Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Maaf Aku Terlambat


🌹Kontrakan Juna


"Kamu sangat tergila-gila dengan Harris, hahh?? Kamu gak tau kan, siapa dia sebenarnya?? Harris itu anak dari Alfariz Risjad. Browsing nama itu di internet. Kamu akan langsung tau kalau Harris sama tidak warasnya denganku!! Bahkan lebih gila Hahahahahhaaa"


Keara menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tangisnya sudah pecah memilukan. Ketakutan yang membuncah sudah mengerdilkan nyalinya dan menggerus kekuatannya.


Juna melepaskan cengkramannya. Berjalan menuju meja, mengambil tas ransel besar yang entah sejak kapan berada di sana. Dia lantas membuka tas itu dan membongkar isinya.


"Lihat, K! Ini semua baju-baju perempuan. Aku membelikannya khusus untuk kamu. See? Aku sudah prepare seperti ini. Kamu sekarang bisa lihat ketulusanku kan? Kita harus cepat ke bandara sayang.. Sebelum si breng*sek Harris menemukan kita disini." Juna dengan cepat memasukkan kembali isi tas yang telah dibongkar tadi.


"M-mas.. Please, Mas Ju-juna sadar dulu.. Jangan gegabah.. K-kita bisa ngomong baik-baik.." ucap Keara terbata. Dengan menahan isakan dan ketakutan yang luar biasa.


Keara mengumpulkan segenap keberaniannya untuk bernegosiasi dengan Juna. Dalam lubuk hati terdalamnya, ia percaya kalau Harris benar-benar akan segera datang menolongnya. Maka tugasnya hanya mengulur waktu. Sampai Harris datang, ia harus tetap menahan Juna di tempat ini.


"NGOMONG BAIK-BAIK APA?!!" bentak Juna. Keara mengendik takut, lelaki setenang dan sekalem Juna bisa jadi monster juga di bawah pengaruh alkohol.


Sungguh, seumur hidupnya, Keara tidak pernah berurusan dengan orang pemabuk. Mas Armannya, bapaknya, tidak satupun dari mereka yang pernah mencicipi minuman haram itu. Keara tidak pernah sekalipun terlibat dengan pemabuk. Apalagi sampai ditampar dua kali dengan kuat. Huh, kalau hidupnya berakhir disini, pasti amat sangat menyedihkan.


'Enggak.. Enggak.. Mas Harris pasti datang. Dia pasti nyelamatin aku...' batin Keara dalam hati.


"Jangan banyak ngomong, K.. Ayo kita pergi sekarang, oke?" Juna mencengkram lengan Keara. Berusaha menariknya keluar, tapi Keara berkeras tidak bergerak. Juna mengerahkan tenaganya menarik Keara, sampai gadis itu tersungkur jatuh ke depan.


"Mas Juna, setelah mas gak mabuk, kita pergi, oke? A-aku janji.." pinta Keara. Nanar ia menatap Juna. Memberanikan diri menghadapi orang setengah monster. Dia masih berkeras menahan Juna agar tidak membawanya keluar.


"Jangan buat aku marah, sayang...!! JANGAN BUAT AKU MARAH!!" Hardik Juna. Lelaki itu sudah menghentak-hentakkan kakinya ke lantai dengan emosi meledak-ledak.


Keara sambil terus terduduk, bergerak merayap, merapat ke dinding di belakangnya.


"Cepat berdiri! BERDIRI!!!" bentak Juna lagi. Keara hanya menggeleng dengan menatap Juna dengan tatapan nanarnya.


"BERDIIRIII!!"


"GAK MAU!! AKU GAK MAU...!!" pekik Keara.


PLAAKK !!


Pukulan ketiga sukses mendarat di pipi mulus Keara. Keara jatuh terjerembab. Merasakan perih seperti sensasi terbakar yang baru pertama ia rasa. Tenaganya sudah habis tersita. Air matanya luruh kembali.


'Begini ternyata rasanya dipukul. Seumur-umur baru kali ini dia merasakan pukulan lelaki. Dipukul dengan sekuat tenaga sampai tiga kali pula, ternyata sangat perih dan sakit. Mengenaskan sekali nasibku hari ini.. Mimpi apa aku semalam..' batin Keara miris.


"Mas Harriiisss.. tolongg..!!" lirih Keara sambil terisak. Ia berharap itu hanya suara hatinya, tapi faktanya suara itu keluar dari mulutnya. Mengundang Juna semakin murka, dan mencengkram rahang Keara.


"Berani sekali kamu menyebut nama pria lain saat sedang bersamaku?!" geram Juna.


"Pacar kayak kamu itu potensial banget jadi tukang selingkuh. Harus diberi pelajaran." Juna menghempaskan cengkramannya pada rahang Keara dengan kasar. Sampai gadis itu tersungkur ke lantai.


Juna dengan kejam menjambak rambut panjang Keara. Gadis itu meringis kesakitan, hingga ia berdiri demi mengurangi rasa sakit di kepalanya. Saat Keara sudah berdiri, tangan Juna yang sudah erat mengepal diayunkan ke udara. Bersiap menghantam wajah cantik Keara sekali lagi.


Keara memejamkan mata rapat-rapat. Membayangkan rasa perih dan sakit yang akan menghantam wajahnya sekali lagi. Ketakutan seketika menghantuinya. Menyergap keberanian dan kekuatannya. Bagaimana tidak? Kali ini bukan tamparan. Tapi bogem mentah yang siap mendarat di kepalanya.


Keara mendadak tubuhnya merasa lemas. Ia melirik kepalan tangan pria mabuk itu bergerak lambat seperti slow motion. Ia merasa ngeri dan takut luar biasa. Spontan ia berteriak.


"Aaaaa....!!!!"


*BRUAAAAAKKK !!!!


Bersamaan dengan itu, terdengar suara pintu didobrak dengan keras dari arah luar. Suara dentuman pintu yang menabrak dinding begitu memekakkan. Membuat Juna tersentak dan refleks melepaskan tangannya dari rambut Keara.


"Oh.. Pahlawan kesiangan sudah datang.. Ahahaa.." Juna tertawa. Entah apa yang ia tertawakan.


Harris melirik Keara. Hatinya mendadak panas. Melihat gadis cantik itu terkulai tak berdaya. Ada darah di sudut bibirnya. Luka lebam di tulang pipi. Rambutnya yang berantakan bekas terjambak. Harris begitu murka hingga ia menghantam wajah Juna dengan kepalan tangannya.


"Berani sekali kau menyentuhnya!" geram Harris.


Ia berkali-kali melayangkan pukulan pada Juna. Wajah, dada, perut, semua kena sasaran kemarahan Harris. Bahkan sampai juna sudah tersungkur ke lantai. Harris menduduki tubuh Juna dan terus memukuli wajah lelaki itu.


Keara berusaha bangkit. Melihat kemarahan Harris, matanya yang memerah penuh amarah. Sungguh, ia seperti melihat monster lain setelah Juna. Inikah sisi lain Harris?


Segerombolan lelaki bertubuh besar menerobos masuk. Sekitar empat atau lima orang. Salah satunya maju dan berusaha menarik mundur mas Harris.


"Bos, cukup Bos. Cukup. Dia bisa mati." ujar pria itu. Diantara yang lain, pria ini yang terlihat paling ganteng dan rapi.


Juna menyeringai. "K, jangan lupa cari tau tentang Alfariz Risjad.."


"Bang*satt!! Kamu bahkan berani mencari tau kehidupan pribadiku?! Kamu kira aku takut, hm??" sahut Harris.


Harris mencengkram kerah Juna dan menarik lawan yang sudah tidak berdaya itu untuk kembali berdiri.


*BUG !!


Hantaman Harris kembali tepat sasaran ke hidung Juna. Hingga darah segar yang kesekian kalinya mengalir dari hidungnya. Keara yang melihat wajah Juna sudah dipenuhi darah di sana sini, terbelalak hebat. Pria itu benar. Juna bisa saja mati di tangan Harris.


'Enggak.. Gak boleh. Mas Harris gak boleh jadi pembunuh gara-gara aku!' Batin Keara.


Keara berusaha bangkit. Ia merangkak mendekati Harris dan menahan lengan pria itu. Ia beringsut mengambil posisi di tengah. Antara Harris dan Juna. Keara memeluk erat tubuh lelaki penolongnya. Melingkarkan tangannya di tubuh Harris. Menautkan jemarinya begitu rapat. Dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang lelaki itu.


"Hentikan, Mas! Sudah cukup!" lirih Keara. "Bawa aku pergi dari sini mas.."


Harris menghempaskan tubuh Juna. Hingga lelaki itu tersungkur ke lantai dengan wajah bersimbah darah. Ia lalu memeluk erat Keara. Dengan sangat hati-hati ia membelai pipi gadis itu. Pipi halus seputih susu itu penuh luka. Membuat kepalanya mendidih dengan perasaan bersalah membingkainya.


Harris lalu menoleh ke belakang. Memberi kode pada Bara dan anak buahnya.


"Urus bedebah ini. Jangan sampai lolos. Tunggu sampai Aswin datang bersama polisi."


"Baik, Bos." jawab keempat pria besar itu kompak.


Harris mengangkat tubuh Keara. Menggendong gadis itu dan berjalan keluar dari kontrakan baj ingan yang sudah berani mencelakai gadis cerewet kesayangannya.


Kalau Keara tidak menghentikannya, sudah bisa dipastikan Juna akan habis di tangan Harris. Harris sudah geram mengingat kalau Junalah yang menyebabkan Rizky meninggal dunia. Malah ditambah dengan lelaki itu berani menyakiti Keara.


Harris melihat wajah gadis dalam gendongannya sekali lagi. Wajah lebam itu menengadah. Menatapnya nanar. Ia tidak bisa menahan setitik air matanya yang luruh. Sakit sekali hatinya melihat Keara terluka.


"Maaf, K.. Maaf aku datang terlambat." ucapnya lirih.


...----------------...


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih