Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Dunia Mimpi Dan Peri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


3 hari Hiro habiskan hanya untuk mencari goa di pedalaman hutan.


"Sialan, dimana sebenarnya goa itu sistem?! Sudah seharian ini aku cari ke penjuru hutan sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaannya" ucap Hiro yang kesal.


{Rahasia tuan... Kalau di beritahu tidak akan menarik sama sekali}


"Sudah 2 hari ini aku mencari goa yang terakhir sama sekali tidak ketemu" ucap Hiro.


"Apa goa itu benar adanya?!"


{Tentu saja benar tuan! Tidak mungkin sistem memberikan informasi palsu}


"Hahh baiklah nanti aku akan mencoba mencarinya lagi dengan lebih teliti" ucap Hiro.


30 menit kemudian Hiro kembali berjalan mencari keberadaan goa terakhir yang menurut sistem berisi sesuatu yang unik dan menarik.


"Baiklah kalau sampai besok tidak ketemu juga, lebih baik di akhiri saja Yue dan yang lainnya pasti sedang khawatir mencari diriku" ucap Hiro kemudian kembali menyusuri seluruh hutan yang sangat luas tersebut.


Di dalam hutan yang menurut orang-orang mengerikan karena monster nya yang ganas sama sekali tidak di rasakan oleh Hiro, karena dirinya sengaja mengeluarkan aura yang membuat para monster menjauh ketakutan.


Setelah berjalan kesana kemari menyusuri hutan yang sangat~ lama akhirnya Hiro menemukan sebuah goa yang sangat gelap, ia tersenyum senang dan langsung memasuki goa tersebut tetapi tidak lama kemudian ia merasakan keanehan karena dirinya merasakan menembus suatu dinding tipis yang tak terlihat.


"Hemmm entah kenapa aku merasakan perbedaan energi yang sangat beda dari sebelumnya setelah aku merasa seperti menembus sesuatu itu" ucap Hiro.


{Selamat tuan! Anda orang pertama yang menemukan tempat para peri berada}


"Hah?! Peri?" ucap Hiro terkejut dan langkah kakinya terhenti sejenak.


"Apa maksudnya sistem?"


{Benar tuan, saat ini anda berada di tempat kawasan para peri}


{Bisa di sebut Dunia Mimpi}


"Aku semakin tidak paham dengan penjelasan mu itu"


{Sudahlah intinya anda berada di dunia nya para peri}


"Peri itu adalah para mahkluk yang berbentuk kecil bukan sistem?"


"Siapa yang kamu maksud kecil manusia?!"


Tiba-tiba sebuah suara nyaring terdengar di sekitar Hiro, tetapi ia sama sekali tidak menemukan sosoknya.


"Apa itu tadi? Apa kamu yang bersuara sistem?" ucap Hiro sambil menengok ke sekitarnya mencari sosok tersebut.


{Sistem hanya bisa bersuara di dalam pikiran anda tuan}


{Jadi suara tadi bukan lah sistem}


"Kalau begitu siapa?" ucap Hiro mulai sedikit merinding.


"Kamu sangat tidak sopan manusia! Sudah masuk tanpa ijin sekarang kamu berani mengabaikan aku?" suara tersebut kembali terdengar dengan nada marah.


"Oi..oi.. tunjukan lah wujud mu, kalau tidak ada wujudnya berarti kau hantu!" ucap Hiro.


"Aku disini manusia!"


"Dimana?!"


Hiro yang mendengarnya pun melihat ke arah bahunya, disana ia melihat se percik cahaya yang menyilaukan.


"Apa itu kamu yang bersuara tadi?" ucap Hiro.


"Benar ini aku! Apa kamu buta?"


"Tapi aku hanya melihat secercah cahaya saja, jangan menipuku!"


"Cihh dasar manusia kurang ajar"


Sedetik kemudian tepat di depan mata Hiro terdapat sesosok yang sangat mungil dengan kedua sayapnya yang mengepak indah penuh cahaya berkilauan.


"Hoooo peri?!" ucap Hiro terkejut dan kagum saat melihat sosok tersebut.


"Benar aku adalah peri, manusia apa yang kau lakukan disini?"


"Tidak, bagaimana kau bisa masuk ke dunia peri?!" ucap sosok itu.


"Aku tidak tahu, saat berjalan di sekitaran hutan tiba-tiba saja aku sudah ada disini" ucap Hiro.


Ia membuka telapak tangannya bermaksud agar peri tersebut diam di atas tangannya.


Peri itu pun mendarat di tangan nya Hiro, "tidak mungkin! Tidak ada siapapun yang bisa masuk ke dunia kami apalagi kamu adalah manusia!" ucap peri itu tidak mempercayainya.


"Terserah mau percaya atau tidak juga" ucap Hiro.


'Sepertinya ini yang di maksud oleh sistem, memang sih ini adalah hal yang unik dan menarik' pikir Hiro.


"Baiklah kalau begitu kamu harus ikut dengan ku menemui tetua!" ucap peri itu dengan tegas.


"Baiklah baik" ucap Hiro dengan terpaksa mengikutinya.


Tidak lama kemudian Hiro melihat pemandangan yang sangat menakjubkan, dimana sebuah pohon besar terlihat sangat bercahaya.


Tetapi Hiro tahu bahwa cahaya itu bukan lah cahaya biasa, melainkan berasal dari para peri yang tinggal di pohon tersebut.


'Astaga naga, indah sekali...' ucap Hiro dalam hatinya, saat ini ia terpana dengan apa yang sedang ia lihat tersebut.


"Hey manusia, cepat lah jangan berdiam diri disana!" ucap peri itu menyadarkan Hiro dari lamunan nya.


"Oh baik ,tunggu sebentar" ucap nya kemudian mengikuti peri di depannya.


Sampai lah di suatu tempat yang terdapat rumah kecil di atas dahan pohon, kalau di lihat sekilas itu seperti sarang burung.


"Bagaimana aku bisa masuk?" ucap Hiro kebingungan karena badannya yang besar tidak mungkin bisa masuk ke rumah tersebut.


"Oh benar juga aku lupa, tunggulah disini biar aku bertemu dengan tetua dahulu untuk memberitahukan nya... Ingat jangan kemana-mana atau tidak kamu akan celaka!" ucap peri itu memberikan peringatan.


"Baik-baik, cepat pergi jangan lama-lama" ucap Hiro.


Peri itu pun dengan cepat terbang ke atas pohon dan Hiro hanya bisa menunggu di bawah sambil memandangi sekitarnya yang sangat mengagumkan.


"Aku tidak menyesal menghabiskan waktu 3 hari kalau mendapatkan balasan seperti ini" ucap Hiro sambil duduk dengan tenang menunggu peri itu kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ahh sorry author kehabisan kuota jadi up segini dulu, besok di lanjut lagi kok 🙏🏻