
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sistem Status ! "
......................
>### Nama : HIRO AKAME
>Level : Heavenly Mortal 9 (?)
>Status : PENGUASA TANAH KULTIVATOR
>Ras :
- God ( Dewa )
- Dragon ( Naga )
- Lucifer ( ½ Malaikat - ½ Iblis )
>Gelar :
- Pemilik System
- King of Destruction
- Dragon Lord
>Job :
- Alkemist - Master Array
- Summoner - Necromancer
>Elemen :
- Void ( Kehampaan )
>Tipe Tubuh :
- Perfection
>Teknik/Skil :
- Penciptaan ( Creation )
>Poin Sistem : ∞
>Poin Pengalaman : 1.000/10.000.000
>Koin Emas : ∞
>Senjata :
- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(100%)
- Pedang Langit Suci (100%)
>Artefak :
- Gelang Mustika Naga
- Gelang Kekacauan
>Penyimpanan :
- Kotak Hadiah Misteri (???)
- Kotak Hadiah Misteri Spesial (1)
- Kotak Hadiah Misteri Legendaris (1)
>Partner/Beast Kontrak :
- Long Wang ( Raja Naga )
- Yuki ( Kura-kura )
>Bawahan :
- Raphael ( Malaikat )
- Diablo ( Iblis )
- Rachel ( Dewa )
- Liya ( Elf )
- Gorgon ( Dwarf )
>Shop
>Gacha
......................
Hiro mengangguk puas dan melihat ke arah Griffin dan Rachel .
" Ada apa dengan kalian ? " Tanya Hiro saat melihat wajah mereka berdua .
" Tidak tuan " Ucap Griffin itu menggelengkan kepalanya .
" Ouhh yah apa kau punya nama ? " Tanya Hiro .
" Tidak tuan "
" Kalau begitu karena kamu bawahan ku akan ku beri nama kamu Grill " Ucap Hiro .
" Terimakasih banyak tuan … " Ucap Griffin itu berlutut .
" Haisshh … Berdirilah, mengapa kalian selalu berlutut hanya masalah sepele " Ucap Hiro menghela nafasnya.
Grill dan Rachel hanya saling bertatapan dan tersenyum entar apa yang mereka pikirkan .
" Yue kemana lagi tujuan peta itu ? " Tanya Hiro .
{ Sudah sampai disini tuan … Karena peta ini hanya setengahnya saja isinya }
" Why ? Terus dimana setengahnya lagi ? "
{ Dunia atas mungkin ? }
" Hmmmm… Secepatnya aku harus segera ke dunia atas karena mencari orang tua kandung ku " Ucap Hiro .
" Tapi Yue bagaimana cara naik ke dunia atas ? "
{ Biar Yue yang atur tuan … Anda hanya perlu memastikan kapan anda siap naik ke dunia atas }
" Hahhh … Baiklah setelah semua urusan di dunia ini selesai kita akan pergi ke dunia atas " Ucap Hiro .
" Tuan, anda akan ke dunia atas ? " Tanya Grill.
" Yah begitulah karena ada seorang dewa yang bermain-main dengan ku " Ucap Hiro tersenyum kejam membuat siapapun yang melihatnya merinding ketakutan.
" Tidak bisa kah di wakilkan saja oleh dirimu atau Diablo ? " Tanya Hiro .
" Diablo ? Maksud anda Diablo itu dari ras iblis ?! " Tanya nya .
" Benar … Dia bawahan ku dari ras iblis " Ucap Hiro .
" Tapi tuan kalau bukan ras iblis tingkat tinggi tidak mungkin dapat dengan mudah menundukkan iblis lainnya " Ucap Grill ragu-ragu .
" Aku pun tidak tahu … Nanti kau temui saja dia " Ucap Hiro .
" Kalau begitu ayo kita kembali " Ucap Hiro kemudian pergi diikuti Grill dan Rachel .
********
Di Suatu Alam … Di Dalam Ruangan Terdapat Seorang Yang Duduk Di Singgasana dan 2 Orang Saja Sedang Berlutut Di Bawahnya .
" Apa ! Kebangkitan Pemimpin Raja Dunia Bawah kau bilang !? " Ucap seorang di singgasana terlihat terkejut dan marah .
" Benar Yang Mulia… Sepertinya ada yang menerima dan cocok dengan warisan dari Azazel " Ucap Pria yang berlutut tersebut .
" Pergi … Cari tahu siapa itu dan awasi ! " Ucap nya menyuruh 2 orang yang berlutut tersebut .
" Baik ! " Ucap mereka dan pergi .
Setelah semua orang meninggalkan ruangan dan hanya tinggal dirinya seorang .
" Hahhh … Masalah sebelumnya belum selesai , ada kembali masalah yang datang … Sepertinya akan ada perubahan di Seluruh Dunia Ini " Ucap nya dengan mata menerawang .
*********
Setelah Hiro keluar dari hutan tersebut ia memilih kembali dengan Skil Teleportasi nya.
" T-tuan b-bagaimana anda bisa memiliki Skil tingkat tinggi yang telah tiada itu ! " Ucap Grill terkejut .
" Hahh… Biasakan dirimu agar tidak sering terkejut karena tuan adalah manusia yang Istimewa " Ucap Rachel menepuk pundak Grill .
Hiro hanya tersenyum tidak menjawab nya karena mungkin apa yang di katakan Rachel benar adanya ia adalah satu-satunya manusia yang istimewa karena keberadaan sistem di tubuhnya .
" Selamat datang kembali Yang Mulia ! " Ucap penjaga yang melihat Hiro .
" Berdirilah … Lanjutkan aktifitas kalian aku akan masuk dulu " Ucap Hiro tersenyum kemudian melangkahkan kakinya ke istana Kekaisaran Dewantara .
" Rachel panggil yang lainnya untuk berkumpul aula nanti " Ucap Hiro .
" Petinggi istana tuan ? " Tanya Rachel .
" Jangan… Hanya kalian saja " Ucap Hiro .
" Baik tuan " Ucap Rachel kemudian berpisah karena Hiro pergi ke ruangan nya sedangkan Rachel mencari bawahan Hiro yg lainnya .
" Tuan ? " Terdengar suara di telinga Hiro saat akan tidur .
" Ada apa Liya ? " Ucap Hiro sedikit marah .
" Ahh maaf kan saya tuan bila menganggu anda tetapi ini masalah penting karena telur Phoenix akan segera menetas " Ucap Liya ketakutan .
" Ohhh Benarkah !? " Ucap Hiro senang .
" Benar tuan "
" Kalau begitu tunggu sebentar aku akan segera kesana ! " Ucap Hiro bersemangat .
Hiro segera bangun dan masuk ke dunia jiwa dengan senyum senang .
Hiro mendatangi Liya dan merasakan hawa yang sangat panas sekali di sekitar telur yang retak .
" Tuan … " Ucap Liya yang kepanasan .
" Mundur lah " Ucap Hiro .
" Tapi tuan … "
" Mundur ini perintah ! " Ucap Hiro tegas dan Liya pun hanya mengangguk dengan murung .
" Yue bagaimana ini ? beritahu aku agar hawa panas ini menghilang " Ucap Hiro .
{ Ada caranya tuan namun Yue tidak yakin akan berhasil atau tidak }
" Apa itu beritahukan cepat " Ucap Hiro .
{ Tuan harus memberi setetes darah tuan namun karena tuan memiliki energi kegelapan dalam tubuh anda maka bisa jadi kemungkinan Phoenix tersebut mati karena Phoenix adalah mahkluk suci }
" Tetapi apakah ada kemungkinan berhasil ? " Tanya Hiro .
{ Kemungkinan 30% Berhasil … Gagal 70% }
" Hmmm Baiklah lakukan saja aku percaya Dewi Keberuntungan selalu bersama ku " Ucap Hiro yakin .
Hiro menyayat sedikit tangannya dan meneteskan darahnya pada telur tersebut .
Seketika Aura kegelapan menelan hawa panas tersebut dan telur sepenuhnya retak memperlihatkan sosok burung kecil dengan warna merah gelap .
Pikk ! … Pikk !
Burung tersebut mengeluarkan suaranya yang lucu dan memiringkan kepalanya seperti memikirkan sesuatu .
{ Tuan berilah nama maka anda akan dapat berbicara melalui akal pikiran }
" Baiklah namamu adalah Raa " Ucap Hiro .
" Ehh Yue apakah dia perempuan atau laki-laki ? " Tanya Hiro .
{ Anda beruntung tuan dia adalah perempuan }
" Kalau begitu nama Raa cocok untuknya "
Tiba-tiba burung kecil itu menggigit telapak tangan Hiro membuat tanda bahwa ia tuannya .
Pikk … Pikk…
Burung Phoenix itu mengepakkan sayapnya terlihat senang dan diam di bahu Hiro .
" Hahaha anak baik … cepatlah besar agar kamu bisa membawa ku terbang " Ucap Hiro .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo ! Disini Author Curhat Boleh Yah 🤣
Dulu Waktu Awal Bikin Novel Ini Memang Murni Author Hobi Dan Melampiaskan Ide-ide Yg Author Pikirkan Saat Membaca Novel Lainnya .
Tetapi Setelah Di Pikir-pikir Author Juga Butuh Uang Untuk Kuota Karena Membuat Karya Ini Membutuhkan Kuota .
Jadi Author Minta Maaf Apabila Memaksa Kalian Untuk Nge Like Dan Ngasih Hadiah Untuk Author 🙏
Author Jujur-jujuran Saja Author Butuh Uang Karena Tanpa Uang Hidup Tidak Begitu Berarti 🤣
Dah Lah Jadi Panjang Kan Gk Pp Lah Tambah-tambah Kata 🤭 Thanks Banget Buat Kalian Yg Setia Menunggu Up Author 🙏👍
See You Next Up 👋