Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Marah


Harris mengumpulkan semua pekerja rumahnya di ruang tengah. Dari art sampai security tanpa kecuali. Dia juga memanggil Stella agar bergabung dengan para pekerjanya.


Dari awal, Harris sama sekali tidak memandang Stella. Bagi Harris, ia tidak memiliki sedikitpun ikatan persaudaraan dengan Stella. Itu pula yang membuat Harris selalu bersikap dingin dan diam dengan Stella. Tidak selayaknya hubungan antara saudara sepupu.


"Kalian sudah tau? Jangan bilang kalau kalian tidak tau apa-apa. Tadi ada tamu yang lancang masuk ke rumah ini sampai ke taman belakang??" tanya Harris dengan wajah geram.


Semua orang menunduk. Tidak ada yang berani mengangkat kepala dan menatap raut kemarahan Harris.


"Kalau kalian tetap diam seperti ini, bersiaplah tetap berdiri di sini sampai besok pagi." ancam Harris.


Seorang security memberanikan menjawab meski dengan terbata. "M-maaf, Tuan.. Saya ijinkan masuk gerbang karena dia datang dengan nyonya Martha."


"Kalian kemana saja? Sampai tidak ada yang mencegahnya masuk sampai ke taman belakang.."


Hening.


"Kalau sampai terulang lagi kejadian seperti ini, Aku akan memecat kalian semua!" geram Harris.


"Dengarkan aturan baru di rumah ini. Tamu hanya boleh sebatas teras. Hanya aku dan Keara yang bisa menentukan tamu bisa masuk sampai ruang tamu atau tidak. Kalian ngerti?"


"Ngerti, tuan." jawab mereka serempak.


"Kalau sampai ada tamu yang lolos masuk sampai ke dalam, dan mengganggu kenyamanan istriku, kalian semua akan tanggung akibatnya!!" tegas Harris.


"Sekarang kalian semua pergi dari sini. Kembali kerjakan tugas kalian!"


"Baik, Tuan.." satu persatu pekerja rumah Harris membubarkan diri.


"Kecuali kamu! Diam di tempat!" telunjuk Harris mengacung persis di depan mata Stella. Membuat Stella mengkerut ketakutan. Netra Harris yang memerah penuh kemarahan benar-benar mengerikan bagi seorang gadis abg muda itu.


Sementara di dalam kamar, Keara hampir menyelesaikan riasan di wajah cantiknya. Ia melirik ke arah luar walk in closet, karena tidak mendengar suara Harris sedikitpun. Hening.


"Sayang, kita makan dulu dong nanti sebelum jalan... Aku kok laper lagi yaa..? Padahal tadi sebelum berenang sudah makan.."


Tidak ada jawaban dari suaminya. Keara menaikkan lagi volume suaranya. "Sayaang......!"


"Mas Harriiiiiss..."


"Heyy.. Gunung es kesayangaaaan... Dimana kamu?" teriaknya kemudian. Tak kunjung mendapat jawaban, Keara mempercepat dandanannya untuk mencari tau dimana suaminya berada.


"Kamu tau kan kelakuan mommy kamu? Saya gak sudi dia tinggal di rumah saya. Dan kamu. Kemasi barang-barang kalian berdua. Saat mommy kamu pulang, silakan angkat kaki dari rumah ini. MENGERTI?!" hardik Harris penuh emosi.


Stella mengangguk. Ia menitikkan air mata tanpa sepengetahuan Harris. Selama ini Stella memang tidak pernah akrab dengan Harris. Lelaki dewasa itu sangat menjaga jarak dengannya, Stella tau itu. Sangat berbeda dengan Keara.


"Mas Harriiis.." seru Keara.


Harris menoleh. Wanitanya itu berada di tengah tangga mengenakan dress putih selutut dengan make up tipis sangat cantik dan anggun. Emosi yang sebelumnya menguasai hati Harris berangsur memudar dengan cepat.


"Sayang... Aku panggil-panggil dari tadi......" suara Keara mengalun manja. Ia turun dan berjalan menghampiri suaminya. Sebelah lengannya melingkar di pinggang tegap itu.


"Ayo pergi sekarang.. Aku laper.."


"Hm..." jawab Harris singkat. Tidak mungkin dia merespon kemanjaan istrinya yang menggemaskan di depan Stella. Meskipun ia sangat ingin meraup bibir istrinya yang se*xy dengan lipstik warna pinknude itu.


"Stella.. Kamu istirahat aja dulu yaa.. Nanti kak Keara bawain makanan buat Stella."


Stella mengangkat kepalanya. Bingung dengan maksud dua orang dewasa di depannya. Yang satu baru saja mengusirnya. Yang satu lagi malah mengatakan akan membawakan makanan.


Sedangkan Harris sudah memelototi istrinya, "Sayang!"


Keara mengeratkan genggamannya di pinggang suaminya seraya tersenyum ke wajah tampan yang sedang melotot itu.


"Ehm Stella.. Kak Harris tadi cuma emosi aja kok.. Jangan diambil hati yaa.. Kamu gak perlu ngemasin barang-barang kamu, oke? Masalah mommy kamu sama kami itu masalah orang dewasa, kamu gak eprlu mikirin itu. Oke?" Keara mengerling ke arah Stella sambil mengacungkan jempolnya.


"Udah sana masuk kamar.. Nanti Kak Keara bawain makanan yaa..?"


Stella menurut. Masuk ke kamar sambil menundukkan kepalanya. Sementara Harris masih diam mematung dengan ekspresi yang sulit diartikan.


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih