
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sistem apa kamu bisa keluar ke dunia nyata? biarkan aku memukul mu sekali saja!" ucap Hiro kesal.
{Maaf tuan tidak bisa, kalau sistem sampai menyalahi setiap aturan yang sudah di tetapkan maka seluruh alam kehidupan akan hancur berkeping-keping}
'Apa itu adalah sesuai perkataan sistem bahwa ini adalah permainan?' pikir Hiro.
'Ahh sudahlah lupakan'
"Guru, guru menurut orang-orang disana ada sebuah penginapan beserta dengan restoran tetapi biayanya sangatlah mahal katanya" ucap Ryu.
"Hoo benarkah? kalau begitu kita kesana, jangan pedulikan biayanya" ucap Hiro.
Ryu yang memimpin jalan karena dirinya yang mendapatkan informasi tentang penginapan tersebut.
Hingga tibalah mereka di suatu bangunan dengan aroma enak tercium dari dalamnya.
Hiro pun sedikit terbuai oleh aroma tersebut, sedangkan para anak-anak sudah banjir akan air liur.
"Haishh dasar anak-anak, bangun apa kalian akan berdiam diri saja? tidak ingin masuk kedalam dan mencoba menikmati makanan yang beraroma enak ini?" ucap Hiro menyadarkan mereka.
Para murid-muridnya mengangguk senang dan masuk dengan sangat cepat. Hiro menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka seperti itu, ia pun mengikutinya dan pada saat pertama kali masuk ke dalam bangunan tersebut Hiro di suguhkan dengan pemandangan yang begitu menakjubkan belum pernah ia lihat selama hidupnya.
'Sial, mereka menggunakan sihir untuk melakukan semuanya?' pikir Hiro.
"Apa ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya seorang pelayan menghampiri Hiro dan murid-muridnya.
"Ambilkan makanan dan minuman terbaik yang kalian miliki" ucap Hiro, pelayan itu tersenyum dan mengangguk pergi dengan cara menghilang.
Hiro melihat sekitaran nya untuk mencari tempat yang masih kosong.
Setelah mendapatkan tempat yang masih kosong, mereka menunggu pesanannya datang dengan tenang sambil mendengarkan setiap pembicaraan orang-orang di dalam restoran.
'Lantai bawah tempat restoran yang berarti lantai atas adalah penginapan, hemmm mereka sangat menjamin sekali privasi para tamunya' ucap Hiro saat merasakan bahwa setiap ruangan di lantai atas memiliki sebuah pelindung yang cukup sulit di tembus.
"Guru, sebenarnya anda berada di level berapa?" tanya Ryu.
Toru dan Lalita pun menatap Hiro berharap untuk di beritahukan karena selama ini mereka penasaran tetapi ragu untuk bertanya.
"Hemmm apa kalian ingin mengetahuinya?" ucap Hiro.
"Tentu guru, mohon beritahu kami" ucap Ryu memelas.
'Aku level berapa sistem?' tanya Hiro.
{Anda berada di level Murid tingkat Gold}
"Master" ucap Hiro kepada para muridnya.
Ryu, Toru, dan Lalita menatap tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Hiro tentang levelnya.
"Anda serius guru?" tanya Toru.
Hiro mengangguk membenarkannya.
Tatapan tidak percaya terlihat di wajah mereka semua, bukan tidak percaya level Hiro tinggi melainkan sebaliknya.
"Lalu bagaimana bisa anda tahu segala hal tentang sihir ataupun bela diri guru?" tanya Toru.
"Apakah ilmu pengetahuan harus terpacu pada level? sepertinya kalian di latih pemikirannya" ucap Hiro.
"Tapi guru…"
"Makanannya tuan, mohon maaf apabila membuat kalian semua menunggu lama" ucap seorang pelayan tiba-tiba muncul dengan berbagai piring dan gelas yang berisikan pesanan Hiro.
"Terimakasih" ucap Hiro kemudian menyuruh murid-muridnya untuk makan terlebih dahulu.
Mereka makan dengan tenang menikmati setiap rasa dari makanan tersebut.
{Tuan, sistem mendapatkan informasi terbaru mengenai dunia sihir yaitu tentang adanya sebuah organisasi atau sebuah kelompok penyihir hitam. Para penyihir hitam tersebut mulai meresahkan penyihir-penyihir lainnya karena mereka menyerap energi mana hingga energi kehidupan para penyihir untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas energi mana untuk tubuh mereka sendiri}
{Para penyihir hitam tersebut di juluki orang-orang dengan sebutan BLACKLIST}
{MISI SPESIAL : Tuntas habis para penyihir hitam atau BLACKLIST tersebut}
{Hadiah : Mendapatkan kembali setengah kekuatan anda}
{Gagal : Kehilangan setengah kekuatan anda saat ini dan kemusnahan para penyihir}
"Ohokkk-…"
"Ada apa guru?"
"Guru?"
Hiro tersedak saat mendengar penjelasan sistem dan pemberian misi yang tiba-tiba.
"Uhuk-… Ahh tidak apa-apa hanya tersedak" ucap Hiro kemudian minum.
'Apa-apaan kamu ini sistem? mengapa tiba-tiba di berikan misi?' ucap Hiro dalam hatinya.
{Karena sudah terlanjur darurat tuan… Terancamnya kedamaian bagi para penyihir membuat sistem terpaksa harus menyuruh anda untuk turun tangan karena tidak ada satupun yang mampu, yah memang ada sih yang mampu menghentikannya tetapi orang-orang tersebut terlalu berhati-hati dan terlalu berharap menunggu adanya seseorang yang memimpin mereka untuk menghentikan para kelompok penyihir hitam tersebut}
'Tapi kenapa harus aku hah? aku kan bukan berasal dari dunia ini!' ucap Hiro.
{Misi wajib tuan tidak bisa di tolak!}
'Sialan! baik-baik akan aku lakukan apa yang kamu katakan!' ucap Hiro dengan kesal menerima misi tersebut.
{Misi di terima… Selesaikan dalam kurun waktu 1 tahun, apabila lebih dari itu maka keberadaan para penyihir tidak akan selamat}
Tetapi Hiro mengabaikannya karena ia akan memulai pergerakannya apabila ada niat saja.
Setelah selesai makan, Hiro menuju ke pelayan resepsionis untuk membayar makanannya dan memesan sebuah kamar untuk mereka beristirahat ataupun tinggal beberapa hari di kota Balan.
"Ayo ikuti aku!" ucap Hiro membawa para muridnya ke ruangan atau kamar yang telah ia pesan.
Ia memesan 3 kamar, satu untuknya, satu untuk Lalita dan satu lagi untuk Toru dan Ryu.
"Kalian tunggu di ruangan masing-masing, jangan keluar apapun yang terjadi dan jangan hiraukan perkataan ku ini, mengerti?!" ucap Hiro menegaskan perkataannya.
"Baik guru, kami mengerti!" ucap mereka dengan tegas juga.
Hiro hanya tersenyum dan mengangguk, ia pun meninggalkan para muridnya di penginapan.
Keluar dari restoran itu tempat pertama yang ia kunjungi adalah sebuah toko pakaian.
Di toko itu ia membeli beberapa pakaian yang menurutnya cocok di pakai oleh para muridnya, Hiro tidak memperdulikan berapa uang ataupun koin yang ia keluarkan karena hal tersebut tidak mampu di bandingkan dengan ketiga bibit unggul yang ia miliki.
Uang ataupun koin emas dengan mudah ia dapatkan di toko sistem tetapi tidak dengan para muridnya itu, ia yakin suatu saat nanti ketiga anak itu akan menjadi pilar dunia ini.
Yah walaupun itu hanya perkiraan Hiro saja karena tidak ada yang tahu soal masa depan nanti.
Setelah membeli banyak pakaian Hiro berjalan-jalan sebentar mengelilingi kota Balan dengan maksud dan tujuan mencari informasi lebih tentang wilayah timur ataupun dunia ini.
Apabila ia ingin menyelesaikan misi hal pertama yang harus di perhatikan dan paling penting, inti dari segala inti adalah informasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...