
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak lama kemudian akhirnya peri itu kembali dengan membawa sebuah botol kecil di tangannya.
"Minumlah ini" ucap peri itu memberikan botol tersebut kepada Hiro.
"Apa ini?" tanya Hiro.
"Ramuan pengecil tubuh" ucap peri tersebut.
"Tidak beracun kan?" ucap Hiro dengan curiga.
"Mana mungkin! Kami para peri tidak akan bertindak kotor seperti itu!" ucap peri itu dengan marah.
"Hemmm baiklah kalau begitu".
Hiro pun meminumnya sampai habis, ia belum merasakan efek dari minuman tersebut sampai 3 menit kemudian ia merasa pusing dan seluruh badannya bergetar.
"A-apa yang t-terjadi?" ucapnya sambil menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul menyerang seluruh tulang persendian nya.
Setelah itu Hiro merasa semua yang ia lihat di sekitar nya menjadi sangat besar, bahkan ia merasa bahwa pohon besar yang tadi ia lihat telah berubah menjadi pohon raksasa.
"Ohhhh!!! Aku jadi kecil, bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Hiro terkagum-kagum.
{Sistem juga bisa tuan membuatnya, mudah sekali itu}
"Oh sistem kemana saja kamu? Sudah lupakan, apa benar kamu bisa membuatnya?" tanya Hiro.
{Tentu saja tuan, semua nya ada di toko shop}
"Benarkah? Kalau begitu setelah pulang beli yang banyak! Aku punya ide bagus" ucap Hiro tersenyum lebar.
{Sistem harap ide tersebut benar-benar bagus tuan...}
"Aku sudah kecil tapi bagaimana caranya terbang ke atas sana?" ucap Hiro kepada peri di sebelahnya.
"Apa kamu tidak melihat sayap mu itu?"
"Sayap? Mana?" ucap Hiro.
"Ohh benar! Ada sayap di punggung ku, tapi aku tidak bisa menggunakannya" ucap Hiro tersenyum malu.
"Wajar sih karena kamu baru pertama kali berubah menjadi seperti ini..."
"Baiklah aku ajarkan kamu teknik dasar dalam terbang menggerakkan sayap" ucap Peri tersebut.
"Baik aku akan mendengarkan nya, jadi cepat jelaskan!" ucap Hiro yang sudah tidak sabar.
"Pertama-tama kamu fokus memusatkan aliran energi Qi menuju ke tulang belakang mu, setelah itu alirkan kembali ke sayap mu itu"
"Setelah terasa energi Qi mu memenuhi ke setiap sayap dirimu, maka fokus untuk menggerakkan nya melalui energi Qi yang tadi masuk ke sayap"
"Gerakan nya simple kamu hanya perlu mengepakkan nya ke depan dan ke belakang"
"Gunakan juga energi Qi mu untuk meringankan berat badan mu, setelah itu cobalah untuk terbang" jelas peri itu dengan sangat panjang.
SWOSHHH.....
Saat membuka matanya Hiro mendapati tubuhnya telah melayang-layang di udara dengan percikan cahaya yang keluar dari setiap kepakan sayapnya.
"Ohhh aku terbang, rasanya luar biasa... Tidak seperti terbang pada biasanya"
"Kamu bisa mengontrolnya? Kalau sudah bisa ayo kita segera temui tetua" ucap peri tersebut.
"Baiklah baik ayo" ucap Hiro mengikuti peri tersebut.
Hiro dan peri tersebut menuju ke suatu rumah kecil di atas dahan pohon yang besar di depan nya itu. Saat ia masuk ke dalam terdapat seorang peri wanita yang terlihat sangat menawan tetapi penampilan nya tidak sama seperti umurnya.
Menurut perkataan peri yang menemani Hiro, tetua yang akan mereka temui telah berumur 200 tahun. Sungguh kekejaman yang berasal dari kecantikan.
"Salam tetua, ini manusia yang saya bicarakan tadi" ucap peri itu memberi hormat ke peri di depan nya.
Hiro pun memberi hormat sederhana sambil tersenyum kecil.
"Kamu manusia? Tetapi aku rasa kamu bukan manusia, ada suatu aura yang lebih tinggi lagi yang keluar dari kamu..." ucap tetua itu menatap Hiro dengan sangat teliti seolah-olah mengorek ke dalam jiwanya.
"Anda benar tetua, saya bukan manusia biasa..." ucap Hiro.
"Dewa?" ucap tetua itu dengan terkejut.
"Lebih dari itu" ucap Hiro kemudian mengeluarkan aura yang dapat menguak identitasnya.
"Ahhh-... Anda.."
"Selamat datang di dunia kami Yang mulia..."
"Mohon maaf sikap saya dan murid saya atas sebelumnya..."
Tetua peri tersebut tiba-tiba berlutut dan menundukkan wajahnya dengan penuh hormat.
"Sudah berdirilah... Aku datang kesini hanya karena ketidaksengajaan saja, jadi tidak perlu terlalu formal" ucap Hiro.
Peri yang sedari tadi menemani Hiro pun sedikit kebingungan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Tetua, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya peri itu.
Tetua peri itu menatap Hiro terlebih dahulu dan Hiro pun mengangguk sambil tersenyum.
Setelah itu tetua peri pun memberitahukannya, "Nak... Orang yang ada di hadapan kita adalah sosok yang sangat agung, beruntunglah kita dapat di maafkan olehnya karena sikap kita sebelumnya" ucap tetua.
"A-apa, s-siapa dia memangnya tetua?"
"Beliau adalah Yang mulia Dewa Ashura"
"Kamu pasti tahu tentang beliau kan?" ucap tetua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...