
Keara menatap suaminya yang malam ini masih terjaga. Sedang duduk bersandar di headboard ranjang seraya membaca sebuah buku. Ia baru saja selesai membersihkan diri dan berganti baju tidur satin berwarna hitam yang terbuka di bagian bahu dan setengah dada.
Keara naik ke ranjang dengan cara merangkak. Merambati kaki Harris hingga ia sampai di perut kotak-kotak suaminya yang tidak dilapisi baju. Ia sudah mulai hafal kebiasaan Harris yang lebih suka tidur bertelan*jang dada.
Keara menelusupkan kepalanya di tengah. Antara buku dan dada berbulu halus itu. Setelah menebarkan kecupan singkat dari perut sampai ke dada Harris, kepala mungilnya menyembul dan langsung menghalangi pandangan Harris dari buku yang tadi dibaca.
Harris tersenyum lebar mendapati kelakuan lucu sang istri. Ia meletakkan buku di meja nakas sampingnya. Kemudian melingkarkan lengannya memeluk tubuh mungil di atasnya.
"Kenapa istriku ini sangat lucu..?" tanyanya yang lebih serupa dengan pernyataan.
"Makasih ya, Mas.."
Harris mengangkat alisnya tidak mengerti. "Makasih karena menyebut kamu lucu?"
"Karena Mas Harris sudah ngajakin ibuk tinggal bareng kita di sini.."
"Tapi kemarin ibuk kamu menolak. Apa sekarang sudah berubah pikiran?"
Keara menggeleng seraya tersenyum. "Tetap saja.. Terima kasih untuk niat baiknya.."
"Sayang, ibu kamu ibuku juga.. Terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih, karena suamiku yang baik hati ini mau menerima keluargaku juga.. Tidak hanya menerimaku saja.."
"With a pleasure, my sweetheart.. Kamu tau aku juga sangat bahagia bisa memiliki keluarga sebaik kalian.." Harris mengecup bibir merah alami di hadapannya.
"Mumpung kamu ada di atas, sekarang lanjutkan tugasmu, sayang.." Harris menghempaskan celana piyama yang ia pakai, tanpa merubah posisi Keara yang masih nyaman menumpang di atas tubuhnya.
"Sayaang.. aku baru saja mandi..."
"Salah sendiri.. kamu tadi sengaja merangsangku kan.. Dengan menciumi perut dan dadaku.. Lihat, gara-gara kamu, adikku jadi bangun.."
Keara terkekeh geli. Dia memang tadi sengaja menggoda suaminya. Entah kenapa melihat suaminya membaca buku sambil bertelan*jang dada sudah cukup bisa menggugah gairahnya.
Sejak honeymoon, Keara memang sudah tidak malu malu lagi mencumbu suaminya. Dia juga sesekali mendominasi penyatuan cinta, memanaskan ranjang pengantinnya. Keara benar-benar sudah hanyut dalam gelombang gairah yang terus digelegarkan suaminya. Lelaki itu seperti punya has rat ekstra kuat sampai terus mengajak istrinya bercinta tanpa kenal lelah. Apalagi bosan.
Tengah malam menyapa ketika dua insan dimabuk cinta itu bersimbah peluh. Saling memeluk erat usai melepaskan lahar hangat dari dalam inti keduanya. Tidak kenal dingin karena suhu dan aktifitas panas mereka terus memancing produksi keringat dan menyalurkan hawa hangat satu sama lain.
"Mas, besok mas Harris mulai aktif lagi di kantor.. Aku bakalan bosen di rumah sendirian.. Gak ngapa-ngapain cuma nungguin mas pulang kerja aja.."
Harris mengusap lembut rambut istrinya. "Aku juga pasti akan sangat bosan dan sangat merindukanmu sayang.."
Tidak terdengar jawaban Keara. Tapi wanita itu jelas masih terjaga. Ujung jemarinya masih aktif menggambar bulatan-bulatan di dada sang suami.
"Ehmm besok aku mau masak-masak sama Bik Santi aja deh.."
"Do it, baby.. Everything you like."
"Apa makanan kesukaan mas Harris? Besok aku masakin yaa..."
"Apa saja yang istriku masakkan aku pasti suka.."
"Ishh.. Itu bukan jawaban. Besok aku tanya Bik Santi saja.. Ribet nanya mas Harris.."
"Hahahaa..." Harris tergelak.
"Santai saja di rumah sayang.. Tidak perlu risih karena keberadaan tante Martha. Tante Martha bilang dia bekerja di satu perusahaan ekspor impor daerah Surabaya barat. Jadi kemungkinan setiap hari kamu hanya akan di rumah sendiri sama para art."
"Stella?" Keara menanyakan sepupu suaminya yang masih berumur sepuluh tahun itu. Beberapa kali bertatap muka dengan gadis cilik itu membuat Keara merasa iba. Gadis itu tidak se-atraktif dan ceria anak seusianya.
"Stella sekolah dan pulang siang menjelang sore, sayang.."
Keara mengangguk dalam pelukan Harris. "Ayo kita tidur mas.. Besok biar mas Harris gak kesiangan.."
"Hmm.. Iya, besok setelah shubuh biar masih sempat minta jatah lagi sama istriku sebelum berangkat kerja.."
Keara melotot meski matanya sudah merah menahan kantuk. "Kayaknya semua pasangan bercinta sehari sekali deh, mas.. Itu aku baca di artikel apa gitu.. lupa. Bahkan normalnya seminggu tiga kali aja. Mas Harris kenapa bisa sehari berkali-kali sih...? Gak normal."
"Itu berlaku buat orang lain yang istrinya biasa-biasa aja sayang... Kalau aku sama kamu, itu namanya upnormal. Karena kamu sangaaat ehhmmmpp..."
Keara membungkam mulut suaminya. Daripada makin ngelantur. Dia sudah sangat mengantuk.
"Udah. Bobok aja. Kamu makin ngelantur."
"Hahaaha.. Okay. Good night, sweetheart.."
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih