Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Bali, I'm Coming !!


🌹Rumah Keara


Keesokan harinya, Keara harus menelan kekecewaan karena sampai malam tiba, Harris tidak lagi datang mencarinya. Padahal hari ini dia khusus mandi pagi dan sore hari. Bersiap kalau Harris datang sewaktu-waktu.


Tapi sampai malam menjelang, Keara sudah mulai bergelung di bawah selimut. Mengutak-atik ponselnya dengan perasaan galau. Berhari-hari kemarin, banyak sekali pesan chat dan telepon dari Harris yang ia abaikan. Tapi hari ini tidak ada satupun chat dan telepon dari Harris untuknya.


Keara membaca lagi chat-chat yang ia lewatkan sambil lalu. Chat dari lelaki dingin yang tak lagi dingin. Lelaki yang ia rasa selalu mencurahkan seluruh perasaan cintanya yang teramat besar. Yang dalam waktu singkat bisa memenuhi seluruh ruang di hati Keara.


"Kumohon jangan salah paham sayang.. Mana mungkin aku tidak membutuhkanmu?"


" Kamu adalah satu-satunya kekuatan yang kupunya, hingga aku tetap bisa berdiri saat masalah ini menerpaku."


"Karena aku yakin aku masih memilikimu. Kalau tidak, aku pasti sudah tidak peduli meski seluruh duniaku runtuh.."


"Jangan tinggalkan aku, sayang.. tunggulah sampai keadaan ini membaik.. Aku akan mendatangimu lagi..."


Dan semua chat itu tidak dibaca dengan benar oleh Keara sebelumnya. Sekarang ketika dia membaca chat-chat dari lelaki itu, air matanya kembali berderai. Dia membaca ketulusan dalam kata demi kata yang diketikkan lelaki itu untuknya. Merasa sangat jahat sudah mengabaikannya. Merasa sangat rindu hingga ingin memeluknya.


Tapi lihatlah hari ini.. Lelaki itu tidak lagi datang. Mungkin dia sudah lelah berjuang. Mungkin dia sudah lelah berusaha melunakkan hati Keara yang masih bersikeras merajuk.


Keara hanya bisa terdiam. Dia hanya meratapi sendiri kerinduannya pada lelaki itu. Tidak mungkin dia menelepon atau mengirim chat pada Harris.. Gengsi, tau...!


Chat dari Ocha masuk membuyarkan lamunnya. Ia mengusap kasar air mata yang sudah membasahi pipi.


"Besok kita holiday yuk.. Kemana gitu.."


"Hayuk... aku juga suntuk." balas Keara cepat. Daripada menunggu pangeran datang dalam ketidak pastian, lebih baik menghibur diri kan..? Siapa tau otak dan hati bisa lebih fresh setelah pergi liburan tipis-tipis..


"Kita ke pantai yuk K.. Ke Bali gimana? Besok aku ngajuin cuti tiga hari.."


"Oh ya? Cuti dalam rangka apa?"


"Gak ada apa-apa.. Sayang aja cuti hangus kalau gak diambil..."


Keara berpikir beberapa saat lamanya. Dia berpikir di rekeningnya masih ada uang dari Mas Harris. Uang itu bahkan tidak berkurang setengahnya untuk membeli keperluan seserahan. Dipakai dikit buat liburan ke Bali gak apa-apa kali yaa..?


"Oke. Gasss.." pungkas Keara.


"Yeeaayy..!!"


"Emang yaa.. kalau mau pergi liburan sama calon istri sultan gak perlu mikirin nabung dulu. Rekening sudah full terisi."


"Coba ngajakin Keara yang dulu.. Pasti ngajaknya sekarang, realisasinya tiga bulan lagi. Wkwkwkwkk..."


Belum tau saja si Ocha tentang kegalauan hati sahabatnya. Si calon istri sultan yang rencana pernikahannya masih abu-abu. Menyedihkan..


"Sekarang aku cariin tiket pesawat sama penginapan yaa.. Aku yg bayar pesawatnya, kamu yang bayar hotelnya.. Deal?" sambung Ocha lagi.


"Asiikk.. Senang berbisnis dengan anda princess Keara.." goda Ocha.


"Besok aku jemput jam delapan pagi. Jangan molor yaaa..."


"Oke.. Oke..."


...----------------...


🌹 Hotel di Bali


Keara dan Ocha sampai di hotel Bali sebelum dhuhur. Maklum lah, mereka naik pesawat terbang penerbangan paling pagi. Akhirnya, penerbangan pertama Keara yang gagal membawanya ke Korea, kini tibalah dia di Bali.


Keara berdecak kagum melihat kemewahan hotel yang mereka sewa. Baru sampai di lobi saja Keara sudah bisa menebak harga menginap per malam di sini pasti sangat mahal. Dapat diskon apa gimana sih nih Ocha.. Berani banget booking hotel mahal begini.


Setelah masuk ke kamar, kedua gadis itu terlihat lebih terkagum-kagum. Kamar president suit yang luasnya hampir sama dengan luas rumah Keara ditambah luas pekarangannya. Pemandangan laut lepas juga terpampang di luar jendela lebarnya. Sangat indah memanjakan mata. Definisi nyata dari refresh kepenatan otak di tempat yang tepat.



"Gila lu Cha.. Sewa kamar beginian udah kayak crazy rich aja.." Keara mencubit lengan Ocha gemas. "Berapa duit tidur semalam di kamar ini? Nyampe jual ginjal nih kayaknya..."


"Hehhee.." Ocha menggaruk rambutnya sambil nyengir kaku. Diapun baru kali ini melihat kamar semewah ini. Biasanya cuma lihat fotonya di internet aja. Dan sekarang, sampai dua hari ke depan, dia akan tidur di kamar mewah ini. Huaaa..


"Nah kamu kan calon istri sultan.. ngapain juga sampe jual ginjal.."


"Calon istri.. Calon istri... Udah ah.. Jangan sebut-sebut gituan lagi.. Badmood nih.." Keara melempar tubuhnya di sofa empuk yang ada di balkon kamarnya. Menikmati angin laut yang sejuk membelai kulit putihnya.


Ocha menyusul Keara duduk di balkon. "Heh.. Lagi berantem lu sama mas Harris??"


Keara diam tidak menjawab. Tapi dari sorot mata sayu gadis itu, Ocha sudah bisa tau jawabannya.


"Jangan lama-lama deh marahnya.. Aku ngingetin aja nih. Mas Harris itu sekarang udah famous abis. Crazy Rich ganteng incaran semua wanita se Indonesia. A national's perfect husband!! Jangan macem-macem deh.. Yang mau nikung cewek-cewek satu negara loh....."


Ucapan Ocha sukses membuat Keara mendelik dan siap menyambit sahabatnya itu dengan bantal duduk. Tapi Ocha dengan cepat menghindar seraya terbahak-bahak.


Keara hanya menekuk wajahnya yang sudah masam. Karena sejak kemarin, sampai hari ini dia sudah ada di Bali, Harris tak kunjung mengirim chat apalagi menelepon. Apalagi datang mencarinya. Menyebalkan.


...----------------...


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih