
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro melampiaskan amarahnya ke semua monster yang ia lihat di perjalanannya.
"Apa yang membuat mu kesal seperti itu sayang?" Tanya Yue.
"Tidak tahu" Jawab Hiro dengan ketus.
Hiro dan Yue menuju ke arah utara, tempat sekte Gunung Keabadian berada.
Hiro berniat untuk mencari sekutu di setiap wilayah yang memiliki kekuasaan, agar setiap pergerakannya bebas tanpa ada masalah.
3 hari kemudian akhirnya Hiro telah sampai di perbatasan wilayah utara, disana Hiro melihat pemandangan yang sangat menarik karena banyak sekali gunung-gunung yang menjulang tinggi bahkan puncaknya saja tidak terlihat karena tertutup oleh awan.
"Pantas saja di sebut Sekte Gunung Keabadian, siapa juga yang bisa menghancurkan gunung raksasa itu" Ucap Hiro saat melihat ke depan.
"Cuman kamu sayang yang bisa menghancurkan nya, bukankah kamu memilih Skil menghancurkan gunung?" Ucap Yue.
"Oh yah kamu benar juga, baiklah kalau sampai mereka membuat masalah denganku maka akan aku jadikan gunung raksasa itu sebagai uji coba Skil ku yang telah lama tidak di gunakan" Ucap Hiro tersenyum.
Hiro mengakhiri pembicaraan tersebut dan melanjutkan langkahnya menuju ke sebuah kota yang berada di bawah kaki gunung raksasa tersebut.
"Identitas nya tuan?" Ucap prajurit penjaga gerbang.
Hiro menggaruk kepalanya saat di tanya identitas nya.
"Ahh maaf kartu identitas ku menghilang saat di kejar oleh monster-monster di hutan sebelumnya" Ucap Hiro.
"Hmmmm baiklah anda bisa membuatnya terlebih dahulu di pos penjaga di sana tuan" Ucap prajurit tersebut menunjukkan arahnya.
"Baik, terimakasih" Ucap Hiro kemudian menuju ke arah yang di beritahukan.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Ucap seseorang saat melihat Hiro mendekat.
"Aku ingin membuat kartu identitas" Ucap Hiro dengan tenang.
"Oh baik tuan sebelah sini" Ucapnya kemudian membawa Hiro ke suatu tempat.
"Lapor komandan, saya membawa orang yang ingin membuat kartu identitas" Ucap prajurit tersebut memberikan laporan.
"Bawa dia masuk" Ucap sebuah suara di dalam tenda tersebut.
"Baik, kalian boleh masuk" Ucap prajurit tersebut kemudian meninggalkan Hiro dan Yue.
"Kalian yang ingin membuat kartu identitas?" Ucap sosok komandan prajurit sebelumnya.
"Baiklah tapi sebelumnya kenapa bisa kartu identitas kalian hilang? dan darimana kalian berasal" Ucap komandan tersebut.
Hiro pun menjelaskan kalau ia adalah suatu pendatang dari barat menuju ke arah utara untuk berpetualang tetapi di tengah perjalanan ia di kejar oleh monster yang sangat banyak sampai dengan terpaksa Hiro harus melepaskan barang bawaannya.
"Oh barat, Klan Jing kah?" Ucap komandan tersebut seperti memikirkan sesuatu.
"Benar" Ucap Hiro.
"Baiklah isi terlebih dahulu formulir tersebut dan kalian hanya tinggal menunggu saja" Ucap komandan tersebut memberikan secarik kertas.
Hiro mengangguk dan mengisi setiap pertanyaan di kertas tersebut dengan sedikit kebohongan.
"Apa kalian tahu? Klan Si katanya menurun karena kematian tuan muda mereka dan pelaku pembunuh tersebut sampai saat ini masih belum di temukan".
Saat mengisi formulir di depannya, Hiro mendengar pembicaraan di antara para prajurit di luar.
"Saat ini klan Si benar-benar sedang kacau balau".
"Tapi bukankah ini kesempatan kita untuk memperluas wilayah?".
"Benar tapi Patriak masih belum menurunkan perintah apapun, sepertinya Patriak tidak ingin ikut campur dan tidak ingin memanfaatkan masalah klan Si untuk menginvasi wilayah".
Hiro mendengar semua pembicaraan tersebut, dan ia tiba-tiba tersenyum karena kepikiran sesuatu yang menarik.
'Kalau sekte ini membuat masalah maka tinggal aku adu domba kan saja mereka dengan klan Si dan akhirnya hanya aku yang mendapatkan keuntungan tersebut' pikir Hiro.
{Tapi bagaimana kalau sekte ini tidak membuat masalah dengan anda tuan?}
"Kalau begitu aku hanya perlu membangun hubungan yang baik dengan mereka" ucap Hiro dalam pikirannya.
{Jangan lupakan misi anda tuan!}
"Mana mungkin aku lupa dengan misi gila itu?!" Ucap Hiro dengan kesal.
Setelah selesai membuat kartu identitas, Hiro akhirnya di perbolehkan untuk memasuki kota yang berlindung di bawah naungan sekte Gunung Keabadian.
"Istirahat terlebih dahulu, lihat situasi dan baru buat rencana" Gumam Hiro kemudian mencari sebuah penginapan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedikit aja dulu yah karena like nya juga sedikit 😒