Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
RAS NAGA MERVINGER


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara para Dewa sedang membunuh pasukan iblis, Hiro dan raja iblis masih belum melakukan pergerakan apapun.


Sedangkan Hiro sendiri malah berbincang-bincang dengan para istrinya.


"Maafkan aku..." ucap Hiro.


"Haishh kenapa harus minta maaf segala? Semua yang kamu lakukan tidak salah" ucap Yue.


"Tapi tetap saja karena aku, kalian jadi harus terseret hal merepotkan seperti sekarang" ucap Hiro.


"Sayang! Sudahlah tidak perlu menyalahkan diri sendiri begitu, lagipula bukan keinginan mu juga kita begini" ucap Yue dengan kesal.


"Hahhh baiklah tetapi aku janji akan menyelesaikan nya sekarang juga, ke depannya kita akan hidup bahagia, tenang, aman dan damai" ucap Hiro.


"Tapi aku tidak yakin takdir akan merubah kehidupan kita semua sayang" ucap Yue dengan senyum kecilnya.


"Kalau tetap begitu, maka aku harus menghadapi sang raja takdir berarti... Lama-lama jadi semakin menyebalkan juga yah yang namanya takdir itu" ucap Hiro.


"Apa aku harus membunuhnya?" tanya Hiro dengan serius.


"Kalau kau mampu, kalau tidak bisa maka konsekuensi nya adalah tidak ada lagi kehidupan untukmu" ucap Yue dengan serius pula.


***


"Tuan... Bagaimana ini, apa kita akan diam saja?" ucap Palaq kepada Memphistopheles.


"Diam saja dulu ikuti alurnya, kamu tidak tahu kan segimana kuatnya orang itu sekarang?"


"Bahkan aku saja tidak yakin bisa mengalahkannya" ucap Memphistopheles dengan tenang.


Tetapi perkataannya tersebut bagaikan guntur di siang hari, mereka semua menatap tidak percaya dengan hal tersebut karena mereka sendiri tahu seberapa kuatnya raja iblis Memphistopheles.


Tetapi kini raja iblis tersebut mengatakan tidak yakin bisa mengalahkannya? Bukankah berarti sosok itu jauh lebih berbahaya lagi di bandingkan raja iblis Memphistopheles.


"Kalau begitu kita bersama-sama saja untuk menyerangnya!" ucap Palaq.


"Kalian akan mati..." ucap FINIS menyambung pembicaraan tersebut.


FORCATIONES dan INSANARE pun mengangguk setuju, karena mereka juga merasakan aura ganas yang sedari tadi keluar dari tubuh Hiro, seolah-olah aura tersebut akan melahap mereka semua.


"Itu adalah aura dari keluarga ras naga MERVINGER..."


"Mereka adalah orang-orang yang selalu memburu para iblis dan melahapnya untuk menjadikannya kekuatan mereka" ucap Memphistopheles.


INSANARE, FINIS dan yang lainnya menatap Memphistopheles.


"Wajar saja kalian tidak tahu, karena Sang Dewa Synhak yang dulu menyegel ku adalah keturunan terakhir mereka. Aku menghabisi seluruh keluarga MERVINGER karena tidak tahan lagi melihat ras iblis selalu saja di buru dan di lahap oleh mereka semua" ucap Memphistopheles.


"Kalau kalian ingin tahu, mengapa kekuatan ku berkurang saat ini... Itu karena sebelum Dewa Naga Synhak menyegel ku, ia terlebih dahulu melahap sebagian kekuatan ku agar saat aku bangkit tidak terlalu merepotkan baginya nanti dan hal itu benar-benar sesuai dengan rencananya!" ucap Memphistopheles menatap tajam ke arah Hiro.


"Apa?! Yang benar saja, ada cerita seperti itu di zaman dulu?" ucap FINIS.


"Tentu saja ada, tetapi Dewa Naga Synhak menurunkan perintah kepada para pengikutnya sebelum ia mati agar jangan sampai cerita tersebut tersebar luas karena di takutkan nya para pendukung diriku tidak merencanakan hal lain seperti memberikan sesembahan untuk menambahkan kekuatan kepada aku sebelum aku bangkit dari penyegelan" ucap Memphistopheles.


Sedangkan Hiro yang merasa sedang di perhatikan oleh seseorang langsung menoleh ke arah para raja iblis dan tersenyum penuh arti.


Para raja iblis yang melihatnya menatap benci Hiro.


"Jadi maksudmu...?"


"Sejak awal kita semua sudah dalam rencananya dan kita semua bergerak di atas telapak tangannya" ucap Memphistopheles.


***


{Kakak... Sepertinya raja iblis Memphistopheles sudah menyadarinya}


"Haha biarkan saja karena semuanya sudah berjalan sesuai rencana..." ucap Hiro tertawa ringan.


{Hahh kamu benar-benar jenius dan tidak terduga... Sebenarnya kalau begini kamu hampir sebanding dengan sang raja takdir}


"Benarkah? Menurutku tidak, raja takdir lah yang mengikuti rencana ku... Tetapi aku tidak tahu nanti kedepannya apakah ia akan ada di pihak ku atau tidak" ucap Hiro dengan tenang.


{Ayah sedang tersenyum melihat mu... }


"Cihh pria tua itu hanya bisa melihat saja, suruh dia kemari dan bantu aku" ucap Hiro.


{Tidak bisa begitu... Kalau ayah sampai ikut campur langsung, maka tatanan alam semesta akan hancur dan sang raja waktu-takdir akan mengamuk}


"Hahhh dasar 3 Dewa pengganguran, enak sekali jadi mereka... Hanya perlu melihat dan tidak perlu melakukan apapun sepanjang hidupnya" ucap Hiro.


Suara ledakan terakhir yang Hiro dengar dari luar barrier, menandakan bahwa para dewa dan Dewi telah selesai menjalankan tugasnya.


Hiro tersenyum dan langsung melepaskan kembali barrier nya, saat itu ia melihat tumpukan mayat menggunung di satu tempat epertinya sengaja di kumpulkan. Dewa Matahari pun menggunakan api di tangannya dan melemparkannya kepada para mayat itu membakarnya hingga menjadi abu.


Para raja iblis melihat hal itu mengepal kan tangannya dengan kuat dan menggertakkan giginya.


Ras mereka di bantai dengan begitu mudah dan di bakar di hadapan mereka semua, tentu saja hal tersebut memancing amarah para raja iblis.


"Apa kalian sudah puas hah?!" teriak INSANARE.


Hiro menatap aneh raja iblis tersebut dan dengan tenang berkata, "apa ada yang salah disini?"


"Perang sudah pasti menimbulkan korban jiwa dan hal tersebut tidaklah mungkin sedikit, jadi mengapa kamu marah?" tanya Hiro.


"Tetapi hanya pasukan kami saja yang terbantai !" ucap INSANARE.


"Oh salahkan saja kepada pemimpinnya karena tidak mampu melindungi pasukannya" ucap Hiro.


"Sialan!!! Bukankah ini semua karena mu?!"


"Terus mengapa kalian begitu menurut sekali, seperti hewan peliharaan?" ucap Hiro.


"Ehh memang sh kalian cocok jadi hewan peliharaan" ucap Hiro yang menyebabkan seluruh orang tertawa terbahak-bahak.


"Sialan!" teriak INSANARE.


"Hemmm sudahlah mari kita mulai saja pertarungannya..."


"Kalian mundur saja, biarkan aku sendiri melawan mereka" ucap Hiro kepada para pasukannya.


"Apa kamu yakin bisa mengatasinya?" tanya Dewa Matahari.


"Tidak perlu khawatir... Kekuatan ku sudah kembali" ucap Hiro kemudian mengeluarkan seluruh auranya yang sangat tebal dan pekat.


Aura tersebut berbagai warna variasi, warna merah menandakan kekuatan Naga nya, warna putih dan emas menandakan kekuatan Dewa nya dan terakhir warna hitam sebagai kekuatan Iblis nya. Apabila orang normal biasa tidak mungkin bisa memiliki sekaligus energi-energi tersebut terutama energi iblis dan naga dalam satu tubuh. Karena apabila terdapat di tubuh orang normal biasa maka tubuh orang tersebut akan meledak akibat perseteruan yang berasal dari energi bertolakbelakang tersebut.


Melihat dan merasakan secara langsung aura Hiro membuat mereka semua tertekan. Karena apa yang di rasakan oleh mereka adalah rasa hormat sekaligus ketakutan yang tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.


Bahkan Dewa Matahari sendiri merasakan merinding saat melihat aura Hiro.


"Benar-benar... Di luar nalar..." ucapnya dengan tertegun.


Para raja iblis pun tertegun merasakan aura Hiro, karena aura energi iblis yang keluar dari tubuhnya benar-benar melebihi ekspektasi mereka sendiri.


Terutama Memphistopheles yang sangat benci saat merasakan energi Iblis tersebut karena ia merasakan adanya sebagian kekuatannya yang terkandung di dalam aula Hiro.


"Benar-benar menyebalkan... " ucap Memphistopheles.


"Jadi apakah kalian masih meragukan aku?" tanya Hiro sambil tersenyum kecil.


"Hahhh baiklah kamu boleh atasi sendiri, kami tidak akan mengganggu" ucap Dewa Matahari langsung duduk ditempat dan di ikuti oleh yang lainnya.


Hiro tersenyum senang dan langsung melangkahkan kakinya mendekati para raja iblis yang sedari tadi menatap tajam ke arahnya.


Tapi tiba-tiba Yue, Elizabeth, Meng Luo, Cecillia, Luci dan Rachel mengikutinya dari belakang.


"Jangan larang kami untuk ikut bersama mu..." ucap Elizabeth.


"Kami tidak menerima penolakan" ucap Meng Luo.


Yue hanya tersenyum manis dan memegang tangan Hiro.


"Kami akan membantu mu, kami tidak akan dan tidak mau menjadi beban... Kalaupun kami kalah dan mati di medan perang ini, maka percayalah di kehidupan selanjutnya kami pasti akan selalu bersama mu kembali" ucap Yue dengan lembut.


Di rayu sedemikian rupa akhirnya Hiro luluh dan mengijinkan mereka untuk ikut bertarung bersamanya.


"Jangan sampai kalian meninggalkan aku duluan... Kita hidup bersama maka mati pun harus bersama" ucap Hiro.


"Baik"


"Tentu saja" ucap mereka semua.


***


Kalau like nya tembus 100 dalam sehari dan komen nya minimal 20, author janji akan crazy up seminggu full !!!


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...