Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Klan Jing Dalam Bahaya!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suram, mencekam dan menakutkan begitulah gambaran dari suasana di dalam restoran tersebut, mereka di buat tidak bisa bernapas karena sesak di tekan oleh aura yang Hiro keluarkan, walaupun begitu aura yang Hiro keluarkan bukan lah aura yang sesungguhnya tetapi hanya secuil dari yang ia punya.


Pletakk…


Suara yang nyaring terdengar saat suatu benda yaitu sendok mengenai kepala Hiro.


"Sudah kubilang jangan terlalu menarik perhatian sayang~…" Ucap Yue berdiri dan berjalan ke arah dengan senyum manis di wajahnya mengambil kembali sendok yang ia lemparkan.


Keheningan terjadi rasa ngeri dan takut yang semua orang rasakan sedari tadi menghilang begitu saja saat ini mereka berusaha keras untuk menahan tawanya.


"Hahhh baiklah-baik… Tapi boleh aku membunuhnya?" Tanya Hiro memalingkan pandangannya dan menatap Yue yang sedang duduk dengan tenang di mejanya.


"Terserah tetapi jangan mengeluarkan aura itu lagi" Ucap Yue dengan mengangguk ringan.


Hiro pun mengangguk dan menarik kembali semua auranya.


"Baiklah karena aku tidak di ijinkan untuk bersenang-senang jadi dengan kelapangan hati ku yang begitu luas memutuskan untuk membunuh mu dengan cepat" Ucap Hiro kemudian ia memukul pemuda yang terkulai lemah di lantai.


Duarrrr… Croottt…


Seketika tubuh pemuda tersebut meledak, darah dan daging berceceran kemana-mana membuat mereka semua yang melihatnya mual tidak tertahankan.


Setelah selesai membersihkan 'sampah' yang mengganggu Hiro kembali ke tempatnya dan seperti tidak ada yang terjadi apapun.


Semua orang pun bubar meninggalkan restoran karena tidak ingin terlibat lebih jauh dengan aksi Hiro.


Sedangkan pihak restoran pun ragu-ragu untuk menemui Hiro dan Yue.


Tanpa ada yang mengganggu Hiro dapat makan dengan tenang dan damai.


Setelah selesai makan, Hiro pergi ke meja resepsionis untuk membayar makanannya.


Disana ia melihat para pelayan restoran gemetar ketakutan melihat dirinya, tetapi Hiro tersenyum lembut dan berkata dengan suara lembut, "Permisi, aku ingin membayar tagihan makananku, dan juga ini uang kompensasi atas apa yang aku lakukan tadi".


Hiro menyerahkan dua kantong sedang berisi koin emas, setelah itu ia pergi tanpa memperdulikan ada kembaliannya atau tidak, ia keluar dari restoran itu bersama Yue.


"Jadi bagaimana rencana selanjutnya sayang?" Tanya Yue.


"Hmmmm entahlah sepertinya rencana yang sebelumnya tidak akan berjalan lancar jadi kita perlu menyusun ulang rencana" Ucap Hiro sambil melihat-lihat sekitaran kota.


"Menurutku yah ini mah lebih baik kita pergi dulu dari sini karena tindakan kamu sebelumnya juga pasti akan menimbulkan kekacauan di kota ini dan kekacauan tersebut juga pastinya akan berefek terhadap orang-orang Klan Si, jadi kita bertindak seperti menyiksa terlebih dahulu sebelum membunuh" Ucap Yue dengan senyum manisnya.


"Hm bagus juga ide mu, tapi harus pergi kemana kita?" Ucap Hiro.


"Entahlah itu terserah kamu saja" Ucap Yue mengangkut kedua bahunya.


{Tuan?}


'Hmm sistem ada apa?'


{Apa anda melupakan sesuatu?}


'Lupa? apa itu?' Ucap Hiro yang kebingungan.


{Bukankah anda sebelumnya sudah berjanji akan membantu klan Jing untuk menemukan pengkhianat disana?}


Mendengar hal tersebut Hiro membeku terdiam.


"Sial aku lupa!" Ucap Hiro yang terkejut.


"Ada apa sayang?" Tanya Yue yang heran kenapa Hiro berteriak terkejut seperti itu.


"Kita harus kembali ke klan Jing, karena aku sudah berjanji akan menemukan pengkhianat disana" Ucap Hiro yang tergesa-gesa.


"Benar juga kenapa kamu melupakan hal sepenting itu?" Ucap Yue.


"Sudah diam, kita harus segera kembali" Ucap Hiro kemudian menggunakan teknik teleportasi nya segera menuju ke klan Jing.


'Semoga tidak terjadi sesuatu disana' Ucap Hiro dalam pikirannya.


Klan Jing


Kekacauan tengah terjadi di klan Jing setelah kepergian Hiro.


Para pengkhianat klan yang sebelumnya bersembunyi kini menampakkan diri mereka dan mulai melakukan pemberontakan dengan tiba-tiba, hal tersebut membuat patriak dan tetua yang lainnya kerepotan, mereka berusaha keras untuk bertahan.


"Hahaha Jing Tao, era kekuasaan dirimu telah berakhir kini menyerahlah, maka akan aku pertimbangkan untuk membunuh mu" Ucap seorang tetua klan Jing.


"Sial! aku tidak menyangka kau akan melakukan perbuatan keji begini!" Ucap patriak yang marah dan kecewa ternyata dalang pemberontakan tersebut salah satu dari orang yang ia percaya.


"Hahaha aku berterimakasih kepada mu dan putrimu karena kalian membawa bocah bernama Hiro itu untuk meningkatkan kekuatan ku dan pasukanku" Ucap nya tertawa senang.


"Kenapa kau melakukan ini Jing Ye! aku sudah sepenuhnya percaya kepadamu tetapi kenapa kamu berkhianat!" Ucap patriak marah.


"Hey hey tidak perlu semarah itu… Dari dulu ini memang sudah ku rencanakan tetapi karena kekurangannya kekuatan jadi aku harus menunggu dengan sabar dan pada akhirnya takdir memihak kepadaku saat inilah yang tepat untuk menyingkirkan mu" Ucap tetua Jing Ye.


"Sial!… Semua nya bertahanlah jangan sampai kalah!" Ucap patriak menyemangati pasukannya.


Tetapi karena pasukan lawan lebih unggul dalam jumlah, pasukan Patriak pun di buat kewalahan.


"Patriak kalau seperti ini terus kita akan kalah" Ucap tetua agung dengan khawatir.


"Kalau saja ada tuan Hiro, mereka semua pasti tidak akan seberani ini dan melawan mereka kita tidak akan kesulitan" Ucap Patriak.


"Ayah… " Ucap Jing An dan Jing Li.


"Syukurlah kalian baik-baik saja" Ucap patriak senang saat melihat kedua anaknya.


"Mereka terlalu banyak kita tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi" Ucap Jing Li yang khawatir.


"Ayah, Jing Li dan kalian semua pergilah biar aku menahan mereka agar kalian dapat melarikan diri" Ucap Jing An dengan erat menggenggam senjatanya.


"An'er! Tidak boleh! kalau kita pergi maka harus bersama-sama" Ucap Patriak dengan tegas tidak ingin anaknya berkorban.


"Tapi tidak ada cara lain ayah! Lagipula aku bisa menahan mereka karena guru jadi aku tidak ingin guru kecewa karena tidak bisa menahan mereka!" Ucap Jing An dengan tegas juga.


Dari tatapannya Jing An terlihat tidak ada rasa takut sama sekali.


"Tapi nak…" Ucap Patriak khawatir.


BOOMMMM…


Suara ledakan keras tiba-tiba terdengar membuat kekacauan terhenti sesaat.


Tiba-tiba sebuah suara yang terdengar dingin terdengar oleh semua orang.


Mereka melihat ke arah sumber suara dan melihat seorang pemuda tampan bersama seorang wanita berdiri dengan tegak di atas mereka semua.


Tatapannya yang tajam membuat siapapun yang melihat akan merasakan ketakutan yang begitu dalam.


"Sungguh-sungguh sangat berani sekali kalian…" Ucap Hiro yang telah tiba dengan tepat waktu.


Ia bersyukur sekali karena sistem mengingatkan nya.


"Karena kalian telah bertambah kuat jadi berani sekali melakukan tindakan seperti ini? Sungguh tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih sekali" Ucap Hiro dengan dingin.


"Tuan Hiro, Guru!" Ucap Jing An, Jing Li dan Jing Tao.


Mereka sangat gembira saat melihat Hiro telah datang, sebelumnya mereka telah berputus asa tetapi setelah melihat adanya Hiro semangat juang mereka kembali membara.


"Kalian diam saja, biar aku yang mengurusi mereka" Ucap Hiro melihat ke arah mereka.


Mereka bertiga hanya mengangguk tidak berani membantah.


"Cepat katakan kepada ku, dengan cara apa kalian ingin mati? Di bakar, di hancur leburkan atau di mutilasi?" Ucap Hiro dengan mengeluarkan aura yang sangat-sangat besar, yang membuat siapapun merasakannya akan sangat tertekan dan tidak dapat bergerak sama sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like nya di banyakin lagi, biar author semangat up nya 😕