
🌹 First Love Cafe
Keara duduk di taman kafe yang dikelilingi meja kursi kafe yang diperuntukkan pada pelanggan yang ingin menikmati suasana outdoor. Sudah pukul satu siang, masuk jam istirahat untuk pegawai shift pagi. Termasuk Keara.
Keara duduk di taman ini bukan tanpa alasan. Dia sudah berjanji dengan mas Juna untuk membicarakan 'urusan' yang sempat tertunda kemarin. Untungnya kali ini ia tidak perlu menunggu, karena Juna langsung datang menemui Keara.
"Mau ngomongin apa sih mas? Kok kayaknya serius gitu?" tanya Keara. Hari ini kafe tidak begitu ramai. Keara bisa sedikit bersantai mengingat dia semalam susah tidur.
"Emmm.. Enggak, K.. Gini.." Mas Juna memutar bola matanya seolah berpikir sesuatu. "Boleh aku tau siapa lelaki yang kemarin pergi sama kamu?"
"Oh.. Mas Harris?"
"Mas Harris?" ulang Juna.
"He'em.." Keara mengangguk.
"Harris Risjad, founder e-commerce BukaToko?" tanya Juna lagi, ingin memastikan.
"Iya, betul. Kenapa mas?"
"Engga.. Gak apa-apa. Pantas saja mukanya familiar sekali. Aku.. suka baca-baca biografi businessmas dan orang-orang sukses lainnya." jawab Juna.
"Oh.. gitu" Keara mengangguk-angguk saja, memberi reaksi seperlunya saja.
"Sudah lama kamu kenal sama Harris Risjad itu?"
"Lumayan lama. Mas Harris itu sahabatnya almarhum pacar aku.."
"Oh gitu.." giliran mas Juna yang mengangguk pelan sekarang. "Almarhum pacar kamu yang kemarin lusa baru seratus harinya?"
"Iya.."
"Terus Harris Risjad dan pacar kamu itu hubungannya pasti sangat dekat ya..?"
Keara memicingkan matanya. Heran dengan sikap menyelidik Juna yang sangat kentara.
"Emm.. Maksudku.. Kok bisa Harris Risjad itu belain kamu segitunya kemarin pas kamu dilabrak istri mantan kamu.. Pasti dia juga sudah menganggapmu sahabat dekatnya?"
"Oh.. Iya.. Memang begitu.." jawab Keara dengan nada bingung.
Keara membiarkan keadaan hening sebentar. Dia merasa aneh dengan sikap kepo Juna yang tidak seperti biasanya. Cowok kalem yang ngaliir aja mungkinkayak air. Tampak seperti manusia yang tidak punya ambisi dan visi misi. Juga seorang yang cuek bebek gak peduli pada orang-orang di sekitarnya, selama orang itu tidak mengusik hidupnya, maka akan dibiarkan seperti angin lalu oleh Juna.
Tapi sekarang pertanyaan yang dilontarkan Juna terdengar seolah sedang mengulik informasi tentang mas Harris?
'Ngapain Mas Juna nanya-nanya soal mas Harris, ya..?' batin Keara.
"Ehmm.. kemarin bukan mau ngomongin ini kan?" tanya Keara pada akhirnya. Terlalu lama berdiam diri tidak enak juga rupanya.
"Enggg.... Kemarin cuman mau ngomongin jadwal aja kok K.. Bisa dibahas nanti-nanti aja.." jawab Juna makin mencurigakan.
"Bener cuma itu?" tanya Keara tak percaya.
Kalau memang cuma mau membahas jadwal kerja, kan bisa dilakukan kapan saja. Bahkan di jam kerja sekalipun. Tapi kenapa kemarin sampai nyuruh Keara menunggu sepulang kerja?
"Iya, K.. Beneran." Juna menarik nafas dalam, "Maaf yaa.. gegara minta kamu nunggu kemarin, kamu sampai harus berurusan dengan mantan pacarmu dan istrinya.."
"Iya.. Gak apa apa mas.. Bukan salah mas Juna juga." Keara bangkit dari duduknya, "Aku masuk ke dalam dulu ya mas.. Waktu istirahatku sudah hampir habis.."
"Iya, K.." sahut Juna singkat. Dia lalu hanya bisa melihat gadis ceria pujaan hatinya itu berjalan memunggunginya.
'Keara.. Keara.. Gimana aku bisa bilang yang sebenarnya, Kalau aku suka dan tertarik sama kamu? Aku tidak menyukai orang-orang di sekitarmu. Harris dan Rizky. Aku tidak mau berhubungan dengan mereka kalau aku dekat denganmu... Terutama Harris Risjad. Jangan sampai Harris tau tentang aku..' batin Juna.
Pertama kalinya ada gadis yang berhasil menarik hati Juna setelah lama hatinya kosong. Sakit hatinya dikhianati oleh Bianca, mantan pacarnya, yang membuat Juna berubah menjadi orang tenang dan tanpa ambisi. Dia bahkan menyembunyikan identitas sebenarnya dengan bekerja di kafe First love.
...----------------...
