
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aneh? kenapa dengan kota tersebut sistem, sampai-sampai membuat dirimu keanehan?" tanya Hiro.
{Para penduduknya sama sekali tidak bisa sistem periksa… Bukankah hal tersebut sangatlah aneh tuan? mana mungkin ada yang bisa lepas dari pengamatan mata sistem?}
"Kau benar juga… Tapi bisa saja sih" ucap Hiro.
{Hah sudahlah, mungkin tidak masalah apabila anda singgah di kota tersebut sebentar}
"Matamu!!! periksa yang benar! apa kota itu aman atau tidak" ucap Hiro.
{Aman-aman saja sih selagi anda tidak memancing keributan… Tapi sistem meragukan anda akan hidup dengan tenang}
Hiro bermuka muram karena mendengar perkataan sistem yang memang sebenarnya benar apa adanya.
"Kita singgah sebentar di kota yang ada di depan… Ingat satu hal dari ku, yaitu jangan memancing keributan" ucap Hiro dengan serius menasihati Tutu.
"Baik tuan! saya akan melakukan apa saja yang di katakan oleh anda" ucap Tutu.
Hiro mengangguk puas dan mulai kembali melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti.
Dengan tenang dan pura-pura polos Hiro mendekat ke kota yang telah terlihat di depannya.
Kota tersebut sangatlah indah dan menawan apabila di lihat dari kejauhan, bangunan-bangunan yang tersusun rapi dan warnanya yang sangat bermacam-macam sangatlah estetik.
'Mungkin kalau di dunia ku sebelumnya, kota ini adalah pusat ibukota sebuah negara' pikir Hiro yang kagum dengan keindahan kota tersebut.
'Tapi apa yang aneh dari kota tersebut? padahal terlihat biasa saja' pikir Hiro kembali meragukan perkataan sistem.
Tanpa berlama-lama karena hari mulai gelap Hiro menuju ke pintu masuk kota tersebut.
Dengan penjagaan yang tidak terlalu ketat Hiro dan Tutu dapat akses masuk dengan mudah begitupun Toto yang di anggap hanya seekor peliharaan mereka saja.
"Sungguh indah sekali, dari jauh saja sudah sangat indah tetapi ternyata saat di dalamnya jauh lebih indah" ucap Hiro terkagum-kagum dengan kita tersebut.
"Anda benar tuan… Andaikan saya di hadapkan oleh pilihan untuk tinggal markas BLACKLIST atau kota ini, maka saya akan memilih kota ini" ucap Tutu.
"Saya bercanda tuan…" ucap Tutu yang ciut.
"Oh bercanda, baiklah aku juga bercanda" ucap Hiro dengan tenang tanpa rasa malu.
Tutu menghela nafas lega dan terdiam untuk beberapa saat.
"Di depan sepertinya ada sebuah restoran tuan…" ucap Tutu sambil menunjuk ke sebuah bangunan dengan papan gambar sendok dan garpu.
"Hoo benar, baiklah kita isi perut terlebih dahulu setelah itu berkeliling kota" ucap Hiro.
Tutu mengangguk dan mereka pun menuju ke bangunan tersebut.
Hingga sebuah aroma enak dan gurih menyebar saat mereka baru masuk ke dalam bangunan tersebut.
Aroma tersebut mengundang rasa lapar siapapun yang menciumnya.
"Sepertinya makanan disini enak-enak" ucap Hiro tergiur dengan aroma sedapnya.
"Anda benar tuan… Mencium aromanya saja sudah membuat saya sangat lapar" ucap Tutu.
Mereka pun memesan sebuah meja beserta dengan makanan terbaik restoran tersebut.
Meja yang tersedia untuk mereka berada di pojok ruangan, walaupun begitu mereka tidak mempermasalahkannya dan duduk dengan tenang sambil menunggu makanan mereka datang.
"Pasang telinga mu dengan baik, kita perlu informasi apapun itu" ucap Hiro lewat telepati kepada Tutu.
Tutu mengangguk dan mereka pun mendengarkan setiap perbincangan orang-orang di dalam restoran.
"Hey kamu tahu tidak?"
"Apa?"
"Ada sebuah tempat misterius yang sangat sulit untuk di masuki bahkan untuk penguasa dunia sekalipun!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...