
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
{Benua Betavia, sebuah benua yang hanya di huni oleh orang-orang biasa saja tuan. Tidak ada sihir, atau apapun mereka hanya orang-orang biasa}
{Benua Betavia di bagi menjadi 3 bagian yang masing-masing di kuasai oleh pihak kerajaan, yaitu kerajaan Argantara, kerajaan Manipeda, dan kerajaan Romania}
"Ahh kenapa bisa begitu? padahal dunia ini penuh dengan energi Mana dan energi Qi?" ucap Hiro.
{Memang benar tetapi hanya pihak keluarga kerajaan saja yang memiliki kekuatan khusus tersebut yang mereka sebut sebagai karunia Dewa}
{Masing-masing kerajaan memiliki pujaan dewa yang berbeda-beda}
{Kerajaan Argantara mengikuti ajaran Dewa Patrick, kerajaan Manipeda mengikuti ajaran Dewi Harum, sedangkan kerajaan Romania mengikuti ajaran Dewa Thesus}
"Hemmm baiklah sedikit nya aku mengerti" ucap Hiro.
"LITCH!" panggil Hiro.
"Saya disini tuan!" ucap LITCH.
"Ubah wujud mu menjadi manusia dan pergi ke tempat para penyihir hitam nanti akan aku berikan peta nya… Beritahukan kepada mereka bahwa kamu adalah utusan dariku, latih mereka sampai 6 bulan lamanya setelah itu kembali dan laporkan kepadaku perkembangan mereka" ucap Hiro memberikan perintah.
"Baik tuan! tapi apa boleh saya melakukannya dengan cara saya melatih mereka?" tanya LITCH.
"Terserah tetapi jangan sampai membahayakan nyawa mereka" ucap Hiro.
"Baik saya mengerti tuan!" ucapnya kemudian merubah wujudnya yang awalnya tengkorak perlahan-lahan tumbuh daging, kulit dan setelahnya LITCH mempunyai tubuh baru.
"Bagus, kalau begitu cepat pergi!" ucap Hiro.
SWOSHHH…
Setelah kepergiannya LITCH, Hiro pun pergi menuju kota/kerajaan di depannya.
{Kenapa anda menyuruh LITCH pergi tuan?}
"Ahh tujuanku hanyalah menggunakan LITCH sebagai pengganti mata dan telinga ku untuk mengawasi mereka, sedangkan menyuruhnya untuk melatih mereka hanyalah dalih saja" ucap Hiro.
{Akhirnya anda menggunakan otak anda tuan… Sistem tidak menyangka akan ada waktunya anda berpikir sendiri}
Alis Hiro berkedut mendengar perkataan sistem, 'Kau anggap aku apa sebenarnya sistem?!' ucap hiro dalam hatinya.
Sebelum mendekati gerbang pemeriksaan Hiro terlebih dahulu menarik semua auranya dan membuat tubuhnya seakan-akan hanya manusia biasa tanpa ada energi Mana ataupun Qi di dalam tubuhnya.
Dan ternyata benar hanya orang-orang biasa yang bisa memasuki kota tersebut sedangkan orang yang memiliki energi Mana ataupun Qi akan di lakukan pemeriksaan ketat terlebih dahulu.
Hiro dapat dengan mudah masuk dan tidak perlu di awasi oleh para prajurit berbeda dengan orang-orang yang memiliki Mana dan Qi.
"Mari kita lihat kota atau kehidupan seperti apa yang menanti ku di wilayah ini" ucap Hiro tidak sabar ingin memperhatikan lika-liku kehidupan orang-orang biasa, bukan Kultivator ataupun Penyihir.
***
Layaknya wilayah kerajaan yang biasa Hiro jumpai pada dunia kultivator tetapi disana orang-orang beraktivitas normal tanpa ada bantuan dari energi alam, mereka melakukan semuanya dengan tenaga dan otak tidak terpaku kedalam teknik atau apapun itu.
Rakyat nya pun hidup damai dan tentram tidak ada persaingan ataupun masalah yang menyangkut antara hidup dan mati, sungguh suatu perbedaan yang signifikan.
Hiro pun terkagum-kagum karena Kehidupannya sehari-hari yang selalu menggunakan Skil ataupun kekuatan sistem, ia tidak pernah menyangka akan ada orang yang bisa menjalani kehidupan mereka dengan nyaman tanpa adanya energi alam.
"Sepertinya aku harus menetap disini dan mencari pengalaman sebagai manusia biasa" ucap Hiro.
{Berapa lama?}
"Hah? berapa lama apanya sistem?" ucap Hiro bingung.
{Anda akan menjalani kehidupan menjadi manusia biasa kan? berapa lama?}
"Hemmm entahlah, memangnya ada apa?" tanya Hiro.
{Sistem akan di nonaktifkan agar tuan bisa fokus terhadap aktifitas normal tanpa skil atau bantuan sistem}
"Hah? tidak tidak tunggu dulu! jadi maksudmu aku harus mencoba hidup tanpa adanya kehadiran dirimu sistem?" ucap Hiro.
{Benar tuan…}
"Hemmm baiklah sebagai masa percobaan bagaimana kalau seminggu? setelah itu akan aku pikirkan kembali" ucap Hiro.
{Baik tuan, sistem akan segera di nonaktifkan dalam hitungan mundur 10… 9…}
Hiro terdiam berdebar-debar karena tidak tahu apakah ia mampu atau tidak.
{Sistem di nonaktifkan… Selamat berjuang tuan dan hati-hati, sampai jumpa di seminggu kemudian}
TINGG…
Seketika hologram atau apapun itu yang berkaitan dengan sistem menghilang dan juga Hiro merasa bahwa semua kekuatan atau energi alam di dalam tubuhnya lama-kelamaan menguap menjadi udara.
"Hahh… Baiklah mari kita berjuang selama seminggu ini tanpa adanya sistem!" ucap Hiro.
Ia pun berjalan-jalan menyusuri jalan perkotaan tanpa tahu harus kemana tetapi ia bertanya kepada orang-orang sekitar letak tempat penginapan atau restoran agar dirinya bisa memiliki tempat tinggal sementara.
Setelah beberapa saat wajahnya pucat pasi, ia teringat bagaimana dengan uang? bukankah semua uangnya berada di inventori? sedangkan sekarang untuk membuka inventori saja tidak bisa karena sistem telah di nonaktifkan.
Hiro pun mencoba mencari-cari siapa tahu ada uang di saku celananya dan benar saja hanya ada 10 koin saja.
'Apa ini cukup?' pikir Hiro.
Ia memang sedikit menghela nafas lega walaupun cuman 10 koin tetapi lebih baik masih ada daripada tidak ada sama sekali.
Pertama-tama Hiro pergi terlebih dahulu ke penginapan yang di tunjukkan orang yang Hiro tanya sebelumnya.
KRING… KRING…
"Selamat datang tuan! pesan kamar? untuk berapa hari? VIP atau normal?"
Tiba-tiba serentetan pertanyaan menyambar Hiro yang baru saja melewati pintu membuat nya terdiam sejenak.
"Ahh untuk kamar VIP berapa sehari?" tanya Hiro.
"3 koin emas tuan" ucap gadis resepsionis tersebut.
'Sial aku hanya punya 10 koin yang berarti hanya bisa 3 hari, belum biaya makan!" pikir Hiro.
"Kalau normal?" tanya Hiro kembali.
"3 koin silver tuan" ucap resepsionis itu tetap melayani Hiro dengan sopan dan hangat.
'Hemmm 3 koin silver, berarti kalau 3 koin emas cukup untuk 10 hari, sedangkan sisanya untuk makan atau simpan saja untuk jaga-jaga apabila ada sesuatu' pikir Hiro.
"Baiklah ini cukup untuk 10 hari kan?" ucap Hiro memberikan 3 koin emas.
"Cukup tuan… Kami juga menyediakan makan sehari 2 kali tuan, jadi jangan sampai ketinggalan karena kalau tidak maka tidak ada jatah kembali" ucap resepsionis.
'Wahh syukurlah ternyata harga segitu sudah termasuk dengan biaya makan' pikir Hiro senang.
"Baik terimakasih" ucap Hiro kemudian mengikuti pelayan yang mengantarkan nya ke kamarnya.
"Ini tuan, kamar anda" ucap pelayan membungkuk memberi hormat dan pergi.
Hiro kemudian masuk dan mengistirahatkan tubuhnya di kasur yang tidak empuk ataupun keras, wajarlah harga nya pun murah.
"Mari kita lihat seberapa lama aku kuat menjalani aktifitas yang belum pernah ku lakukan sebelumnya" ucap Hiro kemudian memejamkan matanya tertidur istirahat.
***
Sedangkan di dunia jiwa, keluarga Hiro di hebohkan di saat Yue tiba-tiba terjatuh pingsan dan setelah sadar pun wajahnya pucat pasi serta seluruh badannya gemetar.
"Yue, putriku ada apa dengan dirimu? beritahu ibu?" ucap Chloe.
Mereka semua sangat mengkhawatirkan nya karena mereka pun tiba-tiba merasa ada sesuatu yang janggal.
"A-aaku, tidak bisa merasakan hawa kehadiran suami kita dan juga d-dunia jiwa telah terlepas ikatan dengannya" ucap Yue terbata-bata dan wajahnya pun ketakutan.
DEG!
Mereka semua tiba-tiba terdiam dan jantung mereka berdebar kencang.
"T-tidak mungkin! tidak mungkin!" ucap Meng Luo berteriak keras menyangkal apa yang ia pikirkan.
"K-kamu hanya tidak enak badan saja kan nak? jadi mungkin saja hanya perasaan kamu saja" ucap ibu kandung Hiro.
"T-tidak bu, a-apa kalian tidak merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dunia jiwa?" ucap Yue.
Mereka melihat keluar dan benar saja dunia jiwa tiba-tiba menjadi gelap, para monster monster peliharaan Hiro berteriak keras bagaikan menandakan ada sesuatu yang terjadi pada tuan mereka.
Hal tersebut semakin membuat keributan dan kekhawatiran yang sangat meledak pada keluarga Hiro.
"T-tidak! t-tidak! tidak mungkin!!!"
"A-anakku?!"
Ledakan keras terjadi pada diri mereka semua bagaikan di bom, jantung berdebar kencang sangat ketakutan apabila apa yang mereka pikirkan benar-benar kenyataan.
"Nyonya! kami sudah berusaha keras untuk keluar dari dunia jiwa tetapi tidak bisa! dan juga kami sudah mencoba menghubungi tuan tetapi tidak ada jawaban sama sekali, seolah-olah ikatan kami terputus dengan tuan" ucap Diablo yang tiba-tiba muncul di depan mereka, begitupun dengan para bawahan Hiro yang lainnya.
Mereka semua kini benar-benar dalam keadaan kacau karena situasi terus-menerus mendorong mereka terhadap sesuatu pikiran buruk mereka.
"Lakukan sesuatu! cepat apapun itu cari cara keluar dari dunia jiwa!" ucap Elizabeth keras.
Seolah-olah tidak ada habisnya pertanda buruk kini dunia jiwa bergetar hebat, langit pun hujan deras dan energi alam di dunia jiwa tidak lagi terkendali.
"H-hiro s-sudah…"
"Jangan berkata seperti itu! suami kita pasti baik-baik saja, tidak ada yang bisa membuatnya dalam bahaya!" ucap Elizabeth bersikeras untuk percaya bahwa semua yang terjadi hanyalah bukan pertanda apa-apa melainkan hanya sedikit kekacauan yang sering kali terjadi.
***
Sedangkan Hiro yang mereka khawatirkan baru saja terbangun dari mimpi indahnya.
Ia saat ini sedang memakai baju dan hendak sarapan karena kalau tertinggal maka tidak ada jatah makan untuknya.
Hiro tidak tahu bahwa tindakannya saat ini sangat membuat kekacauan dan kekhawatiran pada keluarganya.
Ia hanya dengan santai menikmati sarapannya tanpa memikirkan apapun kecuali cara untuk mencari uang agar bisa bertahan hidup.
'Sekarang aku manusia biasa yang perlu makan agar bisa hidup, tetapi hanya dengan sisa 7 koin emas saja tidak akan cukup' pikir Hiro.
Walaupun keberuntungan selalu menyertai nya tetapi kesialan pun menempel erat padanya, karena masalah selalu datang kepadanya mau dimana pun dan kapanpun itu.
Setelah selesai makan Hiro pergi ke tengah kota untuk mencari informasi apapun tentang kerajaan atau wilayah yang ia tinggali saat ini.
"Permisi tuan… Mohon maaf sebelumnya apabila mengganggu, saya ingin bertanya sebenarnya ini dimana yah? atau lebih tepatnya di kerajaan mana?" ucap Hiro dengan sangat sopan kepada orang sekitar.
"Oh anda pendatang baru tuan? ini di wilayah kerajaan Manipeda tuan, sedangkan kota ini adalah kota Harum Wangi" ucap orang tersebut dengan ramah.
"Harum Wangi? apa kota ini menggunakan nama Dewi?" ucap Hiro.
"Oh anda tau juga ternyata tuan? benar, tuan kota ini di beri nama Dewi karena dulu pada saat krisis pangan dan krisis ekonomi kerajaan hampir runtuh, tetapi beruntung sekali Dewi menjawab doa-doa kami. Ia mendatangkan seorang pemimpin yang dapat membawa kami ke perubahan besar, kerajaan yang waktu itu hampir runtuh dapat bangkit kembali hingga saat ini di segani oleh kerajaan lainnya" ucapnya menjelaskan semua informasi yang cukup berguna untuk Hiro.
"Ahh begitu, terimakasih banyak tuan" ucap Hiro kemudian memberi hormat untuk pamit pergi.
'Aku tidak tahu sebenarnya Dewi Harum itu benar atau tidak, kalau benar ada aku ingin sekali menemuinya dan siapa tahu Dewi Harum dapat di ajak bekerjasama denganku' pikir Hiro.
Langkah demi langkah tanpa Hiro sadari saat ini ia sedang mendekati ke wilayah kerajaan.
Para prajurit yang sedang berpatroli melihat Hiro yang pergi tanpa arah dan tujuan menghentikannya.
"Maaf tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya prajurit tersebut.
"Ahh maaf? ada apa?" ucap Hiro heran tiba-tiba di hentikan.
"Tadi kami lihat anda jalan-jalan tidak jelas, jadi kami menghentikan anda karena kami pikir anda tersesat" ucap prajurit tersebut.
"Ahh maaf, tadi aku sedang melamun tidak apa-apa aku tahu jalan pulang kok" ucap Hiro tersenyum canggung.
"Ahh baiklah tuan, tapi kalau ada sesuatu anda bisa ceritakan kepada kami, siapa tahu kami bisa membantu anda" ucapnya dengan ramah.
"Ahh aku ingin bertanya, maaf apabila terlihat lancang atau kurang ajar tetapi apa saya bisa menemui raja?" ucap Hiro.
Prajurit tersebut terdiam beberapa saat hingga tersenyum hangat.
"Mohon maaf tuan, sebelumnya anda harus membuat janji terlebih dahulu karena raja tidak bisa menemui sembarang orang" ucap prajurit tersebut menolak secara halus.
"Ahh baik aku mengerti, bagaimana cara agar bisa bertemu raja?" tanya Hiro.
"Hemmm begini saja tuan, anda beritahukan alamat tempat tinggal anda atau penginapan anda, saya akan menyampaikan pesan kepada raja dan apabila di setujui saya akan segera menemui anda untuk memberitahukan nya" ucap prajurit itu dengan ramah.
"Baiklah tuan, terimakasih dan mohon maaf sebelumnya apabila merepotkan anda" ucap Hiro dengan sopan pula karena ia sangat senang dengan perilaku orang-orang di kerajaan ini yang sangat menghargai orang lain walaupun tidak di kenal.
Hiro pun memberitahukan alamat penginapan nya dan pamit pergi menjauh dari wilayah kerajaan.
'Sungguh benar-benar luar biasa sikap orang-orang disini, sama sekali tidak bisa di temukan di dunia manapun. Mereka memperlakukan semuanya tanpa berbeda-beda' pikir Hiro.
Ia pun kembali ke penginapan untuk menunggu kabar dari prajurit tadi, kalau tidak ada kabar juga sampai seminggu maka ia akan langsung menemui raja setelah sistem aktif kembali karena untuk saat ini ia harus berhati-hati dalam bertindak.
Hari demi hari berlalu Hiro kini telah terbiasa hidup tanpa adanya sistem ataupun kekuatan, ia sekarang sudah bekerja di salah satu restoran sebagai pelayan, walaupun pelayan di dunia kultivator sangatlah rendahan tapi Hiro sangat menikmatinya karena tidak ada perlakuan khusus atau berbeda untuk orang-orang, mau ia seorang yang kaya atau miskin akan tetap di perlakukan dengan sopan dan hangat, itulah yang membuat Hiro nyaman tinggal di benua Betavia.
Hari kelima Hiro tinggal di benua Betavia, saat berada di penginapan sebelum berangkat kerja salah seorang prajurit menemui Hiro dan ia kenal bahwa prajurit itu adalah orang yang sebelumnya menyampaikan pesan untuk bertemu dengan raja.
Hiro sungguh tidak menyangka bahwa raja kerajaan Manipeda akan menjawabnya, karena biasanya raja-raja lain akan selalu mengabaikan permintaan orang tidak jelas asal-usulnya.
Satu hal kecil yang kembali membuat Hiro kagum dengan benua Betavia ini.
"Tuan, ini saya prajurit sebelumnya yang anda temui beberapa hari yang lalu… Apa anda masih mengingat saya?" ucap prajurit tersebut.
"Oh tuan prajurit, ada apa gerangan anda menemui saya?" ucap Hiro.
"Maaf, apa kedatangan saya mengganggu anda?" ucap prajurit tersebut.
"Aku memang akan berangkat bekerja tetapi apabila itu anda yang menemui saya, maka saya bisa luangkan waktu saya untuk tidak bekerja" ucap Hiro dengan sopan.
"Ahh sekali lagi mohon maaf tuan, saya tidak tahu bahwa anda sudah bekerja" ucapnya menunduk meminta maaf.
"Tidak-tidak tuan prajurit angkat kepala anda karena anda tidak perlu seperti ini" ucap Hiro.
"Ahh baik tuan, saya kemari untuk menyampaikan pesan bahwa raja bersedia untuk bertemu dengan anda, tetapi anda harus melewati beberapa pemeriksaan. Saya mohon anda memakluminya" ucap prajurit tersebut.
"Tidak masalah, tidak masalah. Raja menjawab permintaan saya pun, saya sangat bersyukur sekali baiklah ayo kita pergi tidak baik membuat raja menunggu" ucap Hiro segera bersiap-siap untuk pergi.
Hiro pun di antar oleh prajurit tersebut untuk memasuki istana kerajaan dan benar saja Hiro harus melewati beberapa pemeriksaan untuk memutuskan apa ia dapat bertemu dengan raja, agar keselamatan raja pun terjamin.
Hiro hanya diam mengikuti semua pemeriksaannya dengan profesional, hingga selesai semuanya barulah Hiro dinyatakan aman untuk bertemu raja.
"Yang Mulia, tamu anda sudah menunggu di depan pintu" ucap prajurit istana menyampaikan pesan tentang kedatangan Hiro.
"Suruh dia masuk" terdengar sebuah suara yang berwibawa di balik pintu tempat Hiro berdiam.
Hiro tersenyum karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu raja mana yang sangat bijaksana hingga dapat membuat sebuah kerajaan damai dan tentram, karena pasti ia sangatlah hebat dalam hal memimpin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...