🌹 Lokasi syuting Hanna Rosaline
*Praaangg...!!*
Hanna melempar gelas wine ke arah dinding di belakang managernya, hingga pecah dan berserakan ke lantai. Dia begitu murka saat Randy, managernya, memberikan informasi bahwa Harris Risjad melakukan podcast dengan salah satu media enterpreneur.
Dimana dari tiga puluh menit durasi podcast yang sudah diunggah itu, ada beberapa menit host podcast bertanya tentang kebenaran hubungan Harris dan Hanna. Dan Harris menjawab tidak ada hubungan apapun!!
Bahkan Harris menjelaskan secara gamblang bahwa inisial HR bisa saja mengarah pada orang lain, yang pasti bukan dirinya. Karena hubungannya dengan Hanna hanya sebatas kontrak kerja Hanna sebagai ambassador BukaToko. Itupun kontrak sudah habis sejak tiga bulan sebelumnya. Jadi setelah itu, tidak ada pertemuan lagi, baik secara pribadi maupun profesional.
"Gue kan sudah suruh Lo hubungin Harris Risjad itu!! Jangan sampe dia berkoar lebih dulu ke media!!" geram Hanna dengan berapi-api.
"Sudah, Kak.. Tapi ditolak sama asistennya." jawab Randy dengan kepala tertunduk. Dia paham betul rencana licik artisnya ini.
Hanna sengaja menyebarkan gosip saat diwawancara reporter, bahwa ia memiliki kekasih seorang pengusaha berinisial HR, sama seperti inisial namanya. Namun di balik layar, dia dengan sengaja menyebut nama Harris Risjad lah kekasihnya, dan meminta media menyebar luaskannya.
Hanna memilih jalan pintas agar bisa mendekati Harris. Dia berharap melalui gosip itu, ia bisa dekat dengan Harris. Membuat relationship settingan, hingga berujung ia bisa membuat Harris benar-benar jatuh cinta padanya.
Tapi Sekarang, rencana tinggalah rencana. Semua yang sudah disusun rapi di otak culasnya, mendadak bubar jalan karena Harris tanpa konfirmasi sudah menyebarkan pada media kalau dirinya tidak ada hubungan apapun dengan Hanna Rosaline.
"Breng sekk!! Ternyata cowok ini sangat sulit didekati!" geram Hanna dengan mata merah menahan marah.
"Kasih gue nomer ponsel Harris!"
"Gak ada, kak.. nomor yang ada cuma nomor asistennya saja."
"Ya sudah. cepetan telepon sekarang! Terserah bagaimana caranya, Gue harus bisa ngomong sama Harris!!" hardik Hanna ketus.
Randy langsung menjauh dan menghubungi kontak asisten Harris Risjad yang dimilikinya. Dan butuh waktu lima belas menit sampai telepon benar-benar dialihkan kepada Harris.
"Hallo, mas Harris.. Apa kabar?" suara penuh kemarahan Hanna mendadak berubah menjadi suara lembut bak putri raja. Randy melengos saja mendengarnya. Dalam hati ia mencibir kemunafikan artisnya.
"Baik Mbak Hanna." jawab Harris dari seberang panggilan telepon. "Ada perlu apa ya? Oh ya, tentang gosip yang beredar itu, I am so sorry.. Mungkin saya terlambat mengklarifikasi. Seharusnya dari awal berita itu ada, saya langsung menyangkalnya.."
"Iih.. Mas Harris to the point sekali sih. Besok saya ada kerjaan di Surabaya nih, mas.. Saya mau bikin janji ketemu sama mas Harris dong.. Besok sore gimana Mas?"
"Maaf Mbak Hanna.. Besok schedule saya sudah full. Dan kalau hanya mau bikin janji ketemu, lakukan sesuai prosedur sama asisten saya, oke?" Harris masih dalam mode kaku dan profesional. Padahal Hanna sudah meliuk-liukkan suaranya demi memikat Harris.
"Maaf saya ada meeting lima menit lagi. Kalau masih ada urusan, silakan koordinasi dengan asisten saya. Selamat sore, mbak Hanna.."
Tanpa menunggu jawaban Hanna, Harris sudah mematikan sambungan teleponnya. Hanna makin murka. Dia membanting ponsel yang ada di tangannya. Yang notabene, itu adalah ponsel milik Randy.
"Yaah.. Kak.. itu ponselku..." lirih Randy memelas. Tapi Hanna tidak mengendurkan ekspresi wajahnya sedikitpun. Ia terlanjur sangat mendendam pada Harris. Lelaki pertama yang menolak didekati olehnya..
"Sialan! Kalau saja elo gak kaya, gue juga ogah ngemis-ngemis skandal pacaran settingan sama lo !!" geram Hanna.
"Lo," kali ini telunjuknya ia arahkan tepat di ujung hidung Randy. "Carikan daftar pengusaha kaya yang inisial namanya HR. Gue gak mau terlanjur malu sama wartawan.!!"
"Dan lo Harris.. Gue akan puas kalau gue berhasil mempermalukan lo depan media!!"
...----------------...
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih