
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tentu saja Hiro dengan senang hati menuruti apa yang Yue katakan, karena dengan begitu kerajaan,- ah tidak bukan maksudnya kekaisaran Harem yang ia impikan akan segera di terwujudkan.
Yue menggelengkan kepalanya saat melihat wajah Hiro yang penuh dengan senyuman menjijikkan.
"Tetapi jangan berlebihan! kamu harus meminta ijin kepada yang lainnya karena setiap wanita pasti memiliki pikiran yang berbeda tidak seperti ku yang tidak terlalu peduli mau berapa wanita yang kamu miliki asalkan aku tetap yang pertama" ucap Yue.
Tetapi Hiro tidak mendengarkan nya, karena ia langsung pergi dalam pikiran membahagiakan.
Kepergiannya Hiro yang seperti membuat Yue kesal, tetapi karena orang yang membuatnya kesal telah pergi Yue pun memberitahukan kepada para saudarinya tentang Hiro yang sedang dekat dengan suatu wanita.
Dan seketika aura mengerikan keluar dari Elizabeth, ia mengerutkan dahinya. "Kenapa dia tidak memberitahukan nya kepada kami?" ucap Elizabeth.
"Tidak tahu…" ucap Yue.
Meng Luo hanya terdiam sambil tersenyum manis, "Sepertinya kita perlu membicarakan ini dengannya' ucap Meng Luo.
Hawa dingin membuat bulu kuduk mereka berdiri di saat melihat senyum yang sangat manis tertera di wajah Meng Luo.
"Ha-ha-ha benar sekali apa yang di katakan saudari Meng Luo" ucap mereka berdua terbata-bata.
***
Hiro pun yang saat ini tengah mencari-cari gadis dark elf tiba-tiba merasakan hawa dingin.
'Firasat buruk! aku tidak boleh lengah' pikir Hiro saat merasakan hawa dingin tiba-tiba di belakang lehernya.
Tetapi selang beberapa jam tidak ada apapun yang terjadi membuat Hiro kebingungan dengan apa yang ia rasakan sebelumnya.
'Aneh sekali, menurut pengalaman ku tadi adalah sebuah pertanda akan ada sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi tidak ada apa-apa' pikir Hiro.
Ia pun bersikap normal kembali dan melupakan pikiran buruknya. Ia telah mencari kemana-mana gadis dark elf sebelumnya tetapi tidak ada satupun jejak keberadaan dirinya.
"Ahh aku lupa sialan!…"
"Sistem dimana gadis dark elf yang sebelumnya?" ucap Hiro. Ia melupakan sesuatu yang penting yaitu sebelumnya ia telah menyimpan alat yang dapat mengetahui gadis dark elf itu berada dan ia menyuruh sistem untuk selalu mengawasinya.
{arah timur 100km dari tempat anda saat ini}
"Gila! jauh sekali" ucap Hiro terkejut, pantas saja ia tidak bisa menemukannya karena gadis dark elf tersebut telah keluar dari wilayah kekaisaran.
Takut akan semakin jauh kalau ia menunda-nunda, maka Hiro dengan segera pergi ke arah yang sistem tunjukan.
Hanya butuh 30 menit kurang Hiro telah dapat melihat keberadaan gadis dark elf tersebut.
Ia sedang bersama dengan seseorang yang misterius, dan juga ada suatu penghalang yang mencegah pembicaraan mereka terdengar.
Tetapi karena mencegah agar dirinya ketahuan, Hiro hanya berdiri jauh dari titik terlihat oleh mereka berdua.
'Sepertinya akan ada sesuatu yang menarik terjadi di dunia ini… Tetapi masalah yang ada juga belum terselesaikan kini ada masalah lagi' pikir Hiro yang sudah sangat lelah mengurusi berbagai masalah.
Setelah selang beberapa menit kemudian, akhirnya sosok misterius yang bersama dengan Luci si gadis dark elf itu pergi dan Hiro pun mendekati Luci secara alami seperti terkejut karena bertemu kembali.
"Luci?! oh sungguh takdir mempermainkan kita! senang bertemu dengan mu kembali" ucap Hiro tersenyum senang.
Luci pun terkejut dan khawatir Hiro melihat semuanya.
"Sejak kapan anda berada di sini tuan Hiro?" tanya Luci berhati-hati.
Hiro yang melihat itu paham dan menyembunyikan nya agar Luci tidak menjaga jarak dengannya.
"Aku? baru saja sampai… Tadi aku tersesat dan dari kejauhan aku melihat mu jadi langsung kemari saja" ucap Hiro polos se-polos mungkin.
Luci awalnya ragu tetapi saat melihat wajah Hiro yang seperti tidak berbohong maka ia pun percaya begitu saja.
Hiro pun berbincang-bincang dengan hangat dan bertanya kenapa Luci pergi meninggalkan wilayah kekaisaran.
"Aku sedang ingin berburu monster" ucap Luci.
Hiro tahu bahwa Luci berbohong tetapi ia tetap mengangguk dan mengajaknya untuk berburu bersama.
Seharian itu Hiro habiskan berduaan bersama Luci yang membuatnya semakin menempel pada Hiro.
Hari mulai menjelang malam Hiro dan Luci kembali ke kota terdekat dengan tempat tersebut dan berniat untuk memesan hotel atau penginapan, begitupun dengan Luci.
Setelah memesan kamar, ah tidak maksudnya setelah memesan dua kamar yang berbeda Hiro dan Luci kembali berjalan bersama-sama di kota tersebut.
Malam tersebut Hiro membuat Luci semakin dekat dengannya. Hal tersebut agar ia mendapatkan informasi rencana apa yang sedang siapkan dengan sosok misterius yang selalu bertemu dengannya.
{Tuan ada dua sosok yang bersembunyi sedang mengamati anda sedari tadi}
'Hmmm dimana?' tanya Hiro.
{Sudut restoran dan juga di dekat pintu masuk}
Hiro pun berpura-pura melihat ke arah tersebut sekilas saja dan benar saja ternyata mereka memalingkan tatapannya saat Hiro melihat ke arah mereka.
Tetapi Hiro kembali bersikap normal seperti tidak ada apapun agar mereka tidak mencurigai dirinya dan menjaga jarak.
'Kamu benar sistem… Apa bisa di cari siapa mereka sebenarnya?' ucap Hiro.
{Tidak di ketahui tuan… Lagipula untuk apa sistem melakukan hal murahan seperti itu? males banget}
Hiro tersedak saat mendengar perkataan sistem. Ia benar-benar tidak menduganya bahwa sistem akan sangat emosional.
'Kenapa sikap mu berbeda banget dengan waktu awal aku bereinkarnasi?' ucap Hiro.
{Waktu itu sistem mendapatkan suatu batasan dalam bertindak dan berucap tetapi sekarang sudah tidak lagi, sistem dapat melakukan apapun dan tidak menuruti kemauan anda pun sistem bisa melakukannya}
'Bahaya kalau begitu!' ucap Hiro.
{Bercanda tuan… Mana mungkin sistem tidak menuruti anda, kalau seperti itu mungkin sistem sudah di hancurkan oleh t-…}
{…}
Tiba-tiba suara sistem lenyap dan hanya meninggalkan sepenggal perkataan yang sangat membuat Hiro penasaran.
'Apa maksud nya?' pikir Hiro.
"Tuan? tuan Hiro?!" ucap Luci menyadarkan Hiro dari lamunannya.
"Ahh maaf aku sedikit mengantuk" ucap Hiro.
"Ahh kalau begitu kita kembali saja ke hotel" ucap Luci.
Hiro hanya mengangguk dan mengikutinya, semua bayarannya di tanggung oleh Hiro.
Setelah kembali ke hotel, Hiro dan Luci masuk ke ruangannya masing-masing untuk beristirahat.
Tetapi Hiro hanya terdiam sambil memikirkan apa yang di maksud oleh sistem. T? siapa itu orang yang berinisial T?.
Karena merasakan pusing efek minuman beralkohol, Hiro pun mengistirahatkan tubuhnya.
Tanpa ia ketahui bahwa keberadaan sistem saat ini sedang di hukum oleh seseorang karena hampir membicarakan sesuatu yang di larang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like dan komen pokoknya!