
Seorang wanita menggeliat di atas ranjang. Tubuh polosnya sampai menyembul sedikit keluar dari selimut. Ia terkejut melihat tampilan dirinya. Tubuhnya telan jang di bawah selimut dan pangkal pahanya sedikit nyeri.
"Sudah bangun, Kak?" suara lelaki yang cukup akrab mampir ke telinganya. Wanita itu duduk lebih tegak untuk memastikan siapa pemilik suara itu.
"Randy??" pekiknya terkejut. Kepalanya pusing karena terlalu keras berpikir bagaimana bisa dia tidur di sebuah ruangan antah berantah, tanpa baju sehelaipun, dan ada managernya pula disini?
Wanita itu Hanna Rosaline. Perlahan ingatannya mulai jelas. Kemarin dia terbang dari Jakarta ke Surabaya setelah mendengar kabar pernikahan Harris Risjad. Tapi sialnya dia mabuk dan merusak rencananya sendiri.
Ia ditangkap bodyguard Harris. Dikurung di apartment siapa entahlah. dan semalam ia malah bercinta dengan preman itu. Iisshh.. menjijikkan!
"Arrrgghh !!" geramnya dengan frustasi mencengkram dan menjambak rambutnya sendiri.
Randy bangkit dari duduknya. "Karir kamu tuh udah hancur.. Kenapa sih malah bikin masalah lagi? Beruntung kamu dateng ke pernikahan Harris Risjad waktu itu belum ada kamera wartawan di sana.. Jadi kamu masih bisa tertolong. Tapi lihat sekarang keadaan kamu??"
Hanna melotot kesal pada Randy. Tapi lelaki yang dipelototin tidak gentar sedikit pun.
Artisnya itu sudah tidak memiliki power apa-apa. Masih untung Randy tetap mengurusnya, tidak meninggalkannya sedikitpun. Kalau dulu Randy akan langsung menunduk dipelototi seperti itu, sekarang Randy sudah berani mengangkat dagu dengan tatapan menantang pada Hanna.
"Sekarang laki-laki mana yang sudah menidurimu??"
"Gak usah cerewet. Sekarang bilang kenapa kamu bisa kemari?? Siapa yang memberi tahumu aku ada disini?"
"Seseorang meneleponku kemarin malam. Dan memberiku alamat ini.."
"Cepat mandi dan pergi dari sini. Orang itu bilang kita hanya diberi waktu sampai siang hari. Kalau kita belum pergi dari kota ini, dia akan menyebar luaskan video kamu sedang mabuk dan bergoyang di atas tubuh laki-laki asing.."
"Dia bilang sudah merekam kejadian semalam.. Dan akan menyebarluaskannya kalau kamu berani mengusik hidup Harris Risjad lagi.."
"Breng*seeekkk !!!! Dia benar-benar anji*ng liar yang sangat setia pada Harris. Sia*lan!!" geram Hanna. Melempar apa saja yang bisa dilempar.
...----------------...
🌹 Di kamar hotel Harris dan Keara...
Keara membuka matanya. Perutnya terasa berat. Tangan kekar suaminya menumpang di atas perut. Memeluk raganya yang masih polos dan hanya tertutup selimut setengah badan.
Keara tersenyum.
Bayangan pergulatan dua ronde semalam membuat semburat merah menjalari wajah pucat Keara. Ia mendekatkan wajahnya ke rahang kokoh suaminya. Sengaja menggesekkan pipinya ke jambang tipis milik Harris. Menikmati sensasi geli dan kasar menyentuh kulit wajahnya.
"Selamat siang, putri tidur..."
"Kok siang? Emang sekarang jam berapa, mas?" suara parau dan serak Keara seperti nyanyian merdu yang secara otomatis membangkitkan gai*rah seorang Harris Risjad.
"Jam sebelas siang.." jawab Harris seraya tersenyum geli. Semalaman ia tidak tidur. Dan pagi tadi setelah shubuh dia sempatkan tidur meski hanya tiga jam. Sisanya, ia habiskan untuk memandangi istrinya yang masih tidur pulas. Namun begitu, dia tidak merasa kantuk atau lelah sedikitpun. Bahkan siap mengerjai istrinya lagi kalau saja ia mendapat persetujuan.
"HAH??" Keara terbelalak. Raganya setengah bangun saking terkejutnya.
"Berarti udah lewat waktu shubuh?"
"Hemm.."
"Mas Harris kok gak bangunin aku sih..?"
"Sudah.. Tapi kamu malah menge rang-era ng manja.. Bikin juniorku bangun lagi.."
Keara mendengus.
Keara berusaha bangun dari tidurnya. Seketika ia terhenyak merasakan perih yang menyerang di pangkal paha. Ia meringis kesakitan.
"Sakit, mas.."
Harris mengernyit seperti ikut merasakan kesakitan Keara. Ia beringsut mendekati istrinya.
"Aku bantu ya sayang?" Harris sudah mengulurkan tangannya hendak menggendong Keara. Tapi ditepis sedikit oleh K. Gadis itu hanya menjadikan lengan suaminya sebagai pegangan.
"Itu kenapa ada darah mas?" Keara menunjuk ke ranjang putih yang baru saja hendak ia tinggalkan. Kemarin sepertinya pergulatan mereka terlalu menggebu sampai tidak menyadari ada darah yang menetes.
"Itu darah vir*ginmu sayang.." Harris mendaratkan satu kecupan singkat di pelipis istrinya. "Terima kasih karena sudah menjaga kehormatanmu untukku, K..."
Ia Kemudian menuntun Keara sampai ke kamar mandi.
"Aku temani mandinya yaa, K..?" tak lupa modus ia lancarkan lagi dengan harapan Keara juga mau mencoba sensasi bercocok tanam di kamar mandi.
"Gak mau." singkat Keara dan tanpa permisi langsung menutup pintu kamar mandi tepat di depan ujung hidung suaminya.
Harris terkekeh. Senang menggoda istrinya.
"Kita harus sering-sering bercocok tanam, sayang.... Biar kamu gak ngerasa sakit lagi.. Kalau udah terbiasa pasti gak sakit..." Harris berteriak di depan kamar mandi agar istrinya yang berada di dalam mendengar suaranya.
"Cocok tanam terus yang dipikirin... Istrinya belum makan juga ga inget.." sahut Keara dari dalam.
"Hahahaa . Oke. Aku pesankan layanan kamar. Setelah makan kita kerja keras lagi, oke?"
Keara sudah tidak menjawab. Yang terdengar hanya suara gemericik air. Ia hanya menggeleng pasrah mendengar rencana mesum suaminya.
Tapi ada yang ia lupakan. Keara lupa membawa baju ganti untuk ia kenakan keluar dari kamar mandi. Ia tidak mau keluar kamar mandi dengan hanya dibungkus handuk. Itu sama saja membangunkan macan tidur dan harus rela untuk diterkam lagi.
Beruntung ada kemeja Harris yang tergantung di dalam kamar mandi. Ia tidak berpikir dua kali. Langsung mengenakan kemeja itu meski tanpa dalaman apapun. Kemeja Harris sangat longgar di tubuhnya. Panjangnya juga terjulur hingga menutupi setengah pahanya.
Begitu keluar dari kamar mandi, makanan yang dipesan Harris pun baru saja tiba. Lelaki itu dengan sigap menata makanan di meja mini bar dekat dapur.
Keara terpana. Bukan hanya karena melihat mewahnya kamar hotel yang lengkap seperti kontrakan, tapi juga dari banyaknya makanan yang dipesan suaminya. Semuanya terlihat lezat dan menggugah selera.
"Kenapa yang itu disisihkan mas?" Keara melihat sepiring sandwich dan salad sayuran disingkirkan Harris ke dapur.
"Ini makanan tadi pagi. Sudah dingin, tidak enak. Tadi aku pesankan untuk sarapan kamu.. Tapi putri tidur kita ini melewatkan sarapannya.."
Keara tersenyum menatap makanan yang terhidang. Perutnya sudah keroncongan minta diisi. Ia sampai tidak menyadari netra suaminya menyala-nyala melihat penampilannya yang hanya mengenakan kemeja putih kebesaran. Ia sangat menyukai penampilan istrinya. Sangat se*xy di mata seorang Harris.
'Makanlah yang banyak, istriku.. Biar tenagamu pulih dan bisa kukuras lagi setelah ini..' batin Harris seraya menyeringai licik.
...----------------...
...----------------...
Bingung kasih judul 🙈
segitu dulu yaa akak...
happy Weekend 😘🥰
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih