
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baiklah, sekarang aku akan pergi terlebih dahulu… Jaga diri kalian baik-baik dan segera kabari aku kalau terjadi sesuatu pada kalian" ucap Hiro.
"Kita akan pergi kemana ayah?" tanya Hari dengan gembira.
Hiro tersenyum dan mengelus-elus kepalanya,. "Kita pergi jalan-jalan, kamu pasti sangat bosan sekali kan karena tidak pernah keluar?".
"Ayah benar… Aku bosan sekali, kalau begitu ayo kita pergi ayah!" ucap Hari tersenyum senang.
"Baik-baik…" ucap Hiro tersenyum lembut melihat putrinya yang begitu bersemangat untuk pergi bersamanya.
Hiro mengubah tampilan wajahnya lagi ke seperti semula.
"Kenapa wajah ayah berganti lagi? ayah jadi sangat jelek tidak seperti sebelumnya" ucap Hari.
"Hahaha jadi ayah jelek atau tampan?"
"Wajah asli ayah tampan tapi tidak untuk yang sekarang" ucap Hari.
"Hahaha kamu juga cantik sekali putriku, benar-benar mirip seperti ibunya" ucap Hiro.
"Oh yah! aku belum bilang pada ibu, bagaimana ini ayah? apa ibu akan marah?" ucap Hari panik dan gelisah.
"Apakah ibumu akan marah bilang kamu pergi bersama ayah?" ucap Hiro tersenyum kecil melihat putrinya yang begitu menggemaskan.
"Tentu tidak tapi kan ibu tidak tahu aku pergi bersama ayah…" ucap Hari.
"Hahaha tenanglah nak, ibu Yue akan memberitahukan nya kepada ibumu" ucap Hiro.
{Setelah sekian lama, akhirnya anda tertawa lagi tuan}
'Hemmm? kau benar, sudah sangat lama sekali aku tidak sesenang ini… Memang benar keluarga adalah segalanya'
Setengah jam ayah dan anak itu berjalan, akhirnya mereka berhasil keluar dari dalam hutan.
Sontak saja Hari dengan senyum lebar terpukau akan pemandangan yang belum pernah ia lihat selama di dunia jiwa.
"WOAAHHHH! HEBAT!!!"
"Kamu menyukainya?"
"Um… Ayah, apa semua tempat di dunia ini benar-benar seindah ini? kalau begitu tolong bawa aku kesana ayah!" ucap Hari dengan semangat.
"Boleh, tapi nanti oke? sekarang ayah masih banyak urusan, jadi kamu ikut kemana saja ayah pergi" ucap Hiro.
"Anak baik… Oh yah apa yang sudah kamu pelajari selama ini? sudah level berapa kamu nak?" tanya Hiro.
"Eummm ibu Yuyu mengajarkan teknik Tendangan Langit, ibu Eli mengajarkan Pukulan Titik Vital, ibu Lulu mengajari teknik Lari Cepat dan banyak lagi pokoknya, Ha'er tidak bisa menyebutkan nya satu-satu" ucap Hari.
"Hahaha baiklah cukup, kalau begitu bagaimana dengan levelmu?" ucap Hiro.
"Tidak tahu, para ibu tidak memberitahukan nya" ucap Hari.
"Hemmm?" Hiro kebingungan karena mengapa mereka tidak memberitahukan nya.
'Apa ada sesuatu yang salah sistem?'
Akhirnya Hiro bertanya kepada sosok yang maha tahu yaitu sistem!.
{Hahhh… Level nya sangat tinggi tuan karena saat sistem melihat ke dalam tubuh putri anda, ada sebuah pelindung yang menyegel energi Mana nya… Entah itu untuk apa tetapi yang pasti itu di gunakan untuk menahannya energi Mana yang bergejolak liar di dalam tubuh putri anda agar tidak meledak}
'Bahaya?'
{Untuk saat ini tidak tuan… Tapi apabila pelindung tersebut hancur, maka akan sangat berbahaya dan menyebabkan kematian}
'Kalau begitu berbahaya dong sistem bodoh!' ucap Hiro kesal.
{Anda yang bodoh tuan! apa anda pikir pelindung yang di pasang oleh Yue pada putri anda sangat lemah?!}
'Ohh benar juga, tapi tetap saja itu bahaya!' ucap Hiro.
{Hahhh… Kalau begitu sistem sarankan agar putri anda belajar mengontrol energi Mana di dalam tubuhnya agar tidak membahayakan nyawanya}
'Tidak ada cara lain?'
{Cihh banyak maunya sekali anda ini tuan!}
{Ada! yaitu jodohkan putri anda dengan seseorang yang energi Mana nya minus atau sedikit!}
'Ahh kalau saran kedua darimu mungkin harus di pikir-pikir lagi 1000 kali' ucap Hiro.
'Kalau begitu putri ku seorang jenius?'
{Bukan lagi jenius tuan, tapi monster karena hampir sama dengan anda}
'Jadi jenius atau monster?'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...