Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Akhirnya.......


...Area 21++...


...Adegan dilakukan oleh sepasang manusia yang sudah menikah. Jadi sah saja yaa.....


...Walaupun di dunia halu, tetep harus jauhi nganu sebelum waktunya.. ...


🌹 Happy reading


.


.


...----------------...


.


.


Harris mulai menyatukan wajah mereka. Mencumbui gadis yang begitu ia inginkan sejak pertama bertemu. ujung-ujung jemarinya membelai lembut pipi dan leher istrinya. Sedang bibir dan lidahnya menjelajah kening, hidung, telinga, dan berakhir di bibir candu kesukaannya.


Harris meraup bibir manis di depannya. Jiwa kelaparannya seolah meronta ingin melu mat lebih dalam lagi dan lagi. Lidahnya mengecap, menghisap, membelit. Semua ia lakukan berdasarkan dari nalurinya saja.


"Ehmmpphh.. Apa ciu man seperti ini yang kamu mau sayang?" tanyanya di sela-sela kenikmatan yang dirasa memenuhi dadanya.


"Hhhh..."


Keara kehabisan nafas. Ia tersengal meladeni serangan buas suaminya. Ciuman Harris yang awalnya lembut dan melengahkan, sekarang terasa lebih panas dan lebih menuntut dari sebelumnya. Tangan besarnya menahan tengkuknya agar semakin dalam menenggelamkan keduanya.


Bukan hanya itu, Keara juga merasa satu tangan besar yang lain menelusup di balik baju tipisnya. Mengelus dan mengusap kulit tubuhnya penuh kelembutan. Tapi dengan gairah berapi-api yang membuat dadanya sesak.


Tanpa ia sadari outer baju tidurnya sudah dengan mudah luruh ke lantai. Tali dress yang tadinya menggantung di bahu pun sudah turun sampai ke lengan kiri dan kanannya. Menampakkan bahu putih mulus yang semakin membakar gairah Harris.


Keara menahan suaranya. Kala lidah Harris turun menjelajahi leher dan bahu terbuka Keara. Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Ia terlalu malu untuk mengeluarkan suara-suara parau dan hanya menyimpannya dalam-dalam.


"Jangan ditahann sa-yangg.. Ber-suaralaahh.. Emmpphh..."


"Aaawhhh.. Maass.."


Harris jelas dengan sengaja memancing gairah istrinya agar melontarkan era ngan erotis yang bisa memanaskan has ratnya. Ia menggigit dada Keara bagian atas itu sampai berwarna merah kebiruan. Netranya berbinar menatap 'hasil karyanya' sendiri. Sungguh, ini adalah kissmark pertama buatannya. Dan ia kecanduan menghiasi bagian tubuh Keara yang lain dengan tanda serupa.


Harris mengangkat tubuh istrinya. Lalu membaringkan dengan lembut di atas ranjang. Gelegak naf*sunya membuncah. Dengan cengkraman kuat kedua tangannya ia mengoyak gaun tidur istrinya sampai robek jadi dua bagian.


Keara menggelung tubuhnya demi menutupi dua aset kembarnya yang sudah terekspos tanpa penutup apapun. Hanya tersisa kain sutra segitiga penutup daerah sensitifnya.


"Maass.. Itu baju pemberian ibuk.."


"Nanti aku belikan yang baru, sayangg..."


Harris jelas sudah mabuk kepayang. Kalau saja dia sadar, pasti akan langsung merasa bersalah karena sudah merobek baju pemberian ibu mertuanya.


Lelaki itu menarik lembut lengan istrinya. Agar membuka lebar lengannya. Tidak lagi menghalangi petualangan lidahnya yang ingin mereguk nikmatnya aset kembar Keara. Tangannya lebih dulu menangkup keduanya, lantas ia kembali ******* bibir Keara.


Desa han dan era ngan Keara bersahutan. Harris dengan nakalnya bermain-main di gundukan sintal itu. Sesekali menye sapnya seperti bayi. Kemudian kembali memberi kissmark di bagian manapun demi menandai kepemilikannya.


Jemarinya menyusup ke area sensitif Keara yang sudah basah itu. Ia menarik kain segitiga itu dan kain tipis itu langsung terkoyak dengan sekali sentakan. Kini jemarinya bebas memainkan daerah kelembutan yang sudah dipangkas beberapa jam lalu itu. Hingga memberikan sensasi dan gelenyar panas di perut istrinya.


Keara melenguh menikmati setiap sentuhan Harris. Ia terus menggelinjang, tapi suaminya itu seolah menyukai dan terus memancing pertahanan istrinya. Jemari, bibir, dan lidah Harris menyerang tanpa ampun, terus memberi rang*sangan yang membuat Keara mendamba. Sekaligus menggila.


"Aahh.. Mas Harriiis stopp!!" pekik Keara. Ia tak tahan lagi. Ia merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.


"Kenapa sayang? Sakit?" tanya Harris santai. Kepalanya bahkan tidak terangkat sedikitpun. Masih asik tenggelam di pangkal paha istrinya.


Keara menjambak rambut suaminya yang masih setengah basah akibat ritual mandi tengah malam tadi. "Eeerrggghh.. Mass.. Lep-pasiin.. dulu, aaahh masss.. A kuu mau pipiis.."


Keara menegang. Mengangkat tubuhnya hingga setengah duduk bertumpu pada sebelah siku tangannya. Satu tangannya yang lain berusaha menggapai bahu Harris. Mencari pegangan untuk sengatan luar biasa yang ia rasakan di inti tubuhnya.


Tak berselang lama, suara paraunya mengerang penuh kelegaan. Intinya telah memuntahkan lahar hangat yang membuat Harris menyeringai puas.


Harris bangkit sebentar. Menghempaskan celana piyama yang masih ia pakai. Menampakkan senjata laras panjangnya yang sudah menegang sempurna dan mendamba penyatuan dengan goa nikmat yang terselip di pangkal paha istrinya.


Keara terengah-engah setelah mendapatkan pelepasan pertama. Sungguh sensasi yang baru pertama ia rasakan ini begitu sulit ia definisikan. Ia terpana menatap alat tempur suaminya. 'Hah? Apa memang sebegitu besar?'


Harris menggesek-gesekkan miliknya pada inti Keara. Merang*sang suara erotis istrinya kembali memenuhi kamar hotel. Ia kembali menyambangi bibir istrinya, sementara tangannya mengarahkan miliknya tepat di tengah goa sempit yang wangi itu.


"Berdoa dulu mas.." Keara merasa perlu mengingatkan suaminya yang terlihat sudah lupa diri.


Harris mengangguk sambil menggeram. Tapi kemudian ia menurut juga. Melafalkan doa bersama dengan sang istri. Berharap benih yang ia tebarkan bisa berkembang menjadi nyawa malaikat kecil di rahim istrinya.


"Aaarghhh.. Mass Hharriiiss.."


"Eeergghhh...."


Keduanya saling memekik penuh damba. Alat tempur Harris telah terbenam sempurna meski awalnya sangat sulit dan sakit.


"Sakit, sayang?"


Keara mengangguk. Matanya berair dan peluh sudah membanjiri sekujur tubuhnya. Rasa sakit dan perih yang menyerang inti tubuhnya membuatnya tanpa sengaja menancapkan ujung-ujung kuku di punggung suaminya dan menggores kulit punggung tegap itu.


"Tahan sayang.. Aku akan melakukannya perlahan." Harris melu mat lagi bibir Keara. Berusaha mengalihkan perhatian istrinya sementara pinggulnya sudah mulai memainkan peran. Memompa maju mundur disertai suara desah penuh kenikmatan.


Tidak ada lagi ekspresi kesakitan. Yang ada hanya rasa nikmat yang mengiring setiap kali alat tempur suaminya menghujam intinya. Keara merasa tubuhnya menggigil dan lemas tanpa daya.


Dentaman gairah keduanya memenuhi kamar hotel mewah itu. Serasa panas menjalar tanpa bisa diredam AC pendingin ruangan itu.


"Oouhh, sayangku... Istrikuuh.. Aaahh Kamu milikku, sayang.. Selamanya hanya milikku....." racau Harris disela aktifitasnya mendaki nirwana bersama gadis tercintanya.


Keara mere*mas sprei, bantal, dan apa saja yang bisa diraihnya. Gelombang yang dibawa Harris benar-benar menghanyutkannya. Ia sungguh tak menolak pesona seorang Harris Risjad. Membiarkan raganya diangkat kesana kemari tanpa ada keinginan menghalangi petualangan suaminya.


"Aaaargghhh.... Mass Haarriiss... Aaaarrhhh..." luruh sudah pelepasan kedua telah Keara gapai di titik puncak kenik matannya. Dia mengerang Seraya menggigit dada Harris.


"Eeerrgghh..." denyutan milik Keara membuat Harris mengeerang dan menggila.


Kehangatan yang mengalir dari dalam inti Keara, membuat Harris tak kuasa lagi. Ia meledakkan benihnya


Menyiram penuh kehangatan di rahim suci milik istrinya.


...----------------...


...----------------...


Lunaass yaaa.. readers kesayangan akooh..


Author udah panas dingin nih ngetik beginian. Auto nempel suami aaahh..... (biar bisa praktek sendiri) 😂😂


Mana cuacanya mendukung lagii..


Btw, terima kasiiih yang selalu setia membaca, kasih like, dan komen cerita ini.. Kalian semua bener-bener bikin semangat nuliiss.. Aaaaa sayang bangeeett..


Let's get a virtual hugs.


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih