Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
3 Pengikut


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro yang sedang bermain di kejutkan dengan kedatangan tiba-tiba beberapa orang, mereka memandang Hiro dengan tatapan rumit yang sulit untuk di jelaskan.


“Ehh? Siapa kalian?” ucap Hiro sambil bergerak mundur menjauh dari kerumunan monster tersebut.


Namun sepertinya mereka tidak akan bisa berbicara karena ketakutan melihat pemandangan di depan nya itu banyak sekali monster tingkat atas dalam satu kerumunan.


“Jawablah, nasib kalian tergantung dari jawaban kalian sendiri..” ucap Hiro dengan dingin dan menatap tajam mereka semua.


“Y-yan Xiu..”


“A-aku N-ning Quan..”


“R-ru Jian..” ucap mereka terbata-bata.


Mereka terdiri dari 2 orang Wanita dan satu laki-laki yang terlihat masih berumur 20 tahunan.


“Kawan atau Lawan?!” tanya Hiro kembali dengan dingin.


“K-kami tersesat t-tuan..” ucap Yan Xiu.


“Hemmm baiklah kalian boleh pergi..” ucap Hiro yang melihat mereka dengan mata illahi nya bahwa tidak ada kebohongan dan niat jahat sama sekali dari diri mereka.


“T-terimakasih tuan..” ucap mereka membungkuk dan langsung pergi dengan cepat.


Namun sayang sekali para monster telah mengepung mereka semua karena berpikir bahwa mereka bertiga adalah teman nya Hiro. Mereka yang terlihat lemah tentu saja membuat para monster ingin menyerang mereka terlebih dahulu dan sekaligus melampiaskan amarah mereka.


Sebenarnya Hiro ingin membiarkan mereka pergi tetapi saat mereka di kepung oleh para monster mau tak mau menambah beban untuk Hiro. Namun ia pun merasa bersalah kalau tidak memperdulikan mereka yang harus terlibat dengan nya, padahal itu salah mereka sendiri yang muncul secara tiba-tiba di tengah pertarungan.


“Haishh kalian kemari lah, sulit untuk pergi sekarang jadi lebih baik bantu aku mengurus mereka semua..” teriak Hiro.


Mereka awalnya ragu-ragu untuk kembali ke Hiro karena di mata mereka dirinya pun terlihat lebih mengerikan daripada para monster tersebut.


“B-bagaimana ini kak Xiu?” ucap Ning Quan.


“Entahlah aku pun bingung.. di depan ada monster sedangkan di belakang ada iblis mengerikan!” ucap Yan Xiu.


“Cepat kita harus memilih..!” ucap Ru Jian.


“Arggh.. kalau begitu lebih baik kita terobos aja ke depan, mungkin akan sulit tapi kita harus mencobanya terlebih dahulu” ucap Yan Xiu.


Mereka bertiga pun maju untuk melawan para monster yang menghadangnya, sedangkan Hiro mengerutkan keningnya dengan kebodohan mereka semua yang berani menerjang para monster yang levelnya saja beda jauh dari level mereka semua.


“Cihh sialan.. bikin repot saja!” ucap Hiro mendercak kesal.


BOOM…


Ia langsung menghabisi 5 monster di depan nya dengan sekali tebasan dan pergi dengan cepat menyusul mereka bertiga.


TRANGG…


SRETT…


BOOM…


“Aaaargh..”


“Ning Quan..?!!”


“Kak Quan..!”


Seekor monster banteng menyeruduk Ning Quan hingga terpental sejauh 10 meter dan menabrak pohon hingga roboh.


AWOO.. HOOSHH..


Banteng itu kembali berlari kea rah Ning Quan yang masih terbaring dengan lemah karena sebagian tulang nya patah akibat tabrakan yang sangat keras saat menabrak pohon tadi.


Yan Xiu dan Ru Jian berteriak histeris saat melihat monster itu berlari kea rah Ning Quan.


SWOSHHH…


BOOM..


Sebelum monster banteng itu menyeruduk Ning Quan, tiba-tiba dirinya terpental hingga 100 meter dan siluet api hitam menyusulnya dan membakarnya hingga menjadi abu.


Kejadian itu terlalu cepat membuat mereka berdua terdiam berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Mengapa banteng itu tiba-tiba terpental sesaat sebelum menabrak Ning Quan?


“Sudah kubilang kembali kepadaku, tetapi kalian dengan bodohnya memaksa melawan para monster ini yang levelnya bahkan jauh di atas kalian semua?!” ucap sebuah suara di dekat Ning Quan.


Mereka kemudian tahu siapa di balik alasan banteng tersebut mati, yaitu oleh sosok pemuda yang di lihat oleh mereka tadi.


“M-maaf..” ucap Ning Quan dengan pelan dan menundukkan kepalanya malu karena dirinya sedang berada di posisi yang sangat memalukan.


“Yasudah yang terpenting aku tidak terlambat” ucap Hiro yang tepat waktu menendang monster banteng itu tepat sebelum sampai ke Wanita yang ada di pelukan nya itu.


Ning Quan di gendong seperti seorang tuan putri, itulah yang membuatnya menundukkan kepalanya karena malu.


Hiro mendekati Yan Xiu dan Ru Jian yang telah tersadar dari lamunan nya. Mereka juga menundukkan kepalanya karena malu telah membuat Hiro kerepotan.


“Maafkan kami tuan..” ucap Yan Xiu.


“Tidak masalah yang terpenting kalian masih hidup” ucap Hiro kemudian menurunkan Ning Quan.


Setelah itu Hiro memberikan nya potion untuk menyembuhkan semua lukanya. Dengan sangat berterimakasih mereka menerima nya dan meminumkan nya kepada Ning Quan.


‘Hahh hanya sampai disini saja aku bermain-main nya, kenapa pula mereka harus muncul?’ ucap Hiro dalam hatinya.


Saat mereka bertiga memulihkan diri sendiri, Hiro sibuk menebas para monster yang tersisa dengan Golden Sword Nya.


SRET… BOOM...


Beberapa menit kemudian Hiro telah selesai membabat habis puluhan monster itu dan kembali kea rah mereka bertiga.


“Kalian tidak apa-apa?” tanya Hiro.


“T-tidak tuan.. berkat anda kami selamat, terimakasih dan maafkan kami” ucap Yan Xiu.


“Sudah kubilang tidak apa-apa, lagipula aku juga sedikit bersalah..” ucap Hiro.


Mendengar hal itu membuat mereka bertiga merubah pandangan nya terhadap Hiro yang sebelumnya orang mengerikan karena dapat melawan banyak monster tingkat atas menjadi orang kuat yang baik hati.


“Kalau kami boleh tahu, siapa anda sebenarnya tuan?” tanya Ru Ji.


“Hiro.. seorang yang suka berpetualang” ucapnya sambil tersenyum kecil.


“Tuan Hiro.. bagaimana kalau kita pergi bersama ke kota terdekat dan nanti disana kami mungkin bisa membalas budi kepada anda” ucap Yan Xiu.


“Hemmm tapi aku masih memiliki urusan di hutan ini dan mungkin akan memakan banyak waktu sekitar 3 hari kurang lebih” ucap Hiro.


“Ah.. kalau begitu apa boleh kami ikut bersama anda, karena seperti yang anda tahu bahwa kami tidak sekuat anda untuk keluar dari hutan ini” ucap mereka dengan nada memelas.


“Hahhh… baiklah kalian boleh ikut bersama ku tetapi dengan satu syarat” ucap Hiro.


“Apa itu tuan?” tanya mereka.


“Kalian harus mendengarkan dan menuruti apapun perkataan ku, yah kecuali perkataanku yang menurut kalian membahayakan nyawa kalian boleh kok kalian membantahnya” ucap Hiro.


“Kalau hanya itu saja, tentu kami setuju tuan..!” ucap mereka sambil tersenyum lega karena syarat yang Hiro ajukan sangat mudah sekali untuk mereka turuti.


“Hmmm baguslah.. kalau begitu ayo kita pergi” ucap Hiro memimpin langkah mereka di depan.


***


“Yang Mulia.. energi yang mungkin anda katakana waktu itu adalah ledakan energi yang baru saja terasa dari arah Hutan Quantalium!”


“Ahh benarkah?!”


“Benar Yang Mulia, saya tidak mungkin berani membohongi anda dan saya mendapatkan informasi itu dari salah satu mata-mata terbaik yang di berada di ibu kota”


“Bawa orang itu kemari, aku ingin mendengar cerita lengkap darinya langsung”


“Baik Yang Mulia..” ucap pria paruh baya itu pergi meninggalkan sosok yang duduk di kursi singgasananya.


‘Aura itu sangat familiar namun ada sedikit perbedaan dari aura seseorang yang aku kenal..’


BRAK…


Sosok pria paruh baya yang tadi keluar kini telah kembali bersama seseorang yang pakaian nya sangat tertutup.


“Saya membawa orang tersebut tuan..” ucap pria paruh baya itu berlutut hormat.


Sosok itu pun berlutut dan membuka penutup wajahnya yang kini sosok itu dapat di ketahui bahwa dirinya adalah seorang remaja berumur 15 tahunan terlihat dari wajahnya yang masih sangat muda.


“Siapa kamu?” ucap kaisar.


“Saya Jen Yang mulia..” ucapnya.


“Apa benar kau melihat sosok yang mengeluarkan aura berbeda daripada orang-orang di dunia ini?”


“Benar Yang mulia,, saya pun tahu tentang kabar bahwa anda sedang mencari pemilik aura tersebut dari Wen Jun paman saya..” ucapnya.


“Oh terus?”


“Tetapi pertemuan dengan sosok itu bukanlah hal yang di sengaja karena pada awalnya saya dan para senior berniat untuk menelusuri hutan Quantalium tetapi dalam perjalanan kami melihat sesosok manusia muda memasuki hutan tersebut.. karena di rasa aneh dan mustahil seorang manusia berani memasuki hutan Quantalium makanya kami mengikuti sosok tersebut..”


“Kemudian ia mengeluarkan aura yang mungkin bertujuan untuk sedikit menekan para monster di sekitarnya tetapi anehnya aura tersebut hanya menekan kami saja, sehingga saya menyadari sesuatu tentang apa yang selalu menjadi pembicaraan paman saya saat pulang ke rumah dan pada saat itu juga para senior menyuruh saya untuk pergi memberikan laporan penemuan kami kepada anda. Begitulah ceritanya Yang mulia..” ucap Jen.


“Jadi rekan-rekan mu itu masih berada di dalam hutan mengawasi sosok itu? Dan juga sosok itu belum keluar hutan sama sekali sampai sekarang?” ucap kaisar dengan serius.


“Benar Yang mulia.. kalaupun sosok itu telah keluar dari hutan maka para senior saya pun pasti telah datang menemui saya dan memberikan informasi terbaru mengenainya” ucap Jen.


“Baiklah aku terima dengan baik laporan mu sebagai hadiah dari informasi berharga ini.. setelah ini semua selesai, aku akan memberikan 1 permintaan darimu dan aku janji pasti akan ku kabulkan..” ucap kaisar berdiri dan mengangkat tangannya.


“Segera persiapkan pasukan.. kita akan memasuki hutan Quantalium!!!” ucap kaisar dengan tegas dan keras.


“Baik Yang mulia..!!” ucap pria paruh baya yang sedari tadi ada di ruangan tersebut.


Sedangkan kembali kedalam hutan, Hiro sedang senang karena mendapatkan hadiah yang sangat bagus dari sistem hasil dari membunuh ratusan monster sebelumnya.


“Hahahaha..! aku senang sekali, sudah lama aku tidak merasakan kesenangan ini saat menerima hadiah darimu sistem!!” ucap Hiro.


{Itu karena level anda yang semakin tinggi membuat anda sulit juga mendapatkan reward..}


{Sekalipun ada reward maka isinya pasti sangat spektakuler, namun cara mendapatkan nya yang sangat` sulit~ sekali}


“Kamu benar, isinya sangat luar biasa.. bahkan membuat aku kesenangan, padahal biasanya terasa normal saat mendapatkan hadiah darimu” ucap Hiro.


{Sama-sama tuan… anda telah bekerja keras selama ini, semua hal yang anda terima/dapatkan adalah sesuatu hal yang normal}


“Hhaa senang sekali, aku sangat senang..”


***


Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...