
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menenangkan diri dan beristirahat tidak terasa matahari sudah menunjukkan eksistensinya dan mulai menyinari seluruh hutan yang sebelumnya gelap.
Pada saat itu terjadi suasana canggung di antara Hiro dan kelompok Tio.
"Terimakasih Hiro, kamu sudah 2 kali menyelamatkan kita..." ucap Tio memulai pembicaraan.
"Dua kali? Perasaan baru sekarang aku menyelamatkan kalian, kapan yang kedua kalinya?" ucap Hiro kebingungan.
"Benar sudah dua kali, yang pertama adalah menyelamatkan kota Tulip" ucap Tio.
"Ahh itu, tidak masalah lagipula aku juga membenci dia karena sikapnya yang menjengkelkan" ucap Hiro dengan datar.
"Walaupun begitu tetap kamu telah menyelamatkan kami, kata terimakasih saja tidak cukup untuk membalas hutang nyawa kami..."
"Jadi kalau ada yang kamu inginkan, katakan saja selagi kami mampu mengabulkannya maka kami akan melakukannya" ucap Tio dengan benar-benar tulus.
"Tidak perlu, kalian cukup temani aku saja menuju ke kekaisaran... Karena akan sangat membosankan apabila berpergian seorang diri".
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian! Sudah ikuti saja perkataanku" ucap Hiro dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu..."
Hiro mengangguk puas dan mulai membereskan tempat tersebut dan pergi melanjutkan perjalanan.
{Tuan}
'Ada apa?'
{Sepertinya salah satu dari 'mereka' sudah mulai bergerak}
'Cih! Tidak bisakah mereka diam saja hingga ajal menjemput? Kalau begini aku juga yang kerepotan' ucap Hiro kesal mendengar pemberitahuan dari sistem.
'Kamu awasi saja dulu sistem kalau pergerakan mereka semakin intens maka tidak ada pilihan lain, aku harus menuntaskannya'.
{Baik tuan}
"Berbicaralah kalau ada yang ingin kamu katakan" ucap Hiro saat melihat Tia yang ingin berbicara tetapi ragu-ragu, karena mungkin ia masih takut dengan Hiro atas kejadian sebelumnya.
"Maaf..."
"Hah?! Maaf apa? Kenapa?" ucap Hiro bingung.
"Maaf karena kami sudah meremehkan mu dan perkataan kami waktu itu terkesan merendahkan dirimu" ucap Tia.
"Tidak masalah, lagipula niat ku awalnya ingin menyembunyikan kekuatanku dan terlihat seperti manusia biasa" ucap Hiro.
"Hmphh tetap saja kami minta maaf"
Untuk kali ini Hiro tidak menjawabnya, hingga 30 menit kemudian akhir hutan tersebut menunjukkan ujungnya.
"Akhirnya kita akan segera keluar dari hutan ini..."
"Dan di depan kita adalah ibu kota kekaisaran" ucap Tio.
Hiro tertegun saat melihat kekaisaran kini mengalami banyak sekali perubahan.
'Hanya 5 tahun sudah berubah seperti ini? Hebat sekali kaisar' pikir Hiro.
"Apa kalian tahu, dimana wilayah duches Yue?" tanya Hiro dengan serius.
"Kami memang pernah mendengar tentangnya dari sebuah rumor tapi kami tidak tahu dimana tempat tersebut berada" jawab Tio.
"Hemmm baiklah, sepertinya kita akan berpisah... Terimakasih" ucap Hiro kemudian pergi dengan cepat meninggalkan mereka yang belum sempat berbicara sepatah katapun.
"Baiklah sistem sekarang tunjukkan arah menuju dunia jiwa..." ucap Hiro yang sudah tidak sabar ingin pulang ke rumahnya.
{Baik tuan...}
"Hemmm aku punya sesuatu ide yang cukup seru sepertinya... Apa mereka akan mengetahui aku disaat menyamar sekarang?"
Hiro mengubah tampilan wajahnya dan postur tubuhnya sekalian, setelah selesai kini Hiro kebingungan untuk masuknya karena terasa sangat jelas bahwa pintu itu tidak bisa memberi jalan pada sembarang orang.
Disaat Hiro sedang berpikir keras mencari cara masuk ke dalam, tiba-tiba kebetulan sekali ia melihat sekelompok orang mungkin dari kekaisaran akan masuk saat ini.
Hiro mengambil kesempatan itu dan dengan cepat tanpa ada yang menyadarinya bahwa ia telah berada di dalam barisan paling belakang mengikuti mereka.
'Mari kita lihat seberapa berkembang nya mereka setelah aku tinggalkan selama 5 tahun ini' ucapnya dalam hati.
Setelah melewati gerbang besar tersebut, Hiro di suguhi pemandangan yang sangat membuatnya tercengang.
Sungguh sangat terlihat sekali perbedaanya di mulai dari banyaknya rumah baru dan orang-orang baru yang tidak Hiro kenal sama sekali.
Bahkan istana yang dulunya menjadi tempat tinggal Hiro, semakin membesar dan luas. Bahkan hampir setara dengan istana kekaisaran.
'Apa benar ini dunia jiwa?!!' ucapnya terkejut dan tidak percaya.
'Apa yang kamu lakukan selama ini Yue? Sungguh di luar ekspektasi ku'.
Membuang segala rasa terkejut, Hiro dengan alami mengikuti rombongan tersebut menuju ke istana.
Mungkin karena penyamarannya yang sangat sempurna orang-orang asli yang telah lama tinggal di dunia jiwa sama sekali tidak mengenalinya.
Tak lama mereka akhirnya sampai di pintu gerbang istana, semuanya di periksa satu persatu dan Hiro dapat lolos dengan mudah karena ia tidak memiliki energi Qi dan Mana yang mungkin saja dapat membahayakan penghuni istana.
Entah mengapa Hiro juga merasa aneh kenapa rombongan orang-orang yang di ikuti olehnya sama sekali tidak menaruh rasa curiga padanya.
'Ahh sudahlah mungkin mereka tidak mempermasalahkannya karena aku manusia biasa' ucap Hiro tidak terlalu memikirkannya.
Pintu istana pun terbuka, mereka langsung memasuki ruang tengah yang di sambut oleh para pelayan dan di arahkan kembali menuju ke suatu ruangan.
Saat sedang berjalan mengikuti para pelayan, Hiro melihat seorang gadis muda yang sangat cantik di jaga oleh beberapa pelayan dan pengawal yang cukup kuat.
Hiro tersenyum lembut melihat gadis muda itu dan tatapan matanya penuh kerinduan.
'Dia tumbuh seperti ibunya, bahkan kecantikannya melebihi ibunya'.
***
Setibanya di sebuah ruangan Hiro di perlihatkan beberapa sosok yang terlihat dari auranya saja sangatlah mengerikan, yaitu Yue, ibunya dan ayahnya.
'Hah, tidak kusangka mereka telah berkembang jauh' ucap Hiro dalam hati saat melihat tingkatan level mereka dari aura mereka yang ia rasakan.
"Jadi ada keperluan apa kalian datang kemari?" ucap Yue dengan dingin dan tegas.
'Uhhh keren sekali Yue-ku!!!' ucap Hiro dalam hati kagum dengan sikap kepemimpinan Yue.
"Maaf kalau kami mengganggu anda Yang Mulia Duchess, maksud kedatangan kami hari ini adalah ingin menyampaikan bahwa keluarga Duke Kellerman mengajukan kembali lamaran kepada anda dan beliau telah mendapatkan ijin dari Yang Mulia Kaisar tetapi di terima atau tidak nya itu hak penuh anda, kaisar tidak akan ikut campur…"
"Maka dari itu kami ingin mendapatkan kembali jawaban anda atas lamaran tersebut…" ucap Mereka dengan sangat sopan dan berhati-hati sekali saat menyampaikan kata demi katanya.
"DITOLAK!" ucap Yue dengan semakin tegas dari sebelumnya, bahkan ia sampai membocorkan aura membunuh yang sangat pekat.
Hal tersebut membuat semua orang ketakutan setengah mati.
"Sudah? kalau tidak ada urusan lagi pergilah dan sampaikan jawaban ku padanya, oh yah tambahkan juga bahwa aku tidak sudi menerima lamarannya lebih baik aku mati daripada menikah dengannya" ucap Yue dengan sangat dingin.
"B-baik".
Mereka pun pergi dengan tertatih-tatih karena kaki mereka masih lemas, tubuhnya masih belum berhenti bergetar.
"Kenapa kau tidak pergi?" tanya Yue saat melihat sosok Hiro yang sedang menyamar masih berada di dalam ruangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung…
Maaf author nya ada urusan...