Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Kota Duan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang harinya Hiro benar-benar akan pergi ke wilayah tempat tinggal Naga Api atau kediaman dari keluarganya Ning Quan. Mereka telah bersiap-siap akan pergi dengan beberapa pengawal dari Ling San, karena mau bagaimanapun mereka harus berjaga-jaga dari sesuatu yang tidak terduga.


“Baiklah kami pergi dulu, paman bisa menyusul kapan saja kan?” ucap Hiro.


“Tentu tuan muda, nanti saya akan menyusul setelah membereskan beberapa dokumen yang perlu di urus” ucap Ling San.


Hiro mengangguk tersenyum kemudian pergi bersama-sama meninggalkan istana menuju ke arah selatan.


Menurut penjelasan dari Ning Quan untuk sampai ke wilayahnya memerlukan waktu sekitar 1-3 hari dan harus melewati beberapa hutan yang sangat luas. Tetapi suhu wilayah selatan tidak sedingin istana es.


Setelah beberapa jam kemudian mereka sampai di sebuah tempat dengan penuh kabut berwarna biru.


“Ning Quan, mengapa kabutnya berwarna biru?” tanya Hiro.


“Sekarang kita akan memasuki wilayah laut terlarang tuan muda, ini adalah batas wilayah Istana Kekaisaran Es dengan wilayah selatan. Kabut ini juga sering di sebut sebagai kabut es biru, karena menurut legenda kabut ini tercipta bersamaan pada saat Dunia Es di ciptakan” ucap Ning Quan.


“Gunakan energi Dewa kalian, kita akan segera masuk!” ucap Ning Quan yang secara langsung di patuhi oleh semua orang.


Saat itu barulah Hiro tahu identitas yang sebenarnya dari Yan Xiu dan Ru Jian karena energi Dewa yang mereka keluarkan.


‘Oh ternyata mereka itu adalah..’


2 jam kemudian setelah mereka memasuki Kawasan tersebut, namun kabut birunya semakin pekat.


“Ning Quan, apakah kabut ini beracun?” tanya Hiro.


Ning Quan mengangguk, “Bahkan sangat mematikan, tuan” ucapnya dengan serius.


Kabut ini hanya dapat di lewati oleh seorang yang telah berada di level Dewa tingkat akhir, sedangkan di bawahnya mereka memerlukan benda suci yang mampu menghalau kabut ini.


Setengah hari mereka telah berada didalam kabut, mereka dapat melihat suasana di luar yang semakin menakutkan.


“Kabutnya berubah menjadi semakin kehitaman” ucap Hiro.


“Berarti kita telah memasuki Kawasan bagian dalam dan akan segera keluar” ucap Ning Quan.


Setelah 30 menit kemudian kabutnya berubah menjadi tipis lalu menghilang, kini mereka dapat melihat daratan dengan jelas.


Setengah hari lamanya akhirnya mereka melihat bibir pantai, “Akhirnya kita melihat daratan lagi” ucap Yan Xiu sambil menghela nafas lega.


“Kita akan singgah dulu di kota Duan, kota yang di pimpin oleh seorang raja. Mohon jaga sikap dan perilaku kalian karena kita harus tetap rendah hati… Tapi untuk anda tuan muda, bebas lakukan saja apa yang ingin anda lakukan biar klan kami yang mengurusnya nanti” ucap Ning Quan.


Hiro hanya tersenyum atas pemberian hak istimewa tersebut, ‘memangnya apa yang akan aku lakukan? Seolah-olah aku akan membuat keributan saja’ ucapnya di dalam hati.


{Bukankah anda sering melakukan nya tuan? Entah dimana itu tempatnya kalau ada yang membuat perasaan anda tidak nyaman, maka pasti akan anda hajar}


‘Cihh inilah yang aku tidak suka darimu, terlalu tahu mendalam tentang diriku’ ucap Hiro.


Dari jauh, tampak sebuah kota besar yang cukup luas. Mereka lalu mendarat di tanah lapang karena terbang di batas kota adalah dilarang.


“Bila kalian ingin istirahat silahkan saja, besok pagi kita akan bertemu lagi di tempat ini” ucap Ning Quan pada para pengawal yang di utus oleh Ling San.


Para pengawal itu mengangguk dan membubarkan diri, sedangkan Hiro masih mengikuti Ning Quan dan yang lainnya. Mereka pergi bersama menuju ke pusat kota untuk mencari penginapan, setelah cukup lama mencari akhirnya mereka menemukan penginapan yang cukup mewah.


“Selamat datang di penginapan Angsa Perak” ucap pelayan menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


“Nona, kami perlu 3 kamar yang mewah untuk semalam” ucap Ning Quan.


“Baik nona, mari ikut saya” ucap pelayan itu dengan ramah.


Mereka lalu bergegas menuju ke kamar lantai 3, “Tuan dan nona silahkan lihat dulu. Apakah kamarnya cukup memuaskan, jika tidak aku akan membawa kalian ke tingkat yang lebih tinggi” ucapnya.


“Baiklah aku ambil kamar ini” ucap Hiro.


“Baiklah, antarkan kami ke kamar lain tapi tetap di lantai ini saja” ucap Ning Quan.


“Baik nona, untuk pembayaran nya di bayar di muka. Selain itu, makanan akan kami antar setiap jam makan” ucap pelayan itu dengan ramah.


“Berapa harga yang harus ku bayar” tanya Hiro.


Hiro mengeluarkan kanttong yang berisi dua ribu koine mas pada pelayan tersebut. “Tuan muda, ini kelebihan?” ucap pelayan tersebut saat mengeceknya.


“Lebihnya untuk mu” ucap Hiro.


“Terimakasih banyak tuan muda!” ucap pelayan iyu lalu pergi untuk mengantarkan Ning Quan dan yang lainnya dengan hati senang.


“Tuan muda, terimakasih” ucap Yan Xiu, Ning Quan dan Ru Jian.


“Tidak masalah” ucap Hiro lalu masuk kedalam kamarnya.


***


Kota kerajaan Duan merupakan salah satu yang terbilang luas di wilayah selatan. Luasnya hampir setengah dari kekaisaran es. Kota Duan saat ini di kuasa oleh seorang raja dari keluarga Duan, yaitu Duang Bei. Namun mereka juga berada di bawah kepemimpinan keluarga Ning, yaitu ras Naga Api.


Di tepi pantai kerajaan Duan, mendarat dua orang yang memiliki kultivasi di level Dewa Surgawi. Mereka terus bergerak dan menjaga jarak, mereka adalah Tu Talu dan Tu Tilu yang kini menjadi pelindung Hiro.


Di penginapan Angsa Perak. Hiro setelah membersihkan diri kini sedang berbaring dengan nyaman di tempat tidurnya.


“Kabut biru tadi, sangat mencurigakan yah sistem… Apa ada sesuatu di baliknya?” tanya Hiro.


{Sepertinya begitu, apa anda ingin mencari tahu nya? Sistem bisa menyelidiki asal usul kabut biru itu}


“Oh benarkah? Baguslah, tolong cari tahu yah sistem” ucap Hiro tersenyum senang.


{Baik tuan..}


Keesokkan harinya Hiro yang telah bangun langsung turun ke lantai dasar untuk sarapan, saat itu ia masih belum melihat keberadaan Ning Quan dan yang lainnya yang berarti mereka belum keluar dari kamarnya.


“Pelayan, ambilkan aku seporsi makanan yang ringan serta minuman nya yang segar” ucap Hiro.


“Baik tuan, tunggu sebentar kami akan menyiapkan nya” ucap pelayan tersebut.


Hiro mengangguk dan menunggu dengan tenang di mejanya sambil memperhatikan sekelilingnya. Dari apa yang lihat sepertinya orang-orang yang berada di penginapan itu terbilang cukup kaya, karena pakaian nya seperti para bangsawan.


“Loh? Tuan muda, ternyata anda sudah bangun. Pantas saat kami mengetuk pintu kamar anda, tidak ada jawaban sama sekali kami kira anda masih tidur” ucap Ning Quan yang baru turun bersama dengan yang lainnya.


“Hahaha memangnya aku seperti kalian yang suka bangun siang?” ucap Hiro sambil tertawa ringan.


“Ahh tidak juga tuan muda, ini juga pertama kali kami bangun siang. Mungkin karena kelelahan saat melewati Kawasan terlarang sebelumnya” ucap Ning Quan sambil duduk di kursi yang ada di dekat Hiro.


“Masa sih? Ehh tapi kapan kita akan melanjutkan perjalanan?” tanya Hiro.


“Sebentar lagi tuan, karena para pengawal juga sepertinya belum berkumpul semua” ucap Ning Quan.


“Oh baiklah, kalau begitu tolong anta raku berkeliling kota dulu. Apa kalian bersedia?” ucap Hiro.


“Tentu saja boleh tuan, kami juga ingin memberi beberapa barang sebelum pulang” ucap Ning Quan dan Ru Jian, sedangkan Yan Xiu menghela nafas dengan berat.


“Apa kamu tidak ingin mengantarku, Yan Xiu?” ucap Hiro yang melihatnya menghela nafas.


“Ahh tidak bukan begitu tuan, hanya saja…” ucap Yan Xiu.


‘Akan sangat merepotkan tuan, kalau menemani mereka belanja. Anda tahu kan seorang wanita kalau belanja bagaimana?’ ucap Yan Xiu melalui telepati melanjutkan perkataanya kepada Hiro seorang saja.


“Ahh jadi begitu, aku mengerti” ucap Hiro.


“Mengerti apa tuan?” tanya Ning Quan.


“Tidak, bukan apa-apa… Ahh akhirnya sarapanku telah datang” ucap Hiro mengalihkan pembicaraan yang beruntung secara bersamaan seorang pelayan datang ke mejanya dengan membawa pesanan nya.


“Selamat menikmati tuan, kalau anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil saya kembali tuan” ucap pelayan itu kemudian pergi.


***


Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...