Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
With Stella (2)


"Selamat siang," suara lirih Stella menyapa.


"Hai, Stella.." balas Keara. Ia baru selesai berkutat di meja makan ketika Stella pulang. Keara tidak tau agama apa yang dianut Stella. Stella dan tante Martha tidak pernah mengucap salam dan terlihat sholat. Stella pun kelewat pendiam, membuat Keara menahan diri untuk tidak menanyakan hal prinsip itu.


"Cepat ganti baju abis itu kesini lagi, kita makan siang sama-sama yaa Stella.."


Stella mengangguk, lalu masuk ke kamar dengan cepat.


Belum sampai lima belas menit Stella sudah datang ke meja makan dengan baju rumahan bergambar hello kitty. Anak perempuan itu duduk di depan Keara. Mengaggukkan kepalanya untuk meminta ijin, sebelum mulai menyendokkan nasi.


Keara tersenyum. Anak introvert ini sopan juga, batinnya.


Setelah makanan di piring mereka licin tandas, Keara mengajak Stela ikut membersihkan meja makan. Keara sengaja ingin banyak berinteraksi dengan gadis muda itu. Ingin lebih dekat dan akrab dengan sepupu suaminya. Menurut Keara, Stella sebenarnya anak yang baik. Ia hanya bernasib malang karena ibunya yang tidak terlalu memperhatikannya.


Dari wajah Stella, Keara melihat kecantikan alami seorang gadis muda. Stella memiliki paras blasteran bule, entah didapat dari siapa. Mungkin dari papanya, yang tak lain adalah om dari mas Harris. Tubuhnya juga lebih tinggi untuk rata-rata anak seusianya. Tinggi badan Stella, si anak dua belas tahun, setinggi telinga Keara. Hal itu juga yang selalu jadi bahan ejekan Harris pada Keara.


"Stella.. setelah ini ayo kita berenang.. Kakak gerah banget nih.. Mau yaa?" ajak Keara.


"Ehmm.. tapi kak..." Stella terdengar ragu-ragu. Dia tentu saja ingin. Setiap kali duduk sendiri di taman belakang, dia selalu melihat ke arah kolam dan ingin bermain air di sana. Tapi...


"Tapi apa? Ayolaah.. Kakak K juga sama kayak kamu, belum pernah nyicipin nyebur ke kolam itu.." Keara terus merayu Stella.


"Stella takut dimarahi mommy..." lirih Stella berucap. Terdengar ada rasa takut saat dia menyebut mommynya.


"Eh, kenapa takut? Lagian mommy kamu kan lagi kerja..."


Beberapa menit Stella terlihat berpikir keras. Dia takut mommynya sampai tau. Tapi naluri anak-anaknya yang masih ingin bermain membuatnya ingin sekali menerima ajakan Keara untuk berenang. Pada akhirnya sebuah anggukan samar dan ragu-ragu dari Stella menjadi angin segar bagi Keara.


"Yes!" pekik Keara senang. Tawa lebar wanita itu mengundang senyum malu-malu Stella.


"Ayo kita ganti baju sekarang..." Keara menggamit tangan Stella.


"A-ku gak punya baju renang, Kak..."


"Sama. Aku juga gak punya. Hehee.." Keara nyengir. Lalu memberi ide pada sepupu iparnya. "Kita bisa pake hotpant dan tanktop aja... Setuju?"


Stella mengangguk senang. Ia sangat lega, keluarga yang ditumpanginya dan mommynya ternyata sangat baik dan ramah. Meskipun Stella juga tau, Keara dan Harris selalu menjaga jarak dengan mommy Martha. Stella tidak tau alasan pastinya. Tapi melihat perangai mommynya yang memang gila harta dan tak berperasaan, rasanya Stella mengerti penyebabnya.


*Byuuuurr...


Kedua perempuan beda generasi itu menceburkan diri ke kolam renang. Teriknya sinar matahari berpadu dengan segarnya air kolam sangat memanjakan raga mereka.


Keara dan Stella tertawa-tawa riang. Stella masih dengan sikap canggung, mulai melebur terbawa keceriaan Keara. Gadis ABG itu ternyata sangat pandai berenang. Keara dibuat takjub dan tanpa sungkan minta diajarkan beberapa gaya berenang yang kurang dia kuasai.


'Pantas saja tubuh anak ini lumayan tinggi untuk anak seusianya.. Mas Harris pasti puas nih ngejek aku kalau tau Stella lebih jago berenang.. Suamiku lagi apa yaa? Telpon aah...' monolog Keara dalam hati.


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


...----------------...