
Malam ini, Rizky baru saja pulang dari kantornya. Ia bekerja lembur sampai pukul delapan malam. Alih-alih pulang ke rumah, Rizky malah membeli martabak manis rasa coklat keju dan membawanya ke rumah Keara. Sudah tiga hari ia tidak bertemu dengan gadis manis itu. Ia sungguh merindukan K.
"Apa gak papa K, mas datang jam segini?" ucap Rizky saat itu.
"Gak papa lah mas.. Ada ibu dan mas Arman juga kok di dalam."
"Syukurlah.. Mas kangen sama kamu." Rizky tersenyum. Senyum yang menular pada Keara yang seketika juga mengukir senyuman.
Malam ini Keara merasa Rizky sangat tampan, wajahnya bersih dan cerah. Senyumnya manis dan meneduhkan. Padahal seharusnya wajah lelah lah yang ada. Karena dia baru saja pulang lembur.
...*Eh, visual mas Rizky muncul lagi.. Semoga sesuai imajinasi kalian yaa kak..*...
Mas Rizky menghabiskan waktu bercengkrama di teras rumah dengan Keara, sembari menyantap martabak manis yang tadi dibawakannya.
"Oh iya, K.. Tadi Harris ngasih ini. Oleh-oleh dari Hongkong katanya.." ujar Rizky seraya mengangsurkan paperbag berukuran kecil pada Keara.
Keara menerima paperbag itu seraya mengernyit heran. "Emang ada maksud terselubung apa mas Harris kasih oleh-oleh buat aku?"
"Hehe.. Jangan suudzon begitu K.. Harris memang suka beli banyak oleh-oleh kalau pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis.. Dia selalu kasih oleh-oleh itu ke siapa aja.. Aku sudah pernah cerita kan, Harris itu tidak punya siapa-siapa.. Tapi dia tetap membeli oleh-oleh dan ingin berbagi pada semua orang."
Keara hanya mengangguk sambil mencebikkan bibirnya. "Lagian cowok kok sinis gitu.. Dingin, kaku, irit ngomong.. Pantesan aja gak ada yang mau deket sama dia.."
Rizky mencubit ujung hidung Keara dengan gemas. "Gak boleh gitu ngomongnya sayang.... Gak baik."
Keara menggosok hidungnya yang tadi dicubit Mas Rizky. "Tapi kan bener.. Mas Harris belum punya pacar sampe sekarang karena sikapnya yang gak banget ituu..."
"Eh, kata siapa?" sela Mas Rizky.
"Harris itu cintanya udah kepentok sama satu cewek. Cewek itu dia temuin di taman sedang menangisi pacarnya yang suka selingkuh.. Mereka beberapa kali bertemu sampai akhirnya Harris jatuh cinta padanya. Cewek itu masih SMA dulu, sekarang pasti dia cewek dewasa tanggung yang cantik.."
"Terus? Mereka pacaran?" tanya Keara dengan nada tidak peduli. Hanya sekedar bertanya sebagai tanggapan atas cerita mas Rizkynya.
"Enggak.. Sudah dua tahunan mereka gak ketemu lagi.. Mungkin karena si cewek itu udah bahagia dan ngerasa gak perlu menangis.. Jadi sicewek SMA itu gak pernah datang lagi ke taman."
"Jadi mas Harris belum sempat nyatain cintanya ke itu cewek?"
"Belum laah.. Hahaa.. Jangankan nyatain cinta, kenalan aja belum.. Hahahaa.." Mas Rizky tertawa renyah. Seandainya ada Mas Harris juga di sini, tawa itu pasti terdengar seratus persen mengejek.
"Tau gak K.. Karena mereka belum kenalan, cewek itu punya panggilan khusus buat Harris. Galon."
"Galon??" Keara berseru keheranan.
"Aneh, kan..? Hahahahaa.." mas Rizky tertawa lagi. Keara bisa melihat keakraban kekasih dan sahabatny itu. Tapi yang menyebalkan adalah, sahabat kekasihnya itu tak pernah ramah padanya.
"Gagal Move On kali artinyaa..." seloroh Keara.
"Mungkin maksudnya mas Harris manusia sekaku galon yang ga gampang diremat-remat kayak botol air mineral biasa.." imbuh Keara lagi.
"Hahahaa.. Kamu ini bisa aja.."
"Harris itu orang baik, K.. Jangan membencinya." kali ini mas Rizky bicara dengan nada yang lebih rendah.
"Kalaupun ada cara dia yang keliru, beri tahu saja dia. Dia tumbuh dari lingkungan keras dan menyakitkan. Juga tanpa kasih sayang orang tua. Wajar kalau sikapnya tidak selalu lembut. Yang terpenting hatinya baik dan tulus..."
Keara diam saja mendengar penuturan calon suaminya. Merasa tidak perlu juga mengetahui sosok Harris Risjad itu seperti apa.
Pukul 10 malam, Rizky pamit pulang ke rumah. Keara mengantarnya hingga ke depan pagar rumahnya. Dengan sabar menunggu calon suaminya itu mengenakan jaket, menunggangi Honda CBR-nya, lalu bersiap memakai helm full face. Tapi sebelum wajah tampan itu tertutup helm, Rizky menyempatkan menoleh kembali pada K, dan melengkungkan senyuman manis di wajahnya. Matanya berbinar, membuat K takjub menerima pancarannya.
"K, mas sayang banget sama kamu.." ucap Rizky tiba-tiba, membuat K tersipu, senang tak terkira.
"Aku juga sayaaang banget sama mas.. Mas Rizky hati-hati yaa di jalan.." K mengulurkan tangannya untuk salim pada sang calon suami. Setelahnya, Rizky tak juga mengenakan helm. Seakan ada yang mengganjal pikirnya, tapi sulit tersampaikan lisannya.
"K, ehmm...."
Beberapa detik Rizky terdiam. "Mas mau kamu dan Harris bahagia, K.. Kalian berdua sangat berarti buat mas.."
Keara mematung tak tau harus berkata apa.
Tiba-tiba ia merasa sebuah lengan besar menarik tubuh untuk masuk ke dalam rumah. Keara memberontak dan mencoba melepaskan diri tapi gagal.
Sekuat tenaga ia memanggil-manggil nama Rizky. Tapi Rizky masih tenang saja duduk di atas motornya. Lelaki itu malah tersenyum sangat manis ke arah Keara dan melambaikan tangannya.
"Mas... Mass Rizkyyy....!!"
"K... K.. Bangun nak..." suara ibu seolah masuk ke telinganya. Membuat kesadarannya berangsur pulih.
Keara mengerjapkan matanya ketika cahaya lampu kamarnya menerobos masuk ke celah sempit netranya. Dengan tangan ibu yang mengusap keningnya untuk menyeka keringat Keara. Kesadarannya kini sudah sepenuhnya kembali.
"K tadi mimpi Buk.."
"Iya.. Kamu sampai manggil-manggil mas Rizky.. Kangen ya?"
Keara diam saja. Ia mengingat mimpi yang baru saja dialaminya. Seketika air matanya luruh.
Sejak meninggal dunia, ini pertama kalinya mas Rizky datang ke alam mimpinya. Mas Rizky datang hanya untuk mengingatkannya dengan cerita yang diungkapkan beberapa tahun silam.
Cerita yang sempat dilupakan oleh Keara. Karena pada waktu itu, dia tidak merasa penting untuk mengetahui apapun tentang manusia dingin Harris Risjad. Sehingga apapun yang diceritakan mas Rizky tentang sahabatnya itu, hanya dianggap angin lalu oleh Keara.
Cerita tentang gadis SMA yang berhasil membuat Harris menutup pintu hatinya selama bertahun-tahun.
"Galon? Galen..?" gumam Keara lirih.
"Dia Galen?"
"Apa, K? Kamu bilang apa?" tanya ibu bingung mendengar gumaman tidak jelas Keara.
"Buk, K ijin keluar yaa.. Keara mau ke rumah mas Harris.."
"Ngapain K? Ini sudah malam.."
"Please Buk.. Keara janji gak akan macem-macem.."
...----------------...
"K, DIMANA KAMU SEKARANG??"
Harris panik. Begitu ia lihat latar di belakang Keara bukanlah di rumah. Melainkan di taman dengan banyak pohon besar yang kurang penerangan. Sehingga kesan remang dan seram membuat Harris takut terjadi sesuatu pada gadisnya.
"A-aku ada di taman dekat rumah mas Harris.." jawab Keara dengan sesenggukan.
"Astaghfirullah.. Ngapain kamu di sana jam segini, K..?"
"M-mas H-harriiiss..."
"Tunggu. Aku kesana sekarang."
Harris langsung berlari keluar rumah secepat yang ia bisa. Hanya dengan mengenakan celana pendek selutut dan kaos oblong rumahan. Dia pikir akan lebih cepat sampai jika dia berlari. Daripada mengeluarkan mobil, akan butuh waktu untuk memanaskan mesinnya.
...----------------...
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih