
🌹 Masih di Bali
"Ayolaah K... Masa kita bertapa di kamar mulu sih.. ?"
"Gak apa apa laah.. Siapa tau dapat wangsit." jawab Keara asal. Ia sedang malas menuruti keinginan Ocha untuk makan malam di restoran hotel.
"Yeee.. yang ada kamu nanti kesambet leak.!" seloroh Ocha sebal.
"Hiiih.. Jangan nakut-nakutin dong Cha!! Serem tauk..!"
Ocha tergelak. "Hahahahaa.. Dasar penakut. Lagian emang kamu gak laper apa?"
"Nanti kalau laper aku pesen makanan via ojol aja.."
"Ya elaahh K... gaya hidup missqueen masih dibawa aja.. Kita udah di Bali nih.. Nginep di hotel mewah pula.." cibir Ocha.
Keara terkekeh.
"Lagian kita kan gak tinggal di sini seumur hidup K.. Cuma tiga hari. Dan sekarang sisa sehari lagi. Lusa kita udah balik Surabaya. Apa salahnya sih menikmati hidup...?"
"Ampun deh Cha.. makan di restoran hotel mewah begini pasti mahal kan..? Kita kan bisa makan di tempat lain.. Masih masuk kategori menikmati hidup kok.."
"Ampun deh K..." balas Ocha menirukan gaya Keara. "Kalau masalah duit, jangan kuatir.. Aku lagi tajir nih.. Baru dapet insentif gede."
"Ngibul..."
"Ih, gak percayaan banget sih kalau aku punya duit. Udah buruan ayok, K...!" Ocha menarik-narik tubuh Keara yang masih lekat menempel di ranjang hotel yang super empuk.
"Mandi. Dandan yang cantik. Pake baju yang bagus...Siapa tau ntar aku bisa juga dapat gebetan crazy rich kayak mas Harris, K..."
"Pergi sendiri napa sih, Chaa...." Keara masih enggan bangkit dari posisi nyaman rebahannya.
"Astagaa.. Aku gak mau keliatan kayak orang bloon di restoran mewah.. Kamu kan tau kita dulu makan di restoran mewah gini kalau lagi jalan sama keluarganya Mayra aja.."
"Ya sama aku juga kan ga akrab sama suasana mewah hotel kayak gini.." kilah Keara masih ingin mempertahankan posisi wenaknya di ranjang.
"Ya beda laah.. Kalau ada temennya kan aku gak jadi bloon sendiriian.. Masih mendinglaah.."
Keara melengos kesal. Ternyata dirinya cuma dijadikan teman sesama bloon agar tidak malu sendirian.
"Ayolaah K.. Sekali ini aja, Janjiii..! Besok puas-puasin deh rebahan sesukamu...."
Keara mencebikkan bibirnya. Tapi pada akhirnya dia mengalah. Segera bangkit dan beranjak ke kamar mandi. Bersiap-siap untuk makan malam di restoran hotel. Mengikuti keinginan sahabatnya. Huuh.. Bukan gayanya bangeet..
Memang salah satu alasan dia malas makan malam ke restoran hotel, karena tidak ingin menguras pundi-pundi di rekeningnya. Yang statusnya masih ambigu. Belum sah menjadi miliknya. Tapi ada alasan lain ia malas keluar kamar. Apa lagi kalau bukan karena moodnya yang sedang berantakan.
...----------------...
Melihat sahabatnya masuk ke kamar mandi, Ocha memutuskan untuk turun ke lobi hotel. Ia celingukan mencari seseorang yang ia sendiri tidak tau bagaimana rupanya. Jemarinya sibuk menekan layar smartphonenya.
Ia mencoba membuat panggilan, tapi tidak ada jawaban. Membuatnya menjatuhkan pant*tnya di sofa lobi yang nyaman dan mewah.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara deheman berat khas lelaki maskulin favorit Ocha. Nah kaan.. Baru denger suaranya aja udah klik tombol favorit. Emang dasar si Ocha gampang banget kepincut cowok.
"Mbak Ocha?"
"Mm.. i-iya.. Saya.."
"Baguslah. Akhirnya kita ketemu." seorang lelaki bertubuh gempal tinggi besar. Dengan kulit kecoklatan dan rahang kuat, wajahnya terlihat terawat sehingga sedap dipandang mata. Yaa.. cukup sedaplaah.. sampai membuat Ocha tidak berkedip.
"Sudah siap?"
"Eh.. Emm.. i-iya.. Ma-sih siap-siap.." jawab Ocha terbata.
"Baik. Santai saja. Keep contact. Dan kabari di nomer yang tadi kalau sudah stay di lokasi, ok?"
"O-key.." Ocha tersenyum kaku. Demi menutupi jantungnya yang berdebar hebat melihat senyum tipis setipis kulit ari pria berkulit sawo matang ini.
...----------------...
Kembali ke kamar, Ocha melihat Keara sudah merias wajahnya dan memakai dress sifon putih dengan motif abstrak. Potongan lengan balon dan panjang dress di atas lutut membuat bentuk tubuh Keara tampak lebih tinggi dari yang sebenarnya.
"Wow.. Princess Keara sudah cantiik.. " seru Ocha sambil mengerlingkan matanya menggoda Keara.
"Malah kamu yang keluyuran.. Dari mana sih..?"
"Ke lobi sebentar.." Ocha berganti baju. Beruntung dia sudah mandi sebelumnya.
"Ayo kita berangkat...."
...----------------...
Sesampainya di restoran hotel, Keara melihat tidak banyak pengunjung yang datang di restoran itu. Hanya ada empat atau lima meja saja yang terisi. Mungkin karena mereka datang saat jam makan malam telah lewat. Sudah pukul 21.07 sekarang.
Keara dan Ocha duduk di satu meja yang letakan lebih dekat dengan sebuah podium, dimana seorang pianis sedang memainkan lagu dengan irama lembut mengalun. Memanjakan telinga siapapun yang mendengarnya.
Mereka berdua menunggu pesanan makanan, ketika seseorang yang ia anggap sebagai MC, berbicara di atad podium. Diiringi alunan musik ballad dari piano. Suaranya renyah saat menyapa pengunjung restoran. Membuat Keara menoleh dan memutar sedikit tubuhnya, karena posisinya yang membelakangi panggung.
"Selamat malam, selamat menikmati hidangan kami. "
"Malam ini, kami kedatangan tamu VIP yang baru saja mendarat dari Korea Selatan."
Si MC terkekeh. Begitu pun beberapa orang pengunjung.
Keara kembali fokus pada makanannya. Menyantap makan malam mewah di restoran mewah. Jarang-jarang dia bisa berada di situasi begini. Ala ala OKB. Orang Kaya Baru.
Keara terkekeh dalam hati. Orang kaya baru apaan..? Makan di restoran aja, setiap menelan sesuap, mikirin gimana cara bayarnya nanti.. Sungguh jauh dari kata tenang.
"Tamu VIP kita ini akan menyanyikan sebuah lagu." kembali suara riang MC menyapa.
"Ditujukan spesial untuk seorang peri cantik pengisi hatinya." kali ini suara MC berubah menjadi begitu lembut, dengan nada syahdu seolah hendak mempersembahkan seorang maestro untuk naik ke atas panggung.
"Lagu istimewa untuk seseorang yang sangat istimewa."
"Cha, cepet banget makannya?" ujar Keara begitu melihat piring di hadapan Ocha sudah licin tandas.
"Heheee.. laper K.." Ocha nyengir saja. Kemudian dia cepat-cepat membereskan barangnya.
"Aku ke toilet dulu ya K.."
Keara dengan cepat menahan lengan Ocha. "Heh! Mau kabur ya kamu?!" tuduh Keara. Tadi Ocha yang janji mau bayar makanannya.. Mana dia ninggalin kartu ATM di kamar lagi..
"Yaampun.. Suudzon amat jadi orang.. Mau pipis doang, K.." Ocha langsung ngacir tanpa peduli pada protes Keara lagi.
Entah dimana awalannya, suara merdu sudah mengalun di belakang punggungnya. Suara seorang lelaki diiringi dentingan piano. Menyanyikan lagu Favorite Girl dari Justin Bieber, tapi dengan improvisasi apik. Mengubah lagu dengan beat cepat, menjadi lagu ballade. Mengalun merdu memanjakan telinga.
Suara berat si penyanyi terasa pas dengan lagu yang dinyanyikan. Terdengar jelas kalau lelaki itu tidak biasa bernyanyi, tapi kebetulan saja punya suaranya bagus, jadi ga malu-maluin laah kalau nyanyi di depan orang banyak.
Keara makan dengan malas. Dia celingukan mencari Ocha. Karena canggung juga makan sendirian. Tapi yang tampak di matanya justru gadis-gadis tersenyum lebar menatap penyanyi yang ada di belakangnya.
Restoran yang tadinya sepi pengunjung, sekarang ramai mendekati podium.
Keara penasaran. Membalikkan tubuhnya agar dapat melihat dengan jelas si penyanyi. Seorang lelaki yang duduk di stool tinggi di samping piano hitam. Penyanyi itu menyunggingkan senyuman tipis pada Keara. Duet maut yang mampu menyihir gadis-gadis di restoran ini, turut menyihir Keara.
Keara mematung dengan nafas tercekat. Air matanya bahkan sudah berkumpul di pelupuk mata. Keara menggigit ujung kukunya demi menahan agar tangisnya tidak pecah.
...----------------...
...I always knew you were the best...
...The coolest girl I know...
...So prettier than all the rest...
...The star of my show...
...So many times I wished ...
...you'd be the one for me...
...I never knew it'd get like this, ...
...girl, what you do to me...
...You're who I'm thinking of...
...Girl, you ain't my runner-up...
...And no matter what you're always number one...
...My prized possession...
...One and only...
...Adore ya...
...Girl, I want ya...
...The one I can't live without, ...
...that's you, that's you...
...You're my special...
...Little lady...
...The one that makes me crazy...
...Of all the girls I've ever known, ...
...it's you, it's you...
...----------------...
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih