Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Duke


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"A-anu Yang Mulia Duchess, sebenarnya saya bukan dari rombongan mereka..." ucap Hiro dengan raut wajah ketakutan.


"Hemmm apa maksudmu?" tanya Yue.


"Saya hanya seorang gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal... Tapi saya bisa sedikit bertarung, maka dari itu saya mohon biarkan saya mendaftar menjadi pasukan di wilayah ini" ucap Hiro sambil menundukkan kepalanya.


'Apa Yue akan mempercayainya? Ahh sial harusnya aku memikirkan alasan yang lebih masuk akal dan dapat di percaya' ucapnya dalam hati.


"Hemmmm..."


"Diablo?" ucap Yue dengan tenang.


SWOSHHH...


Tiba-tiba sesosok yang menyerupai manusia tapi memiliki tanduk kecil di kepalanya muncul di depan Yue.


"Saya disini nyonya..." ucapnya dengan sopan sambil membungkukkan badannya.


"Coba kau perhatikan dia apa cocok untuk menjadi pasukan kita? Periksa dengan benar dan teliti" ucap Yue dengan tegas.


"Baik" ucap Diablo, ia membalikkan badannya dan memperhatikan Hiro dengan seksama.


Tatapan matanya seolah-olah menembus jiwa, tajam nan menakutkan. Tetapi Hiro tidak gentar sedikitpun, ia tetap berdiri dengan tenang.


"Hemmm menarik...." ucap Diablo tiba-tiba tersenyum.


"Ada apa Diablo?" tanya Yue.


"Saya tidak dapat menembus lebih dalam lagi nyonya, seperti ada sesuatu yang menghalanginya" ucap Diablo dengan jujur.


"Bagaimana mungkin?!" ucap Yue terkejut tidak percaya.


Diablo itu adalah iblis! Mata iblis lebih jeli dan dapat melihat jiwa mahkluk hidup lainnya tanpa terkecuali, tetapi saat ini mata iblis Diablo seakan-akan tidak berguna.


"Saya tidak berbohong nyonya, ini juga pertama kali- ahh tidak kedua kalinya setelah tuan mata saya menjadi tidak berguna" ucap Diablo dengan serius.


Yue yang mendengarnya pun merubah raut wajahnya menjadi sangat dingin dan serius.


"Apa hubungan mu dengan seseorang yang bernama Hiro?!" ucap Yue.


"S-saya tidak mengerti apa maksud anda Yang Mulia?" ucap Hiro terbata-bata.


"Apa pertanyaan ku kurang jelas? Baiklah akan aku katakan sekali lagi..."


"APA HUBUNGAN MU DENGAN SESEORANG YANG BERNAMA HIRO?!!!" ucap Yue dengan sangat keras dan lantang, hingga seluruh penghuni istana dapat mendengarnya.


Hiro pun sampai menutup telinganya karena teriakan Yue benar-benar sangat kencang.


"S-saya tidak tahu, siapa sosok yang anda sebutkan Yang Mulia" ucap Hiro kembali menjawab dengan terbata-bata dan memasang wajah bingung dan takut.


"Nak, sudahlah sepertinya ia benar-benar tidak tahu anak itu" ucap Ayahnya menenangkan Yue.


Sedangkan istrinya menatap serius ke arah Hiro yang membuatnya sedikit berkeringat.


'Ahh apa ibu mengenaliku? Aku lupa, insting seorang ibu kan sangat kuat!' ucap Hiro dalam hatinya.


BRAK!


Pintu ruangan terbuka dengan sangat keras dan menunjukkan beberapa orang yang masuk dengan tergesa-gesa.


"Ada apa saudari? Kenapa kamu berteriak sangat keras sambil menyebutkan nama dia?" ucap salah satu dari mereka.


'Haishh mengapa jadi merepotkan begini?' ucap Hiro dalam hatinya.


"Tidak apa-apa, aku hanya kelepasan gara-gara mata iblis Diablo tidak berfungsi pada orang itu jadi aku menanyakan apa dia ada hubungannya dengan Hiro" ucap Yue sambil menenangkan dirinya.


"Siapa?"


"Tenanglah tidak ada apa-apa, ini hanya kesalahpahaman" ucap ayahnya Hiro menenangkan situasi.


"Hufftt... Baiklah Diablo kau yang urus orang itu, biarkan dia menjalani ujian masuk sesuai prosedur yang ada" ucap Yue kemudian mengajak semua orang untuk segera pergi.


Sedangkan Diablo menuntun Hiro menuju ke lapangan pelatihan prajurit.


"Nah kalau begitu kita mulai saja tes nya... Pertama-tama tunjukkan kemampuan mu dengan cara mengarahkan sihir pada boneka di depan itu yang menjadi targetnya" ucap Diablo.


"T-tapi saya tidak bisa menggunakan sihir..." ucap Hiro.


"Hemmm kalau begitu kau ikuti tes prajurit garis depan saja"


"Tes nya adalah melakukan duel yang akan di lakukan oleh senior mu, tidak perlu menang asalkan kau di akui oleh lawan mu maka kau lulus" ucap Diablo.


"Baik..."


Diablo langsung memanggil seseorang untuk menguji kemampuan berpedang Hiro.


'Hahh permainan anak-anak...' ucap Hiro dalam hati.


"Anda memanggil saya tuan?" ucap orang yang baru saja datang memberi hormat kepada Diablo.


"Kamu lakukan lah duel dengannya dan kamu juga harus bisa menilai apa orang ini cocok di jadikan prajurit kita" ucap Diablo.


"Baik tuan, akan saya laksanakan!" ucap orang itu dengan sangat serius.


"Kalau begitu, segera mulai saja" ucap Diablo dan ia memasang sebuah penghalang yang cukup luas yang mengurung mereka berdua.


SWOSHHH...


Duel pengujian Hiro pun langsung di mulai, orang yang menjadi lawan Hiro mual melakukan serangan bertubi-tubi bahkan menargetkan bagian titik-titik vital.


"Lumayan" ucap Diablo saat melihat Hiro yang terus menghindar walaupun di serang bertubi-tubi begitu.


Kalau manusia biasa maka sudah pasti orang tersebut akan terkena serangan walaupun sekali, tetapi Hiro menghindarinya dengan sempurna hingga serangan tersebut seolah sia-sia.


'Sudah cukup main-mainnya' ucap Hiro dalam hati sambil tersenyum misterius.


BRUK!


SWOSHHH...


Ia mengeluarkan aura yang sebenarnya dan membuat prajurit tersebut ambruk hingga terjatuh lemas di tanah.


Bahkan Diablo pun berlutut dengan secara di paksakan oleh tekanan yang dikeluarkan aura Hiro.


"I-inii?!!!" ucap Diablo terkejut.


KRAK... PRANGGG!


Penghalang yang Diablo buat hancur seketika dan membuat aura Hiro tersebar ke seluruh penjuru dunia jiwa.


Getaran tanah tiba-tiba terasa oleh semua orang yang membuat kepanikan massal.


"Lama tidak berjumpa Diablo..."


"Dan putriku keluar lah, apa kamu tidak merindukan ayah?" ucap Hiro secara tiba-tiba dan menengok ke suatu arah.


Tap... Tap... Tap...


Sosok gadis muda tiba-tiba berlari dengan sangat cepat dan langsung melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan Hiro sambil meneteskan air mata.


"Hufft, sudah besar tapi masih cengeng apa kamu tidak malu nak?" ucap Hiro terharu.


"A-ayah..."


"Ha'er sangat rindu pada ayah, selama ini Ha'er selalu memikirkan ayah" ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.


"Maaf... Ayah juga terpaksa pergi lama karena ada sesuatu urusan yang sangat penting dan juga ayah sangattt merindukan kamu nak" ucap Hiro sambil memeluk erat putri satu-satunya itu dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.


"Ayah... Tolong jangan pergi lagi, Ha'er tidak ingin di tinggal lagi oleh ayah" ucap Hari memelas.


"Ayah tidak bisa janji, tapi akan ayah usahakan" ucap Hiro.


Pertemuan dramatis antara ayah dan anak membuat suasana menjadi hangat.


{Tuan, aura anda terlalu berlebihan harap tarik kembali secepatnya...}


'Oh benar, baiklah...' Hiro pun langsung menarik kembali auranya hingga tidak meninggalkan jejak sama sekali.


"Pantas saja saat aku pertama kali melihat ayah sangat familiar, aku berpikir itu ayah tapi penampilannya sangat berbeda tapi ternyata itu benar-benar ayah" ucap Hari mengelap air matanya dan menenangkan diri.


"Maaf, ayah hanya ingin memberi kejutan tapi sepertinya gagal" ucap Hiro.


"Tidak, aku sangat terkejut ayah" ucap Hari.


"Oh berarti berhasil?" ucap Hiro tersenyum lembut.


"Humm" ucap Hari mengangguk.


"Hahaha baguslah kalau berhasil".


"T-tuan? Apa ini benar anda?" ucap Diablo yang telah berdiri di saat tekanan aura Hiro menghilang.


"Apa kamu melupakan majikanmu?" ucap Hiro.


"Tidak tuan! Tapi saya benar-benar tidak menyangka anda telah kembali dan juga maafkan saya atas sikap saya sebelumnya" ucap Diablo menundukkan badannya.


"Tidak apa-apa lagipula kamu tidak tahu kan sebelumnya itu aku" ucap Hiro.


"Bagus! Bagus sekali, sekarang dirimu berani menipu kami hah?!" Terdengar sebuah suara yang sangat marah dan terdengar dingin.


"Hah... S-sayang-..." ucap Hiro tertegun saat melihat raut wajah muram mereka semua yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Jangan panggil aku! Bukannya kita tidak saling mengenal?" ucap Yue dengan kesal.


"Hah? Kata siapa?" ucap Hiro ketakutan.


"Nyenyenye! Apa maksud mu menyamar begini hah? Kenapa setiap kamu pulang setelah sekian lama tidak terlihat pasti selalu menyamar seperti ini?" ucap Yue benar-benar marah.


"Kejutan... Aku ingin membuat kejutan" ucap Hiro terbata-bata, ia benar-benar kelabakan lagi kali ini setelah sekian lama tidak melihat Yue marah.


"Kami tidak butuh kejutan dan hal seperti ini! Kami hanya ingin kehadiranmu, kami selama ini menantikan dirimu" ucap Yue yang tiba-tiba melembut dan meneteskan air mata.


"Maaf..." ucap Hiro merasa bersalah.


Tanpa banyak bicara lagi Hiro langsung memeluk Yue dengan erat dan Yue pun membalas pelukannya dengan tangan gemetar. Kelihatan sekali bahwa selama ini ia benar-benar merindukan sosok Hiro.


"Apa kalian tidak ingin memeluk aku?" ucap Hiro saat melihat para wanita lainnya hanya terdiam sambil menatap rindu Hiro.


Mereka pun segera melesat dan bergabung untuk memeluk Hiro.


Tangis haru dan bahagia mereka akhirnya pecah, selama ini mereka selalu berpura-pura kuat dan tegar agar tidak ada yang bisa meremehkan mereka semua.


Begitu pun dengan Yue, ia menutupi kelemahannya dengan cara bersikap dingin dan tegas hingga tidak ada satupun yang berani macam-macam pada mereka semua.


***


Setelah usai melepas rindu, mereka berbincang-bincang bersama dalam satu ruangan. Orang tua Hiro pun ikut berkumpul.


Saat ini Hiro memberitahukan kepada mereka bahwa dirinya telah berpergian menuju ke dimensi lain dan melakukan sebuah ujian dimana hal tersebut tidak bisa di beritahukan secara rinci karena suatu alasan.


Tetapi hanya Yue yang sepertinya mengerti apa yang sedang Hiro bicarakan.


"Hahhh... Akhirnya kamu benar-benar harus seperti ini yah, aku sudah lama menahannya tetapi sepertinya hanya sampai disini saja yah" ucap Yue yang membuat orang-orang semakin tidak mengerti.


"Aku tahu, tapi tenanglah Yue kamu tidak perlu khawatir karena sekarang aku kan sudah kuat" ucap Hiro tersenyum bangga.


"Tapi... Ahh yasudah kalau itu keinginan mu" ucap Yue menghela nafas panjang.


"Tenanglah sayangg, tidak perlu khawatir dan juga kamu kan pasti akan selalu ada di sampingku? Jadi aku agak sedikit lega" ucap Hiro.


"Baiklah tidak masalah, sekalipun diri mu di musuhi seluruh dunia maka aku akan tetap berpihak kepadamu!" ucap Yue dengan serius.


"Terimakasih" ucap Hiro tersenyum senang.


"Hey, hey, hey! apa yang sebenarnya kalian bicarakan?! beritahu kami juga" ucap Elizabeth.


"Hahaha sudah lama sekali kita tidak melihat mereka berdua seperti ini kan saudari? jadi biarkan saja mereka untuk kali ini" ucap Meng Luo.


"Aku memang tidak mengerti tetapi entah mengapa aku cemburu" ucap Cecillia.


"Kamu pasti cemburu karena masih belum terbiasa" ucap Luci.


Semua wanita Hiro menyerukan protes atas sikap mereka berdua yang seakan-akan seluruh dunia milik mereka berdua.


"Hahaha mengapa kalian cemburu? bukankah perlakuan ku kepada kalian selama ini selalu adil?" ucap Hiro.


"Tidak! kamu pasti melupakan kami di saat menemukan wanita baru" ucap mereka semua secara kompak.


Hiro tertegun dan menundukkan kepalanya sambil bergumam, "Apa aku seburuk itu?".


"Hahahaha…" saat melihat reaksi Hiro yang seperti itu seketika tawa riang langsung saja menyelimuti ruangan tersebut.


Hiro pun ikut tertawa pelan dan menikmati hari-hari tersebut dengan sangat bahagia. Tibalah malam yang membuat istana bergetar hingga menjelang pagi, jeritan merdu bagaikan alunan musik yang indah pada malam tersebut.


***


Keesokkan harinya tersebar kabar bahwa ada Duke yang selama ini orang-orang kekaisaran anggap tidak ada, mereka sangat terkejut dan tidak mempercayai rumor tersebut sehingga mereka datang langsung untuk membuktikannya.


Betapa terkejutnya lagi mereka saat melihat sosok pria yang benar-benar duduk di samping Duchess yang selama ini mereka kira masih melajang. Kenyataan kabar itu sangat membuat para penguasa yang telah lama mengincar Yue patah hati dan kesal karena keberadaan Duke yang tiba-tiba muncul begitu saja.


Kemudian mereka melakukan hal kekanak-kanakan seperti pria yang berdampingan dengan Duchess hanya mengincar jabatan dan kekuasaan Duchess saja.


Tentu saja sontak hal tersebut memicu kemarahan orang-orang dunia jiwa, mereka yang telah lama mengabdi pada Hiro sama sekali tidak terima dengan kabar yang beredar di kalangan masyarakat dan para penguasa.


Mendengar berbagai macam keributan yang terjadi tentu saja kaisar tidak tinggal diam, ia secara langsung turun tangan dan menyelidiki asal usul dari rumor tersebut. Mengapa kaisar sampai turun tangan? Itu karena menyangkut dengan dunia jiwa yang selama ini selalu membuat kaisar ingin berhubungan erat, ia tidak ingin hubungannya selama ini tiba-tiba hancur begitu saja hanya karena sebuah rumor tak mendasar.


Walaupun begitu Hiro sama sekali tidak peduli, bahkan setelah ia mendengar rumor itu juga ia tetap acuh tidak acuh karena menurutnya itu hanya permainan anak kecil saja.


"Yang Mulia, apa kita boleh menyerang mereka semua yang membuat rumor tidak masuk akal itu?" ucap Diablo yang sangat marah.


"Apa keuntungan yang kita dapat?" ucap Hiro dengan tenang.


Diablo terdiam saat mendengar pertanyaan tersebut.


"Kalau tidak ada lebih baik kita diam saja karena ketidakpedulian kita saat ini akan sangat menguntungkan nantinya" ucap Hiro.


"Apa itu tuan?" tanya Diablo.


"Kamu akan tahu nanti, tunggu saja" ucap Hiro tersenyum misterius, Diablo hanya mengangguk dan diam kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 Bab menjadi satu...


Author belum mau double up atau crazy up sebelum likenya menyentuh angka 100.


Entah paksaan apa yang kalian buat author tetap tidak mau crazy up. 😑