Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Ji Peng Anak Kepala Desa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat sebagian para prajurit membantu menyembuhkan para warga desa, Hiro dan para petualang memisahkan diri untuk menemui kepala desa yang bertanggung jawab atas desa tersebut.


"Terimakasih tuan... Kalau bukan karena anda, kami semua tidak akan bisa membunuh mahkluk jahat itu" ucap salah seorang petualang.


"Hemmm? Apa yang kalian maksud, aku hanya menusuknya sekali saja dan kalian lah yang membunuhnya" ucap Hiro.


"Anda tidak usah merendah begitu tuan... Kami menyadarinya saat melawan Disaster itu, kekuatannya tidak mungkin selemah itu jadi mungkin saja serangan anda yang pertama itulah menyebab Disaster itu lemah... Dan juga pada saat di tengah pertarungan Disaster itu mengumpulkan kekuatannya namun entah kenapa semuanya menguap sebelum masuk ke dalam tubuhnya, pasti itu juga ulah anda kan?" ucap petualang tersebut.


"Ahhh entah lah~?.. "


"Tetapi kalian punya penilaian yang bagus, pantas saja guild petualang merekomendasikan kalian" ucap Hiro kemudian pergi masuk duluan mengabaikan mereka yang menunggu di depan rumah.


"Sungguh suatu berkah untuk kota kita memiliki pemimpin yang hebat seperti beliau.. walaupun usianya masih belum termasuk dewasa, namun ahh entah kenapa dia luar biasa sekali" ucap para petualang.


Setelah masuk ke dalam rumah itu, Hiro melihat seseorang pria paruh baya tengah terbaring dengan keadaan tubuh kurus kering, bahkan urat-urat di sekujur tubuhnya menonjol keluar terlihat sangat jelas.


'Cihh.. keadaan warga desa ini sangat memprihatinkan' ucap Hiro.


{Mungkin karena energi Mana mereka telah benar-benar di kuras sampai habis.. tidak mati saja mereka sudah cukup beruntung}


'Tapi keterlaluan sekali, seperti nya mahkluk itu sengaja membiarkan para warga hidup supaya bisa di serap setiap hari energinya.. berarti para warga hanya bisa istirahat dan bernafas dengan tenang hanya pada malam hari saja!' ucap Hiro sangat kesal.


{Besar kemungkinan begitu, di lihat dari kondisi mereka yang sangat mengkhawatirkan}


'Sialan! Kalau tahu begitu lebih baik aku tidak membiarkan nya mati dengan mudah!'


{Sudahlah kak, lebih baik sekarang fokus saja untuk menyelematkan mereka..}


{Kalau kakak masih marah karena melihat kondisi mereka, kakak bisa melampiaskan nya nanti pada dalang yang sebenarnya di balik kejadian ini semua}


'Ahh kau benar, lebih baik untuk sekarang aku tahan dulu..'


Hiro pun mengeluarkan energi Dewa Kehidupan untuk menyembuhkan nya seperti sedia kala. Hanya membutuhkan waktu sebentar untuk Hiro mentransfer energinya kepada orang di depannya.


"Ugh-.. i-ini di-mana?" ucap orang itu yang baru saja tersadar.


"Janga dulu banyak bicara, simpan baik-baik tenaga mu untuk istirahat" ucap Hiro.


"B-baik.. te-erima kasih" ucapnya kemudian kembali memejamkan matanya untuk memulihkan energinya yang habis.


***


Keesokkan harinya persediaan makanan untuk para warga desa telah tersedia, Hiro membelinya dari toko sistem yang cukup membuat kebingungan semua orang karena tiba-tiba telah menumpuk banyak sekali.


Hiro hanya memberi tahu bahwa itu semua dari dirinya, kalau untuk cara bagaimana bisa semua ini ada dalam semalam Hiro tidak memberitahukan nya.


"Sudahlah yang penting semua warga bisa makan sekarang... Jangan banyak tanya, lagipula ini makanan asli tidak ada racun sama sekali" ucap Hiro.


"Kami percaya tuan, karena kalau pun anda berniat meracuni atau membunuh kami untuk apa kalian semua repot-repot datang kemari dan membunuh Disaster?" ucap para warga.


"Nah kalian ngerti juga rupanya" ucap Hiro tersenyum kecil.


Para warga pun segera berbondong bondong mengambil makanan yang telah di sediakan, tidak peduli sebanyak apapun mereka mengambil nya makanan-makanan itu tetap tidak ada habisnya.


"Tenang semuanya akan kebagian kok... Sebanyak apapun kalian mengambilnya semua akan terbagi rata!" ucap Hiro.


"Terimakasih banyak tuan, entah harus bagaimana dan dengan cara apa kami membalas budi kepada anda" ucap seorang pria paruh baya yang ternyata kepala desa tersebut.


Pria paruh baya itu telah kembali pulih dengan bantuan Hiro kemarin, hanya saja ia perlu mengisi perutnya dengan makanan bergizi dan berprotein agar berat badannya kembali normal.


"Tidak perlu di pikirkan... Stabilkan dulu desa seperti sedia kala setelah itu baru pikirkan balas budi" ucap Hiro.


"Baiklah kalau begitu tuan.." ucap kepala desa sangat senang karena desanya bisa di selamatkan dan kembali seperti sedia kala.


Setelah selesai pembagian makanan, Hiro mengadakan sebuah pesta dimana untuk merayakan kemenangan dan keberhasilan menyelamatkan desa.


Pesta di adakan sangat meriah hingga seluruh para warga desa dapat melupakan apa yang terjadi pada mereka sebelumnya.


"Apa kalian tahu mengapa tiba-tiba muncul Disaster di desa ini?" tanya Hiro kepada kepala desa dan warga lainnya.


"Tidak tahu tuan.. bahkan kedatangan Disaster pun sangat tiba-tiba tanpa ada yang menyadarinya" ucap kepala desa.


"Benarkah? Soalnya tidak masuk akal apabila mahkluk jahat sepertinya dapat berkeliaran bebas di dunia ini.." ucap Hiro.


"Memang tidak masuk akal tuan..."


"Satu-satunya kabar mengenai mahluk jahat ini adalah yang terakhir itu" ucap kepala desa.


"Kapan?" tanya Hiro.


"Saat kabar Yang Mulia Kaisar mengalahkan Disaster.."


"Ahh- jangan-jangan..." ucap kepala desa seperti menemukan sesuatu.


"Syuttt.. " ucap Hiro sambil mengangguk diam-diam.


"T-tidak mungkin" ucap kepala desa dengan wajah tidak percaya.


"Mau bagaimana lagi, kalian sudah merasakan nya sendiri kan dan kejadian yang kalian alami sangat aneh" ucap Hiro.


"Kalau begitu kami harus bagaimana tuan?!" ucap kepala desa dengan panik.


"Tidak perlu khawatir, karena aku yang akan melindungi kalian semua... Kalau terjadi sesuatu kembali pada kalian, maka informasi kan saja kepadaku" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.


"B-baik tuan, baik!" ucap kepala desa.


"Oh yah ngomong-ngomong apa ada anak yang bernama Ji Peng?" tanya Hiro.


"Ah-.. a-apa yang anda maksud tuan?"


"J-ji Peng?!"


"Benar Ji Peng, apa kamu mengenalnya kepala desa?" ucap Hiro yang merasa aneh dengan reaksinya.


"Huftt.. fyuhh..."


"Dia adalah anak saya tuan, namun ia telah di mangsa terlebih dahulu oleh Disaster..." ucap kepala desa menundukkan kepalanya merasa sedih saat mengingat kembali bagaimana ia kehilangan anaknya.


"Ah-.. maafkan aku" ucap Hiro.


"Tidak masalah tuan, saya tahu bahwa kedatangan kalian kemari pasti gara-gara Disaster yang berwujud anak ku meminta pertolongan pada kalian" ucap kepala desa.


"Benar... Maafkan aku karena telah membuat anda mengingat nya lagi" ucap Hiro.


"Ahh sudah.. besok aku akan kembali ke kota, tetapi tenang saja sebagian para prajurit akan tetap aku tempatkan di desa karena masih perlu membutuhkan beberapa bantuan kan?" ucap Hiro mengalihkan pembicaraan.


"Boleh tuan, terimakasih banyak.."


Setelah itu Hiro pun pergi ke tenda untuknya beristirahat karena rumah ataupun kamar yang di miliki oleh para warga tidak layak untuk Hiro tempati, itu pun menurut mereka karena sosok Hiro yang sangat istimewa bagi mereka jadi tidak ingin membuatnya tidak nyaman.


Di dalam tenda Hiro memikirkan rencana selanjutnya karena ia harus mengantisipasi terkait kejadian pada desa ini. Karena sudah jelas Dewa Yaammaa pasti telah mengetahuinya bahwa mahkluk peliharaan nya telah mati, maka ia pun pasti akan mengirim seseorang untuk menyelidikinya.


"Sepertinya aku harus bergerak cepat.." ucap Hiro.


{Santai saja kak, ada aku yang bisa menyelesaikan nya!}


"Bagaimana caranya?" tanya Hiro.


{Bunuh saja semuanya.. lalu kirimkan kembali dalam bentuk boneka yang telah sistem persiapkan, di jamin tidak akan ketahuan walaupun oleh Yaammaa sekalipun}


***


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...