
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ohh silahkan tuan, kosong kok tidak ada pemiliknya" ucap gadis tersebut dengan ramah.
Hiro pun tersenyum dan tanpa ragu-ragu langsung duduk begitu saja.
"Ngomong-ngomong, apa anda orang baru tuan?" tanya gadis tersebut sambil memperhatikan Hiro dengan teliti.
"Ahh kelihatan yah? hahaha benar aku baru saja datang kemarin" ucap Hiro tersenyum hangat.
"Hmmm pantas saja… Mungkin ini seperti kurang ajar tetapi tuan kalau anda seperti ini ke orang lain mungkin anda akan di manfaatkan" ucap gadis tersebut.
"Ahh apa benar itu? kalau begitu apa anda akan memanfaatkan saya?" ucap Hiro pura-pura panik.
"Ahh tidak tuan… Kan saya bilang kalau orang lain berarti bukan saya" ucap gadis itu meluruskan kesalahpahaman Hiro.
"Oh hahh… kalau begitu aku beruntung karena bertemu dengan anda nona" ucap Hiro sambil menghela nafas lega.
"Anda ini menarik sekali ya tuan" ucap gadis itu tersenyum kecil ke Hiro.
"Hahaha nona bisa saja" ucap Hiro kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan.
"Apa anda menginginkan sesuatu nona?" tanya Hiro dengan ramah.
"Ahh tidak perlu tuan, lagipula makananku pun belum habis" ucap nya sambil menunjuk ke makanannya yang masih belum tersentuh sedikitpun.
Hiro hanya mengangguk dan menyuruh pelayan tersebut membawakan makanannya dengan segera.
Hiro pun sedikit mencairkan suasana dengan bercerita tentang petualangan yah walaupun itu semua kebohongan.
Namun nampaknya gadis tersebut sangat tertarik dengan cerita kebohongan Hiro. Ia mendengarkan nya dengan baik bahkan sekali-kali memuji Hiro.
Setelah beberapa saat Hiro kemudian sedikit demi sedikit mengorek informasi gadis tersebut. Pertama-tama yang ia dapatkan adalah nama gadis tersebut adalah Luci, dan ia berasal dari ujung dunia tempat para iblis kecil berada.
Walaupun ada sedikit kebohongan saat gadis itu menyebutkan tujuannya datang kemari karena Hiro memiliki mata kebenaran jadi ia tahu segala sesuatu apa itu benar atau kebohongan.
Hiro tidak menyinggung tentang mengapa ia memakai tudung nya, karena hal tersebut dapat membuat gadis itu curiga kepadanya dan tidak mau berurusan dengan Hiro lagi bahkan mungkin akan menghindarinya.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya pelayan telah datang kembali dengan membawakan makanan dan minuman yang Hiro pesan.
Sebelum melanjutkan pembicaraannya Hiro meminta ijin untuk makan terlebih dahulu karena ia lapar sekali.
Gadis tersebut hanya tersenyum dan mengangguk. Rupanya ia sedikit demi sedikit terpesona oleh Hiro, mungkin karena ketampanannya atau karena Hiro adalah MC nya.
Saat Hiro sedang makan pun gadis itu terus saja menatapnya tanpa berpaling sedikitpun.
Hiro sebenarnya menyadarinya tetapi karena akan terjadi suasana yang canggung jadi ia pura-pura tidak menyadarinya.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Hiro telah menghabiskan semua makanan nya, rupanya ia benar-benar kelaparan.
"Maaf nona karena membuat anda menunggu lama" ucap Hiro tersenyum hangat.
"Ahh tidak masalah tuan, lagipula saya memiliki banyak waktu luang" ucapnya.
"Hmmm apa benar anda memiliki banyak waktu luang?" tanya Hiro.
"Benar tuan, ada apa memangnya?" ucap gadis tersebut.
"Boleh temani saya berkeliling? karena saya pendatang baru jadi saya masih belum mengenal sepenuhnya kota ini, saya takut tersesat" ucap Hiro.
"Ahh boleh tuan… Pertama kemana Anda ingin pergi?" tanyanya.
Hiro berpikir sebentar setelah itu menjawabnya, "Aku ingin ke paviliun, apa ada?" ucapnya.
"Hmmm paviliun yah? kebetulan aku ada urusan disana, kalau begitu ayo pergi bersama" ucap gadis tersebut kemudian berdiri untuk pergi.
Hiro pun mengikutinya setelah membayar semua makanan dan minumannya.
Gadis tersebut dengan tangan terbuka menerima Hiro begitu saja seperti sudah lama mengenal.
Ia pun tidak sungkan untuk menemani Hiro kemanapun, entah mengapa Hiro juga merasakan ada sesuatu yang aneh.
'Apa terdeteksi sesuatu yang aneh dari gadis ini sistem?' ucap Hiro.
{Tidak ada tuan…}
'Tapi aneh sekali dia seperti tidak curiga ataupun waspada kepadaku yang baru bertemu dengannya?' ucap Hiro dalam pikirannya.
'Hooo begitu sih lebih baik tetapi bagaimana kalau ada udang di balik batu?' ucap Hiro.
{Sekalipun begitu tetap udah tidak akan bisa mengalahkan hewan pemburu yang buas seperti anda}
'Hahaha kamu benar juga sistem' ucap Hiro tertawa kecil.
"Tuan? tuan Hiro, apa anda baik-baik saja?" tanya gadis itu sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mata Hiro.
"Ahh maaf tadi aku sedang berpikir bahwa lelaki yang memiliki mu pasti sangat beruntung karena nona Luci sangat cantik" ucap Hiro sambil tersenyum buaya.
Mendengar perkataan Hiro membuat Luci mengalihkan pandangannya dan mengalihkan pembicaraan.
Hiro tersenyum kecil melihat reaksinya seperti itu.
'Hmmm ketampanan ku memang tiada tandingannya! wanita seperti apapun pasti takluk oleh muka ini' pikir Hiro bangga.
{Apa mau saya cabut semua Karisma yang anda miliki tuan? agar tidak terlalu banyak wanita menyedihkan karena terkena efek samping karisma tersebut}
'Ahh jangan sistem… Kumohon jangan!' ucap Hiro panik.
"Tuan Hiro kita sudah sampai" ucap Luci menyadarkan Hiro dari lamunannya.
"Ahh baik… Kalau begitu tolong pimpin jalannya nona Luci" ucap Hiro kemudian mengikuti nya dari belakang.
Sebelum masuk Hiro menyuruh Grill agar segera pergi ke paviliun di dekat istananya.
Dia ingin membuat Grill agar memerintahkan orang-orang paviliun berpura-pura tidak mengenal nya tetapi tetap harus jaga sikap.
Grill pun menjawabnya dengan tegas dan ia pun segera melaksanakannya tanpa membuang-buang waktu.
Setelah memasuki paviliun, para pelayan pun bersikap profesional dan berpura-pura tidak mengenal Hiro, yah walaupun ada beberapa yang masih sedikit canggung kepadanya.
Tetapi Luci tidak curiga apapun, ia hanya berpikir bahwa mungkin mereka yang canggung adalah pegawai baru yang masih belum terbiasa untuk menyambut tamu dengan hormat.
Setelah berkeliling Luci dan Hiro membeli beberapa pil dan ramuan.
Setelah itu barulah Hiro dan Luci pergi dari paviliun, para pelayan disana akhirnya dapat bernafas dengan lega dan juga bersyukur tidak ada masalah apapun yang terjadi.
Mereka sebelumnya saat di kabari oleh kaisar Grill sangat terkejut karena mendengar bahwa penguasa dunia bawah tuan Hiro akan datang ke tempat mereka, dan mereka pun di perintahkan untuk bersikap selayaknya pada tamu biasa? hal tersebut sangat membuat mereka menderita karena takut terjadi kesalahan saat melayani Hiro.
***
Hiro dan Luci yang telah pergi dari paviliun pun berpamitan.
Tetapi sebelumnya Hiro memegang tangan Luci terlebih dahulu untuk memasangnya sebuah pelacak agar sistem dapat mengetahui dimana dan sedang apa yang di lakukan oleh Luci.
Saat melihat Luci telah pergi jauh hingga tak terlihat barulah Hiro pun menghilang dari tempatnya kembali ke istana.
Dan di istana ia sudah di sambut oleh 4 malaikat maut yang menatap tajam ke arahnya dengan aura menakutkan sangat membuat Hiro merinding.
'Sial! aku lupa ada Yue yang bisa selalu tahu apa yang kulakukan!' ucap Hiro dalam pikirannya.
"Apa sudah selesai bermain dengan wanita lainnya sayang??!" ucap Meng Luo manis tersenyum manis, begitupun dengan Elizabeth.
Hiro hanya tersenyum canggung tetapi karena tidak bisa mengelak, maka ia harus menerima apapun yang akan ia dapatkan nanti dari semua wanitanya.
'Sayang…' ucap Yue melalui telepati.
'Yue? mengapa harus memakai telepati?' tanya Hiro kebingungan karena saat ini Yue berada di depannya.
'Ada sesuatu yang tidak bisa aku bicarakan dengan yang lainnya' ucap Yue.
'Oh baiklah… Apa itu?' ucap Hiro.
'Dark Elf itu seperti merencanakan sesuatu… Tetapi sepertinya akan tertunda karena ia kehilangan fokusnya akibat tertarik pada kamu' ucap Yue serius.
'Iyah aku tahu itu tetapi aku tidak tahu apa yang ia rencanakan' ucap Hiro.
'Terus dekati dia, nanti kamu pasti akan mendapatkan jawabannya. Tidak masalah apabila yang ia rencanakan hanyalah balas dendam kepada iblis lainnya tetapi beda ceritanya kalau ia merencanakan sesuatu yang cukup membahayakan dunia ini' ucap Yue.
'Baiklah akan aku ikuti saran mu' ucap Hiro sambil tersenyum senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...