
Setelah selesai makan, Keara mengusap perutnya yang kekenyangan. Pasalnya, Harris memesankan satu porsi lagi iga bakar tanpa nasi, dan menyuruh Keara menghabiskannya. Keara mau aja lagi ngabisin dua porsi iga bakar. Gak ada jaim-jaimnya.. Huh, dasar.
Harris sangat menikmati sesi makan bersama gadis manis ini. Tidak satu detikpun ia lewatkan momen bersama Keara dengan menjawab pesan atau telepon masuk di ponselnya. Apalagi melihat Keara makan dengan lahap begini.. Such a pleasure!
"Sudah kenyang.. Ayo pulaang."
Harris tersenyum saja. Keara tak lagi merengut. Wajah cantiknya seperti menyihir Harris hingga ia susah berkedip. Ternyata menyenangkan gadis ini tidak sulit. Cukup diajak makan makanan enak. Keceriaannya akan kembali lagi. Senyum manisnya juga terukir sepanjang hari.
"Mau kemana lagi setelah ini?" tanya Harris.
"Balik ke cafe. Hehee.."
"Ngapain.??"
"Ambil motorku." jawab Keara masih dengan mode cengar cengirnya. "Ntar aku pulang sendiri aja mas.. Pasutri tadi pastinya udah pulang kan yaa..?"
"Gak perlu. Motor kamu sudah dibawa asistenku. Paling sekarang sudan sampai rumah.."
Keara membelalak tak percaya, "Hah? Emang asistennya mas tau motorku yang mana? Terus kuncinya?"
"Ya tau lah.."
'Asistenku udah ngikutin kamu dua minggu lebih..' imbuh Harris dalam hati.
"Terus kunci motormu udah ngegantung disana. Dasar ceroboh."
"Hehee.." Keara nyengir saja.. Tadi dia memang langsung kabur begitu saja. Tidak sadar kunci motornya sudah ia masukkan ke lubang kunci.
"Yaudah pulang yuk Mas.. Aku ngantuk ini. Kekenyangan.."
Harris mengangguk. Lalu beranjak keluar resto.
"Kita cari masjid, sholat maghrib dulu ya K.." ujar Harris setelah mereka berdua duduk di dalam mobil. Keara mengangguk saja.
"Mas, aku boleh nanya gak?"
"Nanya aja.. Dari tadi udah nyerocos panjang lebar, sekarang ngapain pake ijin dulu.?"
Keara mencibir dan memukul pelan lengan Harris. "Serius ini..."
"Iya, silakan nona Keara.. Abdi siap menjawab sebisa abdi.."
"Serius, Mas...."
"Iya, oke.. Serius. Ini aku sambil nyetir gak apa apa? Atau harus berhenti dulu?"
"Nyetir aja nyetir.. Sana lihat ke depan aja. Males deh sama mas Harris iihh.. Becanda mulu sekarang." seloroh Keara dengan bibirnya yang mulai merengut.
Tapi eh tapiii.. Lain di mulut lain di hati. Biarpun bibirnya merengut, hatinya lain lagi. Seperti ada kepakan sayap kupu-kupu yang mengitari hati Keara saat ini. Seneng banget. Seolah mendapat senyum langka dari seonggok gunung es. Meleleh...
"Hahaa.. I am serious.." Harris tergelak.
'Nah.. Nah.. Sekarang malah ketawa. Makin langka. Hatinya lagi happy kali yaa nih cowok? Jarang banget aku liat tawa dan senyumnya.' batin Keara.
Suasana jalanan sore sedang padat-padatnya. Mobil mas Harris sesekali berhenti, menunggu jalan di depannya senggang untuk bisa melaju lagi. Keara merubah posisi duduknya jadi miring ke kanan, menghadap ke arah Harris.
"Kalau mas Harris lagi happy begini, jadi beda banget sama mas Harris pas nangis dan ngigau kemarin." gumam Keara lirih.
Tapi situasi hening dalam mobil yang berhenti di tengah kemacetan, membuat Harris bisa mendengar jelas gumaman Keara. Netranya mendadak berubah sendu. Keara spontan merasa bersalah.
"Mas.. Maaf.. Maksud aku gak...." Keara menghentikan kalimatnya begitu telapak tangan besar Harris mendarat di puncak kepalanya. Harris lalu mengusap dengan lembut rambut Keara sambil berujar,
"Maaf ya K.. Kamu jadi liat sisi gelapku.."
Keara terpaku. Susah payah ia menelan salivanya. Perlakuan lembut mas Harris benar-benar di luar ekspektasinya. Tangan Harris yang terus membelai rambutnya membuat Keara tersihir menjadi orang dungu yang tak tau harus berkata apa. Speechless.
"Biasanya kalau sudah ngigau gitu aku ga bisa tidur lagi.. Tapi berkat paha kerempeng kamu aku langsung lelap sampe pagi.."
Harris tergelak. Tangannya kembali memegang setir. Memusatkan konsentrasi ke jalanan yang mulai sedikit lengang.
Keara tidak bertanya lebih lanjut tentang kebiasaan mengigau Harris. Dia sadar hubungan mereka tidak sedekat itu untuk Keara ingin tau hal yang amat sangat private bagi Harris.
