Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Buka Puasa


Satu minggu berlalu. Harris mematuhi 'hukuman' dari istrinya. Meskipun satu minggu tidak menyentuh istrinya membuatnya frustasi. Tapi dia tidak bisa mengelak karena itu adalah buah dari kesalahannya sendiri.


Malam ini ia tidak ingin menahannya lagi. Ia sudah pulang kerja dari jam lima sore. Lalu lekas mandi, sholat maghrib dan isya', kemudian makan malam bersama. Semua ia lakukan dengan cepat dan tanpa basa basi.


Setelah selesai, ia menarik istrinya ke dalam kamar. Merengkuhnya dan melu*mat bibir manis yang sangat ia rindukan.


Keara membalas ciuman suaminya dengan gair*ah yang sama panasnya. Tak bisa ia pungkiri hukuman yang ia berikan pada suaminya juga turut menyiksanya. Keara nyatanya tak bisa jauh dari sentuhan mas Harris. Ia pun mengingkari hukumannya sendiri dengan tetap meminta Harris memeluk raganya ketika hanya ketika mereka tidur malam.


Hanya sekedar berpelukan. Demi bisa tidur nyenyak.


"Sayang, aku mencintaimu.. Aku sangat merindukanmu, K..." ucap Harris di sela-sela luma*tan penuh has*ratnya.


"Jangan lagi kamu tega menghukumku seperti seminggu ini sayang.. Aku sangat tersiksa."


Keara menangkup pipi suaminya. Mengangkat wajah tampan yang sedang asik menye*sap aset kembarnya itu sehingga kedua pasang netra mereka saling bertatapan. "Maka jangan pernah lagi membohongiku, sayang.. Aku ingin kamu menganggapku kuat dan bisa mendengar segala permasalahan yang kamu sembunyikan."


"Hm.. Aku tau, sayang.. Aku janji." pungkas Harris. Ia menjawab dengan cepat karena tidak ingin kegiatan mengasyikkannya diinterupsi. Puasa satu minggu membuatnya stress berat. Ia bahkan tidak konsentrasi bekerja. Dan setiap malam harus bermain solo di kamar mandi karena tidak tahan melihat istrinya tidur dengan linge*rie se*xy tanpa bisa ia sentuh.


Tidak butuh waktu lama ia sudah menanggalkan seluruh kain pembungkus raga miliknya dan juga Keara. Tangannya bekerja dengan cepat tapi gerakannya tetap lembut, terus memberi pijatan di dua gunung indah Keara. Sedangkan bibirnya menggigit kecil dan menji*lat leher menggoda di hadapannya.


Keara dibuat menggelin*jang dan terus mende*sah hebat atas sentuhan suami. Ia sangat menikmati dan sekujur tubuhnya berubah menjadi sensitif akan sedikit saja rang*sangan yang diberikan.


"Sayang, kenapa ukurannya semakin besar dari yang terakhir aku lihat, hm? So big, sweetheart.. I love it.." racau Harris saat wajahnya tenggelam di dada Keara.


"Aahh maass..." de*sah Keara saat Harris menyatukan tubuh keduanya. Menghentak hingga alat tempur yang besar dan berurat itu seolah merobek sesuatu di pangkal pahanya.


Harris dan Keara menge*rang hebat saat gelombang cinta itu menerpa bersamaan. Menerbangkan keduanya ke nirwana kenikmatan yang melenakan. Hingga membuat mereka berdua terbuai dan enggan kembali. Ingin terus mereguk nikmat yang mereka ciptakan sendiri.


Harris hanya butuh waktu sebentar untuk mengatur nafasnya. Setelahnya, ia tidak membuang-buang waktu. Harris mendekatkan bibirnya di telinga Keara. Mengecup singkat daun telinga istrinya, kemudian berbisik dengan suara serak yang masih sarat akan has*rat.


"One more, baby.."


"Aku masih capek, sayang...." keluh Keara.


"Aku sudah cukup lama berpuasa. Aku ingin puas-puasin buka puasanya. Please...." Harris mengerjap dan ia menyeringai puas saat melihat anggukan istrinya.


...----------------...


Heh?


lah kok adegan beginian yang muncul..?


Mas Harris : Ya gak apa-apalah Thooor.. Namanya juga malam minggu..


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih