
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro menggunakan bola api sebagai penerangan jalan mereka.
Di dalam sangatlah gelap karena tidak ada cahaya matahari sama sekali yang dapat masuk menembus goa tersebut.
Aura yang sangat kuat dan murni menerpa mereka, untung saja Hiro telah melapisi tubuhnya dan Tutu dengan aura miliknya jadi tidak terlalu berpengaruh kepada mereka, tetapi tetap saja suhu dingin menusuk kulit mereka.
"Hemmm sungguh sepertinya tempat ini tidak pernah di jamah oleh orang" ucap Hiro.
"Benar tuan, sepertinya begitu… Orang biasa mungkin sudah mati sedari tadi gara-gara aura yang pekat dan suhu dingin ini" ucap Tutu.
"Tapi yang aku bingung kan bagaimana mungkin tidak ada yang masuk tapi banyak sekali jebakan yang terpasang di jalan-jalan cabang sebelum nya? dan juga tidak ada kehadiran monster sama sekali padahal tempat ini sempurna sebagai sarangnya monster" ucap Hiro.
"Ahhh… Anda benar juga tuan, sungguh mencurigakan" ucap Tutu.
Selangkah demi selangkah mereka berdua memasuki goa tersebut hingga ke tempat yang paling dalam.
Semakin melangkah jauh ke dalam maka semakin meningkat pula suhu dan aura yang ada di dalam nya.
'Sistem tolong bantu aku, sungguh karena kekuatan ku sekarang tidak mampu bertahan lebih lama lagi' ucap Hiro.
{Tidak mau!}
'Ahh ayolah sistem! kau ingin aku mati hah?' ucap Hiro.
{Salah anda sendiri yang seperti tidak menganggap sistem penting, maka sistem pun akan menganggap anda tidak penting!}
'Ahh tolong lah sistem! maafkan aku' ucap Hiro.
Ia dan Tutu sudah tidak dapat lagi bertahan di bawah tekanan aura dalam goa dan suhu yang begitu dingin.
{Hahhh… Makanya nanti kalau ada sesuatu konfirmasi terlebih dahulu kepada sistem! supaya tidak terjadi kejadian seperti ini lagi, kalau anda sebelumnya bicara terlebih dahulu pada sistem maka semua ini tidak akan terjadi karena sistem akan mencegahnya terlebih dahulu}
'Baik-baik… Aku salah, maafkan aku' ucap Hiro.
{Tunggu sebentar…}
SWOSHHHH…
Tiba-tiba tubuh Hiro mengalami peningkatan yang begitu drastis hingga mirip dirinya yang dulu.
{Sistem akan mengembalikan kembali kekuatan anda seperti dulu tetapi sistem hanya bisa memberikan waktu sekitar 1 hari, gunakan waktu singkat tersebut dengan bijak}
'Ahh syukur lah, terimakasih sistem!' ucap Hiro dengan senang.
Kini tubuhnya telah kebal terhadap pengaruh dari gua tersebut.
"Sudah sekarang tidak masalah, tetapi kita dapat bertahan hanya sampai 1 hari. Kalau lebih dari itu maka aku pun tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, mengerti?" ucap Hiro dengan serius.
"Baik, saya mengerti tuan! mari kita selesaikan ini semua dengan cepat" ucap Tutu.
***
"Ahh akhirnya setelah sekian lama saya menunggu kedatangan anda tuan… Semoga anda bisa segera cepat kembali menempati posisi anda yang sebenarnya!" ucap seseorang sambil tersenyum bahagia layaknya harapan yang selalu ia nanti-nanti kan akhirnya datang juga.
"Kami akan selalu senantiasa menunggu kebangkitan anda kembali tuan!"
***
Hiro menggaruk telinga karena merasa gatal, "Sialan! pasti ada seseorang yang membicarakan ku!" ucap Hiro.
"Ada apa tuan?" tanya Tutu.
"Tidak, telinga ku hanya gatal saja mungkin karena efek suhu dingin sebelumnya" ucap Hiro.
Selama 15 menit mereka berjalan sama sekali belum tahu sudah sampai mana mereka berada di dalam gua tersebut.
"Hahh ternyata kita berjalan selama ini hanya baru seperempat nya saja dari jalur ujung gua ini" ucap Hiro.
"Benarkah tuan?! bagaimana mungkin?" ucap Tutu terkejut sekali mendengarnya karena ia kira bahwa sebentar lagi mereka akan segera sampai ke ujung gua.
"Benar… Semoga saja kita tidak kehabisan waktu sebelum sampai" ucap Hiro.
"Apa kita tidak bisa teleportasi tuan?" tanya Tutu.
"Teleportasi? kalau bisa sudah ku lakukan sedari tadi, aura di dalam gua ini bekerja untuk menghalangi setiap lubang dimensi yang tercipta dari dalam, maka dari itu teleportasi tidak akan pernah bekerja" ucap Hiro.
"Hahh kalau begitu ini benar-benar merepotkan tuan… Maafkan saya karena ini semua gara-gara saya" ucap Tutu merasa bersalah sekali.
"Hemmm? kenapa jadi salah mu? bukankah itu karena aku yang setuju untuk datang kemari?" ucap Hiro.
"Tidak tuan, ini salah saya karena telah memberitahukan tempat ini kepada anda" ucap Tutu.
"Sudahlah! jangan terlalu memikirkan yang lain, fokus saja ke depan karena kita tidak tahu sempat atau tidak waktu 1 hari ke ujung gua ini" ucap Hiro.
"Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf" ucap Tutu.
Hiro hanya mengangguk dan mulai fokus ke depan karena bisa saja kalau ia lengah sedikit maka nyawa mereka akan dalam bahaya.
'Cihh! ku kutuk kau yang membuat tempat menyebalkan ini! sungguh benar-benar merepotkan' ucap Hiro dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...