
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
'Sepertinya mereka membicarakan tentang saat aku memasuki dunia ini' pikir Hiro saat mendengar percakapan mereka.
{Anda di anggap anomali tuan di dunia ini}
'Cihh walaupun sedikit menyebalkan tetapi sepertinya itu benar' ucap Hiro.
Setelah beberapa saat kemudian pesanan Hiro telah di antarkan oleh pelayan sebelumnya.
Makanan dan minuman berbagai jenis tersedia di meja Hiro sampai ia pun kebingungan bagaimana cara menghabiskan nya.
"Haishh bagaimana caranya aku menghabiskan ini semua?" ucap Hiro.
Hiro kemudian memanggil kembali pelayan yang tadi mengantarkan pesanannya.
"Apa aku boleh meminta mu untuk memanggil anak-anak jalanan atau pengemis untuk makan bersamaku menghabiskan ini semua?" tanya Hiro.
Gadis pelayan itu tertegun saat mendengar bahwa Hiro akan makan bersama dengan orang-orang rendahan yang di luar sana? ia menatap aneh Hiro tetapi tatapannya bukanlah menghina melainkan seperti tidak percaya bahwa masih ada orang seperti Hiro.
Ia pun mengangguk dan mulai keluar mencari siapapun itu mau itu pengemis atau apapun akan di bawa olehnya.
Hiro menunggu dengan tenang di dalam restoran dan ia pun menjadi pusat perhatian karena melihat berbagai makanan dan minuman di mejanya yang terbilang harganya sudah pasti sangatlah mahal sekali.
"Tuan… Saya membawa beberapa anak-anak jalanan yang terlihat di depan" ucap seorang pelayan kembali bersama 3 orang anak seusia 9-10 tahun.
Hiro tersenyum dan mengangguk, "Duduklah bantu aku menghabiskan ini semua" ucapnya dengan ramah.
Para anak-anak tersebut awalnya ragu-ragu tetapi dengan di yakinkan oleh pelayan itu barulah mereka memberanikan diri untuk duduk di kursi yang telah di sediakan.
"Terimakasih dan ini untuk hadiah mu karena telah melayani ku dengan baik" ucap Hiro memberikan beberapa keping emas kepada pelayan tersebut.
"Terimakasih banyak tuan!" ucap pelayan tersebut dengan bahagia menerima koin emas yang terbilang sangat banyak apabila di bandingkan dengan gajinya kerja di restoran tersebut.
Hiro hanya mengangguk dan memperhatikan ketiga anak yang sedari tadi terdiam.
"Kenapa kalian diam saja? silahkan di makan, aku tidak mampu menghabiskan ini semua" ucap Hiro.
Tetapi mereka masih berdiam diri, Hiro menyadari sesuatu ia pun makan terlebih dahulu barulah setelah itu para anak-anak itu berani makan walaupun sedikit demi sedikit.
{Selamat tuan! anda mendapatkan hadiah 10.000 poin sistem karena berbuat kebaikan di dunia baru}
'Hmmmm? poin sistem? bukankah sudah unlimited?' ucap Hiro dalam hatinya.
{Itu hanya berlaku galaksi Bimasakti saja tuan}
'Haishh benar-benar di mulai dari awal' ucap Hiro.
Setelah beberapa saat kemudian makanan yang begitu banyak di meja Hiro kini hanya tersisa piring-piring kotornya saja.
Para anak-anak yang makan bersamanya pun bersendawa kekenyangan.
"Sudah kenyang? kalau belum pesan lah lagi" ucap Hiro dengan hangat.
Anak-anak itu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menundukkan kepalanya sebagai tanda terimakasih.
"Kenapa kalian tidak berbicara?" ucap Hiro heran.
Ketiga anak itu saling berpandangan seperti kebingungan untuk menjelaskannya.
Hiro pun mendekati mereka dan menyodorkan telinganya, "Berbicaralah" ucapnya.
Salah seorang anak mengangguk dan berbisik pelan di telinga Hiro.
"Kami bukan tidak bisa berbicara tuan tapi setiap kami berbicara ataupun mengeluarkan 1 huruf saja maka pasti akan ada sesuatu yang terjadi" ucapnya pelan dan bergetar ketakutan.
Hiro pun terkejut mendengarnya, ia menatap mereka untuk memastikan apa itu benar dan mereka pun mengangguk pelan sambil ketakutan.
'Bagaimana bisa begitu sistem? siapa mereka sebenarnya?' tanya Hiro.
{Mohon tunggu sebentar tuan… Berikan sistem waktu 1-2 hari untuk mengindentifikasi identitas mereka tetapi untuk sekarang anggap saja mereka anak-anak biasa}
"Ini bukan salah kalian, tenang saja aku pasti akan membantu kalian" ucap Hiro dengan serius.
Ia benar-benar mendapatkan sesuatu yang menarik kali ini, baru saja sampai di dunia baru telah menemukan sesuatu yang luar biasa menurutnya.
Hiro memegang tangan ketiga anak itu dan menghilang dari restoran tersebut dan tidak lupa juga Hiro menjatuhkan kantong kecil berisi puluhan koin emas sebagai bayaran makanannya.
Hiro pergi sedikit menjauhi desa dengan bersama ketiga anak-anak yang pelaku dari terjadinya kejadian aneh di desa.
"Hahhh syukurlah aku membawa kalian tepat waktu kalau tidak, mungkin dewa itu sudah terkubur tanah" ucap Hiro.
Ia melihat kebelakang yang asalnya hutan berubah menjadi jurang yang begitu dalam sampai tidak terlihat dasarnya sama sekali.
'Apa-apaan ini?' pikir Hiro kebingungan karena menurutnya kejadian tersebut sangat tidak masuk akal.
{Menurut persepsi sistem, mereka adalah calon penyihir tingkat lanjut atau The Lord Magician}
'Hmmm jadi mereka adalah bibit penyihir unggul? karena mereka masih kecil jadi belum bisa mengontrol dengan baik kemampuannya tersebut?' ucap Hiro.
{Anak perempuan itulah penyebab kejadian ini tuan}
'Jadi kejadian ini adalah berasal dari anak perempuan ini?' ucap Hiro sambil memperhatikan anak tersebut.
Anak perempuan itu sangatlah kecil, lucu dan mungil sangat tidak menggambarkan bahwa ia memiliki kemampuan luar biasa hebat.
"Apa kamu tahu apa saja kemampuan mereka sistem?" tanya Hiro.
{Sedang di usahakan tuan, mohon tunggu sebentar…}
{Berhasil di temukan…}
{Anak perempuan itu dapat mengubah setiap perkataannya menjadi mantra yang hakikatnya adalah sebuah kunci untuk mengaktifkan sihir…}
{Anak laki-laki yang bertubuh kecil dan tinggi memiliki aliran energi mana yang melimpah ruah di dalam tubuhnya hingga apapun yang ia pikirkan dengan fokus maka hal tersebut bisa menjadi kunci sihirnya…}
{Sedangkan anak laki-laki yang berambut panjang dan pendek memiliki kemampuan mengontrol energi mana di sekitarnya ataupun energi mana milik musuh hingga ia bisa membunuh tanpa menyentuh}
"Wow!" ucap Hiro terkejut dan kagum saat mendengar penjelasan bahwa ketiga anak ini memiliki potensi yang luas biasa di masa depan nanti.
'Aku harus membuat mereka berada di pihak ku!' pikir Hiro.
"Anak-anak, siapa nama kalian?" tanya Hiro sambil tersenyum hangat.
Mereka menggelengkan kepalanya tidak mau berbicara dan Hiro pun melakukan sesuatu.
"Skil Creation : Anti Magic!"
SWOOOOSSHHH…
Sebuah pelindung kasat mata mengurung mereka berempat.
"Jangan khawatir sekarang sudah baik-baik saja, untuk saat ini kalian bisa berbicara seperti biasa" ucap Hiro.
Mereka ragu-ragu dan tidak percaya dengan ucapan Hiro.
Sedangkan Hiro menggelengkan kepalanya karena baru kali ini ia merasakan tidak di percaya karena sebelumnya apapun yang ia katakan pasti akan menjadi suara seluruh dunia.
"Aku bersumpah tidak akan ada yang terjadi walaupun kalian berteriak keras sekalipun" ucap Hiro dengan serius berusaha meyakinkan mereka.
Anak-anak itu saling berpandangan dan mengangguk mencoba mempercayai Hiro.
"Namaku Ryu tuan"
"Namaku Toru tuan"
"Namaku Lalita tuan"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...