Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
With Stella


Satu bulan berlalu sejak kedatangan Pak Suryo ke kantor Harris. Lelaki tua itu ternyata mau menurut juga, tidak lagi datang ke kantor Harris. Mungkin gertakan Bara dan anak buahnya benar-benar menciutkan nyalinya.


Pernikahan K dan Harris pun sudah berjalan lebih dari satu bulan. Keduanya selalu menikmati waktu-waktu kebersamaannya di sela kepadatan pekerjaan Harris.


Setiap akhir pekan, Harris dan Keara akan berkunjung ke rumah ibu. Harris juga ingin sekalian memantau apa yang dilakukan Pak Suryo terhadap keluarga Bu Marni. Ibu Keara.


Harris tak lagi sering lembur dan pulang malam. Ia berusaha pulang tepat waktu sebelum maghrib tiba. Rasanya tak rela meninggalkan istrinya terlalu lama sendiri di rumah.


Keara pun hanya sesekali saja datang ke kantor Harris. Ia hanya datang ketika Harris berada di kantor di jam makan siang. Tidak ada agenda meeting dengan klien di lokasi lain.


Sama seperti hari ini ketika Harris sedang meeting di luar kantor bersama Aswin. Keara memilih libur memasak dan bersantai seharian di ruang kerja Harris. Ia menonton drama korea dari layar tv lebar yang sengaja dipasang di ruang kerja Harris.


Ruang kerja di rumah Harris letaknya bersebelahan dengan kamar utama. Dan terdapat pintu penghubung dari kamar ke ruang kerja. Sehingga memudahkan Keara masuk ke ruang kerja Harris tanpa harus keluar kamar.


Karena di ruang kerja Harris, ada laptop untuk berselancar di dunia maya. Televisi berukuran besar. Lengkap dengan perangkat home theater nya. Dan sofa bed yang nyaman.


 Keara yang meminta semua fasilitas itu dimasukkan ke ruang kerja. Dia ingin bisa nyaman ketika harus menemani Harris bekerja lembur di rumah. Pun ketika tidak ada Harris di rumah, Keara tidak perlu menanggalkan baju tidurnya dan turun ke ruang tengah jika ingin bersantai menonton tv.


Apakah Harris tidak terganggu dengan suara-suara berisik dari tv istrinya ketika sedang berkonsentrasi dengan pekerjaannya? Jawabannya jelas tidak! Lelaki yang mata hatinya sudah dibutakan oleh cinta itu malah senang melihat istrinya ingin terus menempel padanya.


Sepupu Harris yang tak lain anak dari tante Martha itu terlihat menyedihkan di mata Keara. Anak kecil itu sangat introvert dan pemalu. Keara selalu mengajaknya mengobrol. Bertanya tentang kegiatannya di sekolah, mengajaknya makan siang bersama, mengajaknya belanja bersama. Meski responnya masih ala kadarnya dan jawabannya singkat dengan tatapan mata sayu, tapi Keara tak patah arang.


Memang interaksi Keara sangat terbatas dengan Tante Martha. Mereka bertemu hanya ketika sarapan pagi bersama. Setelah sarapan dan mengantar suami berangkat kerja sampai di pintu , Keara lebih memilih menyibukkan diri. Entah membantu menyiram kebun bersama Pak Karto, belanja dan memasak dengan Bik Santi, atau sembunyi seharian dalam kamar seperti hari ini.


Sedangkan tante Martha pergi bekerja dari pagi sampai lewat waktu petang baru pulang ke rumah. Meninggalkan Stella, putrinya, sendirian di rumah dari pagi sampai malam.


Hari ini, Keara mendadak punya ide ingin mengajak Stella berenang. Siang-siang berenang pasti seger kaan.. Lagi pula satu bulan tinggal di rumah gedongan ini, belum pernah sekalipun K menikmati berenang di kolam renang luas yang ada di taman belakang rumah. Kesempatan emas dia punya Stella untuk menemaninya berenang.


Keara memastikan pada Pak Karto, tukang kebun yang juga bertugas membersihkan kolam setiap hari, apakah kolam renang dalam keadaan bersih. Pak Karto mengiyakan, bahwa dia memang sudah membersihkan kolam pagi tadi. Setelah itu, Keara lebih dulu menyiapkan makan siang di meja makan untuk mereka berdua. Keara dan si introvert Stella.


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih