada yang mengabaikan perintah ini maka langsung bunuh saja di tempat" ucap Hiro dengan senyum dingin dan kejam.


Semua orang seketika merasa merinding di saat melihat senyum Hiro yang bengis.


Namun perubahannya kembali dengan cepat sekali seperti apa yang mereka lihat barusan hanyalah khayalan semata.


"Baiklah cepat perintahkan prajurit pengantar pesan untuk segera menyuruh para pasukan yang mengarah kemari untuk segera putar balik dan serang habis-habisan, katakan juga bahwa siapapun yang gugur dalam medan perang maka keluarganya akan di berikan kehidupan yang layak selama kerajaan masih berdiri tegak!" ucap ketiga raja tersebut secara serentak, mereka tidak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang di katakan oleh Hiro.


***


Kembali ke medan perang, saat ini terjadi benturan antara dua pasukan dimana mereka saling bunuh-bunuhan.


Pasukan monster di untung dalam segi kuantitas, sedangkan para pasukan manusia di untungkan dari segi kualitas karena mereka tentu bisa berpikir tidak seperti monster yang asal menyerang saja.


Dengan di pimpin oleh 3 jendral besar tiap kerajaan tentu saja formasi pasukan kembali kokoh dan mampu memukul mundur pasukan monster.


"Terus serang!!! jangan kehilangan tempo dalam menyerang, kita harus mempertahankan situasi terus seperti ini" ucap jendral kerajaan Romania.


"Hey, Zigot kau pimpin pasukan sebelah sayap kanan! sedangkan aku akan memimpin pasukan sayap kiri dan Rion kau pimpin bagian tengah pasukan. Kita harus menjaga keseimbangan formasi" ucap jendral kerajaan Argantara yang bernama Liga.


"Serahkan saja padaku, kalian pertahankan saja posisi masing-masingnya!" ucap Zigot.


"Jangan khawatir, bagian tengah formasi dapat aku jamin tidak akan mudah roboh!" ucap Rion.


"Serang!!!!" teriak mereka bertiga secara bersamaan.


BOOMMMM…


DUARRRR…


TRANGG…BUAKKKHHH…


***


'Hemmm ternyata mereka bertiga lumayan juga dalam hal memimpin' ucap Hiro saat melihat situasi peperangan dari kejauhan menggunakan mata illahi nya.


"LITCH, bersiaplah melakukan serangan. Tunggu para monster mundur terlebih dahulu dan buatlah kemunculan kalian secara dramatis" ucap Hiro melalui telepatinya.


Ternyata yang selama ini bersembunyi dan melakukan pengintaian adalah pasukannya LITCH, beserta dengan para anggota BLACKLIST.


"Perhatian semuanya!!! tuan sudah memberikan perintah untuk bersiap, jangan sampai lengah atau kehilangan fokus karena kemunculan kita harus se dramatis mungkin agar terlihat layaknya pasukan bantuan! apa kalian mengerti?!!!" ucap LITCH dengan keras.


BOM…BOM…BOM…


"Aaarhghh kami mengerti!!!"


"LITCH, sekarang!!!" ucap Hiro.


"Semua pasukan… Maju!!!!" ucap LITCH dengan keras saat mendengar suara Hiro.


"WOAAHHHH!!!"


"SERANG!!!!"


Pada saat yang sama juga para pasukan kerajaan yang berhasil memukul mundur pasukan monster, mereka mengejarnya hingga di kejutkan atas kemunculan pasukan misterius tersebut.


"Jendral, apa itu?!"


"Entahlah, Rion apa kau tahu siapa mereka?" tanya Zigot.


"Tidak, ku kira itu pasukan Argantara" ucap Rion.


"Mana ku tahu, pasukan Argantara semuanya berada di bawah perintahku. Tapi kita harus tetap berhati-hati karena kita tidak tahu mereka musuh atau sekutu" ucap Liga.


"Kau benar… Kemunculan mereka memang akan sangat membantu apabila sekutu tetapi akan sangat merepotkan apabila musuh, kau lihatlah kekuatan mereka sangat mengerikan" ucap Rion.


"Tunggu, apa mungkin…" ucap Zigot yang sepertinya sedang memperkirakan sesuatu.


"Apa kau tahu sesuatu Zigot?" tanya Rion dan Liga.


"Semoga saja apa yang aku perkirakan benar, mereka sepertinya pasukan orang yang bernama Hiro dimana ia adalah tamu istimewa kerajaan Manipeda" ucap Zigot.


"Kalau itu benar maka siapa dia sebenarnya sampai-sampai bisa memiliki pasukan yang sangat kuat begitu" ucap Rion dan Liga.


***


Hiro dari kejauhan tersenyum senang saat melihat strategi nya berjalan lancar.


"Kenapa kau tersenyum?" tanya Pidana saat melihat Hiro yang tiba-tiba tersenyum.


"Pertempuran telah usai, persiapkan saja untuk peristirahatan para prajurit" ucap Hiro kemudian melenggang pergi keluar ruangan.


Para raja saling berpandangan tidak mengerti apa yang Hiro katakan, tetapi raja Pidana dengan cepat menangkap apa yang di maksud Hiro.


"Suruh para pelayan untuk menyiapkan tempat dan makanan untuk para prajurit, karena pertempuran telah selesai kemenangan ada di pihak kita" ucap Pidana.


"Apa?! bagaimana bisa, kita belum memastikannya secara langsung" ucap raja Romania.


"Benar, lebih baik kirim prajurit pengintai dan laporkan semua yang ia lihat di medan perang" ucap raja Argantara.


" Terserah kalian saja mau percaya atau tidak, tapi aku percaya sepenuhnya pada Hiro. Aku keluar duluan karena harus menyambut para prajurit ku yang pemberani dan hebat" ucap raja Pidana mengikuti Hiro keluar dari ruangan.


Raja Romania dan raja Argantara pun tetap mengirim prajurit pengintai karena tidak ingin percaya begitu saja tanpa ada bukti yang jelas.


Tetapi selang beberapa menit kemudian terdengar langkah kaki yang banyak sekali dari arah depan markas utama para raja.


Semua orang melihat hal tersebut begitu terkejut dan tidak percaya karena semua para pasukan kembali dengan selamat tidak ada satupun korban jiwa, mereka hanya mengalami luka-luka ringan saja paling parah hanya patah atau kulit sobek saja.


"B-bagaimana m-mungkin?!" ucap kedua raja itu tidak percaya dengan kembalinya para prajurit dengan selamat.


"Bukankah sudah kubilang percaya saja padanya…" ucap raja Pidana.


"S-siapa dia sebenarnya?" ucap mereka berdua.


Raja Pidana hanya mengangkat kedua bahunya dengan ringan.


Kehebohan tetap terjadi di markas utama, perbincangan para prajurit memenuhi tempat peristirahatan.


Mereka masih tidak percaya dengan pertempuran sebelumnya karena mereka dapat selamat saat melawan ribuan monster.


"A-aku masih belum percaya dengan apa yang kita lakukan sebelumnya?! bagaimana bisa kita selamat?" ucap salah seorang prajurit.


"Benar… Entah mungkin saja Dewa melindungi kita jadi kita semua dapat selamat dari bencana ini" ucap yang lainnya.


Saat para prajurit tengah berbincang-bincang, di lain sisi para pasukan yang membantu mereka tengah berlutut hormat di depan seseorang.


"Kerja bagus LITCH, dan kalian juga murid-murid ku" ucap Hiro yang sedang memberikan sedikit pujian pada mereka.


"Terimakasih tuan!"


"Terimakasih guru!" ucap mereka bersamaan dengan senyum bahagia karena mendengar pujian dari Hiro.


"LITCH, bagaimana menurut mu pasukan ku itu?" tanya Hiro.


"Sangat kuat tuan, bahkan selama saya hidup saya belum pernah melihat pasukan seperti mereka yang tidak takut mati. Bahkan mereka itu yang memakai tombak sangat luar biasa, mereka bisa menjadi penyerang jarak jauh dan juga pertarungan dekat sungguh sempurna" ucap nya sangat mengagumi semua pasukan Hiro.


"Hahaha memang benar untuk saat ini hanya mereka lah pasukan paling lemah yang ku miliki" ucap Hiro dengan tenang.


Sedangkan LITCH, Ryu dan yang lainnya terkejut saat mendengar ucapan sederhana Hiro tetapi tidak memiliki makna sesederhana itu.


'Pasukan ini yang terlemah? bagaimana dengan pasukan tuan yang sangat kuat?' pikir LITCH dan yang lainnya.


"Sudahlah, murid-murid ku kalian pergilah menemui pasukan kerajaan sedangkan LITCH dan pasukan ku yang lainnya kembalilah ke markas BLACKLIST" ucap Hiro.


"Baik tuan, kalau begitu saya mohon pamit undur diri" ucap LITCH memberi hormat kemudian pergi menghilang bersama dengan 3 pasukan besar itu.


Sedangkan para muridnya bersama anggota BLACKLIST terdiam di tempat dan segera pergi juga menuju ke markas 3 kerajaan.


Tentu saja kedatangan mereka di sambut hangat oleh para prajurit, sedangkan oleh orang-orang yang selama ini di markas hanya terheran-heran dan bertanya-tanya siapa mereka itu.


"Jendral? siapa mereka?" tanya raja kerajaan Argantara kepada Liga selaku jenderalnya.


"Ahh Yang Mulia, mereka-lah pasukan yang membantu kami membersihkan para monster yang melarikan diri" ucap jendral Liga.


"Hah? tapi apa kau tahu atas perintah siapa mereka membantu kalian?" tanya raja Romania.


"Kami tidak mengetahuinya Yang Mulia, coba anda tanyakan saja pada raja kerajaan Manipeda karena jendral Zigot sepertinya tahu siapa mereka" ucap jendral Rion.


Kedua raja itu mengangguk dan segera pergi menemui raja Pidana.


"Hemmm? ada apa dengan kalian menemui ku?" tanya raja Pidana.


"Apa kau tahu sebuah pasukan yang tiba-tiba membantu prajurit kita perang? siapa mereka sebenarnya dan atas perintah siapa mereka bergerak?" tanya raja Argantara.


"Benar jangan lah begitu dengan kami, kamu menyembunyikan sesuatu kan? beritahukan lah kami janji tidak akan menyebarkan nya" ucap raja Romania.


"Gara, Rama, bukannya aku berniat tidak ingin memberitahukan nya kepada kalian tetapi orang yang bersangkutan tidak mau identitas nya terungkap" ucap raja Pidana.


"Tapi Dana… Kami harus mengucapkan terimakasih kepadanya secara langsung karena telah membantu kami" ucap Gara raja Argantara.


"Benar apa kata dia, kami bukanlah orang yang tidak tahu diri sampai lupa cara berterimakasih" ucap Rama raja Romania.


"Haishh… Kalau begitu kalian tunggu disini, aku akan mencoba berbicara dengannya tetapi apabila ia tetap tidak ingin bertemu dengan kalian maka menyerah lah" ucap Pidana.


"Baik-baik, terimakasih cepat sampaikan kami akan menunggu disini" ucap Gara dan Rama tersenyum senang.


Raja Pidana hanya menggelengkan kepalanya dan pergi menemui seseorang yang tentunya orang tersebut adalah Hiro!.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...