Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Menuju Ke Kerajaan Langit Phoenix


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah 3 jam perjalanan Hiro memerintahkan untuk istirahat terlebih dahulu sambil menikmati pemandangan dimana saat ini ia masih berada di wilayah utara karena masih ada beberapa gunung yang terlihat.


Saat ini pun Hiro dan yang lainnya berada di gunung terakhir yang paling tinggi di antara yang lainnya.


"Berapa lama untuk sampai ke tempat tujuan Ru Jian?" tanya Hiro.


"Hemmm kira-kira 2 hari tuan, tetapi kalau tanpa istirahat mungkin 1 hari bisa langsung sampai" jawab Ru Jian


Hiro mengangguk dan memanggil yang lainnya, "Menurut perkataan Ru Jian, kita akan sampai ke tujuan dalam waktu 1 hari tetapi itu pun tanpa istirahat. Jadi bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan selanjutnya tanpa istirahat, bagaimana apa kalian bersedia?" tanya Hiro pada mereka semua.


Mau bagaimanapun Hiro harus menanyakan dulu pendapat mereka semua.


"Tidak masalah untukku" ucap Ning Quan.


"Aku pun, kita bisa istirahat saja nanti kalau sudah sampai" ucap Yan Xiu.


"Bagaimana dengan kalian?" tanya Hiro pada para pengawalnya.


"Kami akan selalu mengikuti apa kata anda tuan, pendapat anda sama dengan perintah untuk kami" ucap mereka semua.


"Kalau aku setuju, apa kalian sanggup?" tanya Hiro.


"Siap tuan, kami sanggup!" ucap mereka dengan tegas.


"Baiklah kalau begitu sudah jelas, kita akan melanjutkan perjalanan selanjutnya tanpa istirahat sebelum sampai ke tempat tujuan!" ucap Hiro.


"Baik!!" ucap mereka semua. Namun istirahat kali ini di lebih lama kan oleh Hiro sebagai penggantinya.


***


Setelah istirahat selama 1 jam akhirnya mereka semua melanjutkan perjalanan kembali menuju ke wilayah selatan dalam jarak tempuh sekitar 100 km.


Menurut cerita dari Ru Jian tempat tinggal para Phoenix hampir mirip dengan kediaman Naga Api yang di penuhi oleh gunung-gunung merapi, namun yang menjadi pembeda nya yaitu ada nya sebuah pohon besar raksasa yang menjadi titik pusat wilayah Phoenix.


'Ahh pohon raksasa? Jangan-jangan pohon Suci Surgawi?' ucap Hiro.


{Sepertinya begitu tuan... }


"Kita akan memasuki perbatasan wilayah selatan tuan.. kemudian setelah itu kita akan melewati sebuah kota yang sudah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Langit Phoenix" ucap Ru Jian.


"Setelah melewati kota tersebut kita akan memasuki sebuah hutan besar yang sangat luas, tidak mudah untuk keluar dari hutan tersebut karena di penuhi oleh formasi ilusi dan jebakan tuan. Hanya orang tertentu yang tahu titik letak inti formasi tersebut dan bagaimana cara melewati nya" ucap Ru Jian kembali menjelaskan rute perjalanan mereka.


"Kalau begitu kamu tahu caranya?" tanya Hiro.


Ru Jian hanya mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya.


"Apa dia orangnya sebenarnya seorang pemalu?" tanya Hiro pada Ning Quan dan Yan Xiu.


Yan Xiu dan Ru Jian menggelengkan kepalanya, entah kenapa Hiro sepertinya kurang peka.


"Hooo~ hebat sekali, ngomong-ngomong 2 bangunan itu apa?" tanya Hiro.


"Satu bangunan yang besar itu adalah istana pemimpin kota tersebut, sedangkan satunya lagi yang menjulang tinggi adalah tempat kediaman perwakilan dari Kerajaan Langit" ucap Ru Jian menjelaskannya.


"Ahh kalau begitu, ada Phoenix yang tinggal di kota ini?" tanya Hiro.


"Ada, dan ia adalah pamanku-.. ups" ucap Ru Jian.


"Sudahlah Jian, tidak perlu menutup-nutupi nya lagi... Lagipula tuan muda sudah tahu semuanya dari awal kita ke kekaisaran Naga Es, paman Ling San" ucap Ning Quan menghela nafasnya.


Sedangkan Hiro tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, mungkin nona Jian masih ingin bermain" ucapnya.


"Hahh.. baiklah ayo kita lanjutkan saja berjalan masuk ke kota itu" ucap Ru Jian.


Mereka pun menuju ke kota di depannya yang telah di penuhi oleh berbagai macam orang mengantri untuk memasuki kota.


Di depan kota Hiro dapat melihat papan besar yang bertuliskan 'FINIX' di atas pintu gerbang kota.


"Kota Finix? Phoenix?" ucap Hiro.


"Yah begitulah tuan, entah mengapa dan apa alasannya kota ini di beri nama begitu" ucap Ru Jian.


"Yasudah berarti kota ini benar-benar setia kepada kerajaan Phoenix" ucap Hiro.


Saat akan memasuki antrian, mereka di bawa ke area khusus oleh Ru Jian.


"Maaf nona, area VIP... Mohon bisa tolong tunjukkan kartu identitasnya?" ucap seorang prajurit dengan sopan dan ramah.


Ru Jian mengangguk dan mengeluarkan sebuah lencana perunggu dengan sedikit warna perak di tengahnya pada gambar burung Phoenix.


"Ahh anda ternyata nona dari klan terhormat... Maafkan saya karena tidak mengenali anda" ucap prajurit tersebut membungkukkan badannya.


Lalu setelah itu pintunya di buka dan mereka pun masuk dengan cepat tanpa perlu mengantri.


"Memang hebat nona Jian..." ucap Hiro tersenyum kecil.


"Ahh tidak tuan biasa saja... Kalau anda menunjukkan identitas asli anda pun pasti bisa mendapatkan perlakuan yang lebih terhormat daripada saya" ucap Ru Jian.


Hiro hanya tersenyum dan melihat sekitarnya begitu ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang.


"Hemmm ramai sekali, apa ada sesuatu?" ucap Hiro.


"Ahh benar saya lupa... Hari ini adalah hari perayaan berdirinya Kerajaan Langit Agung Phoenix!" ucap Ru Jian.


***


Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.