
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Teriakan Hiro yang keras menghentikan keributan tersebut, mereka seketika melihat ke arah Hiro yang menatap kesal.
"Apa kalian tidak waras? pagi-pagi buta begini sudah membuat keributan!" Ucap Hiro.
"A-anu…" Saat Patriak akan berbicara, tetua yang marah-marah tadi melangkah maju mendekati Hiro.
"Siapa kamu? berani sekali berteriak begitu!" Ucap nya dengan marah dan auranya memenuhi ruangan sekitar.
"Tetua bersikap sopan lah kepada tamu! walaupun kamu sedang dalam keadaan emosi tetapi ingatlah tindakan mu sudah kelewatan!" Ucap Patriak dingin menatap ke arah tetua tersebut.
"Patriak! kenapa anda membela orang tidak tahu entah darimana berasal ini?!" Ucap tetua.
"Mau dia berasal dari mana pun tetap saja dia tamuku!" Jawab Patriak dengan tegas.
"Maafkan tetua tersebut tuan Hiro, saat ini ia sedang dalam keadaan emosi karena putra satu-satunya mati di bunuh oleh orang tidak dikenal yang sampai saat ini belum di ketahui" Ucap Patriak dengan sopan meminta maaf kepada Hiro.
Hal tersebut langsung saja membuat tetua yang ada disana terkejut karena baru kali ini melihat Patriak sesopan itu kepada orang lain.
"Kenapa anda sangat menghormatinya Patriak? bisa saja dia adalah musuh yang ingin menghancurkan kita dari dalam" Ucap tetua dengan serius.
Mendengar perkataan tetua itu membuat patriak naik pitam, ia dengan baik hati memohon memaafkan tindakannya tetapi ia sama sekali tidak tahu diri.
"Tetua!!!! kubilang diam! jangan sekali lagi kau menghina ataupun mengganggu tuanku!" Ucap Patriak dengan keras karena marah besar.
Tetua tersebut menjadi diam ketakutan karena melihat Patriak sudah marah sekali dan ia pun terkejut saat mendengar pemuda di depannya itu adalah tuan nya dari pemimpin sekte yang berkuasa di wilayah timur ini, itu bagaimana mungkin?.
"Sudahlah Le In, urus keributan ini jangan sampai aku terganggu kembali mengerti?!" Ucap Hiro kemudian pergi.
Patriak mengangguk mengerti dan membungkuk sampai Hiro tidak terlihat lagi.
Setelah Hiro tidak terlihat Patriak menatap ke arah tetua yang tersebut.
"Seharusnya kau bersyukur tetua karena tuan Hiro dengan rendah hati dapat memaafkan mu kalau sampai tuan Hiro memperpanjang masalah ini maka pihak sekte akan angkat tangan tidak ikut campur" Ucap Patriak dengan serius.
"Apa maksud anda Patriak? kenapa bisa seperti itu?" Ucap tetua penasaran.
"Karena kalaupun aku ikut campur maka sekte ini akan hanya tinggal sejarah jadi untuk kebaikan sekte lebih baik kehilangan satu tetua daripada beberapa ribu orang" Ucap Patriak.
Tetua tersebut terkejut dan bertanya-tanya siapa Hiro sebenarnya sampai-sampai membuat patriak ketakutan.
***
Hiro yang telah kembali ke ruangannya tidak bisa melanjutkan kembali tidurnya.
"Sialan! aku jadi tidak bisa tidur lagi, apa sebaiknya tadi aku membunuhnya?" Ucap Hiro kesal.
{Bukankah itu lebih baik tuan? karena tetua tadi adalah ayah dari pemuda yang anda bunuh kemarin}
"Bukan aku tidak ingin membunuh nya tetapi aku merasa ada sesuatu yang menarik dari tetua tersebut jadi aku membiarkannya dulu hidup agar kedoknya terungkap cepat atau lambat" Ucap Hiro.
{Kalau itu pilihan anda sistem tidak bisa memaksakan kehendak}
"Oh yah sistem tunjukan status, sudah lama aku tidak melihat status ku" Ucap Hiro.
......................
>Nama : HIRO AKAME (?)
>Umur : 10.019 Th
>Level : Immortal Venerable 1
>Status :
- PENGUASA TANAH KULTIVATOR
- PENGUASA DUNIA ATAS ( Upperworld )
- Penguasa Dunia Bawah ( Underworld )
>Ras :
- God ( Dewa )
- Dragon Storm ( Naga )
- Lucifer ( ½ Malaikat - ½ Iblis )
>Gelar :
- Pemilik System
- King of Destruction
- Dragon Lord
- Lord Human
-The Great Ruler
-The Dark Lord
>Job :
- Alkemist - Master Array - Penempa
- Summoner - Necromancer
>Elemen :
- Void ( Kehampaan )
>Tipe Tubuh :
- Perfection
- Penciptaan ( Creation )
>Poin Sistem : ∞
>Poin Pengalaman : 10.010.000/10.000.000.000
>Senjata :
- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)
- Pedang Langit Suci (Dewa)
>Artefak :
- Gelang Mustika Naga
- Gelang Kekacauan
- Absolute Ring
>Penyimpanan :
- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)
- Kotak Hadiah Misteri Legendaris (99)
>Partner/Beast Kontrak :
- Long Wang ( Raja Naga )
- Yuki ( Kura-kura )
- Raa ( Phoenix )
- Savier ( Sleipnir)
- Combine ( King of Monster )
>Bawahan :
- Raphael ( Malaikat )
- Diablo ( Iblis )
- Rachel ( Dewa )
- Liya ( Elf )
- Gorgon ( Dwarf )
>Shop
......................
"Hmmm job ku banyak sekali yang belum pernah di pakai" Ucap Hiro.
{Kalau begitu kenapa tidak sering memakainya tuan?}
"Bukannya tidak ingin tetapi aku hanya akan mengeluarkan nya untuk sebagai kartu AS ku" Ucap Hiro.
Hiro membuka pintu dunia jiwa dan memasukinya untuk bertemu dengan Yue dan para bawahannya.
"Tuan!!!" Ucap para bawahannya menyambut kedatangan Hiro.
"Apa kabar kalian? apa sudah bertambah kuat?" Ucap Hiro tersenyum.
"Kami baik-baik saja tuan… Dan level kami meningkat berkali-kali lipat di banding sebelumnya" Ucap Diablo mewakili semua orang.
"Hoho benar kalian sudah berlatih keras… Sebagai hadiah karena usaha kalian, aku akan memberikan salah satu senjata yang mungkin berguna untuk kalian" Ucap Hiro.
"Senjata? kami sudah memiliki tuan dan itu juga dari anda yaitu senjata tingkat dewa" Ucap Diablo.
"Tidak-tidak, senjata ini sangat berbeda karena memiliki sesuatu yang khusus dan istimewa… Ahh karena sulit menjelaskannya lebih baik aku memberikan pemahaman nya secara langsung, berbaris berurutan lah" Ucap Hiro.
Para bawahannya kemudian berbaris dengan Diablo di depan dan di ikuti oleh Rachel, Raphael dan Long Wang.
Hiro memberikan pemahaman tentang Seven Deadly Sins kepada bawahannya.
"Nah apa kalian mengerti?" Ucap Hiro setelah selesai.
"Kami mengerti tuan tetapi apa anda yakin akan memberikan senjata luar biasa hebat ini kepada kami yang rendah ini?" Tanya Diablo.
"Tentu saja kalian kan bawahan ku yang paling setia tentu aku tidak akan ragu-ragu untuk membuat kalian kuat" Ucap Hiro dengan serius.
"Terimakasih tuan!" Ucap mereka senang dan terharu.
"Baiklah pertama Diablo, terima ini… dia adalah Pride, senjata yang cocok dengan karakteristik iblis seperti mu" Ucap Hiro memberikan Seven Deadly Sins, Pride yaitu dosa kesombongan.
"Rachel… Ini dia Lust, senjata berbentuk panah mungkin cocok untuk wanita" Ucap Hiro.
"Terimakasih sayang…" Ucap Rachel malu-malu.
Hiro hanya tersenyum dan mengelus-elus kepala nya.
Setelah itu Raphael mendapatkan Sloth dan Long Wang mendapatkan Wrath. Setelah semua mendapatkan senjata masing-masing Hiro memberitahukan bahwa senjata itu akan ikut berkembang apabila pemilik nya menggunakan nya sesuai dengan karakteristik senjata tersebut, contoh Sloth yang di miliki oleh Raphael, karakteristik senjata tersebut adalah dosa kemalasan maka untuk meningkatkan kekuatan yang keluar dari senjata tersebut maka Raphael harus membunuh para musuhnya dengan malas agar dapat mengeluarkan sepenuhnya potensi dari senjata tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf yah kalau penjelasannya akhir-akhir ini sangat kurang di pahami atau di mengerti karena author juga sepertinya terlalu memaksakan alur ceritanya jadi agak gimana gitu 🙏
Tapi semoga saja kedepanya menjadi lebih baik lagi 💪
Oh yah jangan lupa kunjungi novel kedua author yang mungkin saja kalian menyukainya 👍