"Terus kenapa waktu itu mas Harris langsung cekout dari rumah sakit? Udah ditungguin juga.. Malah langsung pergi gitu aja.. Ga pamit dulu sama aku.."
"Aku pikir kamu sudah pulang." jawab Harris tanpa menoleh pada Keara.
"Belum lah.. Aku mau nganterin mas Harris sampe pulang rencananya.. Waktu itu aku nunggu di taman. Terus pas aku balik, mas Harris udah gak ada.." ujar Keara dengan bibir merengut. Membuat Harris tersenyum dan gemash dalam sekali waktu.
"Iya, maaf.."
"Aku kan tanya kenapa.. Bukan nyuruh mas Harris minta maaf.."
Mas Harris membelokkan mobilnya di halaman sebuah masjid. Memarkir mobil lalu mematikan mesin. "Kita sholat dulu di sini yaa.."
"Tinggal jawab kenapa aja susah banget.. " Keara melengos dengan bibir yang konsisten merengut itu.
Harris keluar mobil dengan tertawa kecil. Melihat tingkah menggemaskan Keara, moodnya benar-benar bagus hari ini. Dan Keara dengan setelan merengut penuh kepura-puraan itu membuntuti Harris masuk ke dalam masjid dan menunaikan kewajibannya beribadah sholat maghrib.
Setelah sholat, Keara kembali ke mobil lebih dulu daripada Harris. Ia sempatkan menambahkan polesan bedak dan liptint tipis agar tidak pucat. Tidak lupa semprot parfum, biar jauh jauh dari aroma asem-asem sedap karena dari pagi beraktifitas di luar rumah.
Tak lama kemudian, Harris masuk ke dalam mobil. Ia menangkap aroma parfum Keara menguar semobil. Ia menghirupnya lamat-lamat tapi tidak berkomentar. Dinikmati saja.. It's smells good. Enak juga aroma parfum favorit Keara..
Harris melirik Keara yang masih merengut. "Udah sholat masih merengut aja.. Kurang lama tuh dzikirnya.."
"Daripada mas Harris.. Udah sholat masih aja gak peka. Belum nyampe ke hati tuh dzikirnya.." balas Keara gak mau kalah.
Harris tergelak. "Hahahaaa.. Emang kamu secerewet ini ya aslinya? Hahahaa.."
"Tuh kan.. Sekarang malah ngatain cerewet. Rese banget sih jadi orang..." Keara mencubit cubit dada dan pinggang Harris sampai pria itu berhenti tertawa dan meringis kesakitan.
"Awwh.. Eh.. Ini awhh.. sudah masuk ke.. Awh..- tindakan penganiayaan.. Awwhh.." Harris mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Ampun K.. stop.. Stopp..!"
Harris menangkap tangan Keara demi menghentikan cubitan semutnya. "Oke.. Gini.. Gini.." ucap terbata Harris yang masih susah mengatur nafasnya akibat 'serangan brutal' Keara.
"Aku gak tega liat kamu nangis begitu.. Waktu kita di rumah sakit.. Aku memilih pergi tanpa pamit. Karena kalau aku lihat kamu lagi, aku takut akan goyah.." ucap Harris seraya terseenyum getir. Tangannya terus menggenggam kedua tangan Keara. Seolah sedang mencari kekuatan di sana.
"Aku merasa kita tidak perlu mewujudkan pesan terakhir Rizky. Kalau itu terlalu memberatkanmu. Aku yakin Rizky pasti ngerti.. Dia itu sangat memahamimu.. Jadi aku yakin dia tidak mungkin tega kamu tertekan hanya karena mewujudkan keinginan terakhirnya untuk dekat denganku.. Aku..."
"Tunggu." sela Keara. Dia tidak mau lagi mendengar ucapan Harris. Bulir-bulir bening sudah luruh dengan mulus ke pipi. Keara berusaha menyeka air matanya. Menata nafasnya untuk mulai berbicara.
Dia tidak menyangka pemahaman Harris bisa sependek itu. Apa tadi katanya? Keara menangis karena merasa tertekan harus dekat dengan Harris. Lah memangnya Harris demit lelembut sampai-sampai untuk jadi teman dekat saja Keara harus keberatan..?
"Dasar gunung es! Gak peka, Gak pengertian sama sikap cewek.. Emang dasarnya jomblo akut. Makanya gak paham apa-apa tentang cewek." Keara masih terus menyeka air mata dan menyedot ingus sampai ujung hidungnya memerah. Wajahnya mulai berantakan gak karuan.
"Kalau aku emang ga mau dekat sama mas Harris, aku gak mungkin juga nangis lama-lama di pelukan mas Harris waktu itu. Aku pasti udah lari ngacir dan menjauh dari mas sejak di rumah sakit itu.."
Harris melongo. Butuh waktu lima detik untuknya memahami ucapan Keara. Sampai akhirnya sebuah senyuman merekah lebar dari bibirnya. Dia menunduk, lantas mencium jemari Keara yang sedari tadi digenggamnya.
"Thanks, K.. Aku harap kita bisa jadi teman dekat setelah ini.."
...----------------...
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih