
Siang hari saat matahari terik menyapa semua manusia di satu belahan bumi. Keara berjalan memasuki gedung perkantoran mewah milik suaminya. Ia akhirnya mengalah dan datang ke kantor Harris, karena tadi pagi lelaki itu dengan sabar menjelaskan betapa sibuknya dia hari ini. Lelaki itu sampai menghubungi Tiara, sekretarisnya, di depan Keara. Meminta Tiara menjabarkan apa saja agendanya seharian ini.
Keara yang sudah bersungut-sungut mirip singa hendak mengaum pun akhirnya luluh. Melihat kesungguhan suaminya yang memang benar-benar sibuk. Dia melawan rasa malas keluarnya karena tidak tega jika makan siang suaminya tidak terjaga. Dan berakhirlah Keara di sini. Di depan meja Tiara.
"Mbak K.. Pak Harris masih meeting di luar dengan Aswin.." jelas Tiara tanpa ditanya. Ia heran juga, padahal tadi pagi sudah mengutarakan schedule bosnya, tapi si istri CEO ini masih juga datang ke kantor.
"Iya, aku tau Tiara.. Aku hanya ingin memberikan ini.." Keara mengangkat paperbag untuk ditunjukkan pada Tiara. Paperbag yang berisi makan siang untuk suaminya, yang tak lain adalah CEO super sibuk di kantor ini.
"Oh iya, mbak.. Silakan masuk.." ujar Tiara. Ia sungkan juga karena tadi terkesan menghalangi istri bosnya itu untuk masuk ke dalam ruangan CEOnya.
Keara mengangguk seraya mengulas senyum terbaiknya.
Kaki jenjang dan mungil yang dibalut high heels warna putih itu pun melangkah masuk ke ruangan Harris. Ia mengedarkan pandangannya di ruangan kosong itu. Ia tersenyum kala ingat lelakinya itu sering sekali berdiri dekat jendela dan memandang keluar di mana orang, kendaraan, dan pohon-pohon tampak sangat kecil dilihat dari tempatnya.
Keara diam mematung melakukan hal yang sama dengan Harris. Tapi hanya sebentar. Tidak sampai lima menit kakinya sudah merasa lelah. Keara pun meninggalkan paperbag di meja kerja Harris dengan sebuah note kecil yang berisi pesan agar sang suami tetap menjaga kesehatan di sela kesibukannya dan memakan makanan yang ia berikan.
Keara berjalan keluar dari ruangan Harris. Tidak ingin menunggu karena dia sudah tau jadwal suaminya bahwa meetingnya akan selesai dua jam lagi. Dia ingin segera pulang, berganti baju dengan kaos kebesaran milik suaminya, lalu bersantai sambil menonton drama Korea favoritnya.
Begitu keluar ruangan Harris, Keara tidak mendapati seorangpun di sana. Kemana perginya Tiara? Kenapa membiarkan ruangan CEO kosong? Ah, mungkin ke toilet sebentar. Pungkas Keara tidak mau ambil pusing. Ia langsung masuk ke lift dan turun menuju lobi di lantai dasar.
Keara berjalan di selasar lobi. Sesekali ia mengangguk dan tersenyum ramah untuk membalas sapaan karyawan Harris kepadanya. Tapi netranya terkesiap ketika menangkap sosok lelaki jangkung yang sudah cukup renta berjalan cepat keluar dari pintu lift yang lain. Dengan langkah cepat, Keara berusaha mensejajarkan langkahnya dengan si pria tua itu.
"Hai.. Bapak kemari lagi?" seloroh Keara begitu raganya tepat berada di samping raga renta Pak Suryo. Bapak kandung Keara.
"Oh.. Keara. I-iya.." sahut bapak dengan nada terbata. Tangannya berusaha menyembunyikan dengan cepat cek yang baru saja ia terima dari bagian keuangan.
"Eh enggak.. Bapak kemari tadi mau ketemu sama temen bapak. Dia kerja di sini.." kilah Bapak. Dia menghentikan langkahnya begitu kakinya melewati pintu keluar gedung.
Keara diam memperhatikan ekspresi kebohongan bapaknya. Tapi dia memilih tidak memperpanjang urusan dengan bapaknya. Dia memilih bertanya pada orang lain saja yang kemungkinan bisa lebih jujur dan menjawab keingintahuannya.
"Ya sudah, Pak.. Keara pamit pulang dulu.. Assalamualaikum.." tanpa menunggu salamnya dibalas, Keara langsung melenggang dan masuk ke mobil yang dikemudikan pak Diman. Driver pribadi Harris itu sudah berpindah jabatan menjadi driver nyonya Risjad.
"Anak kurang ajar. Sama sombongnya dengan suaminya.. Main nyelonong saja mentang-mentang sekarang dah jadi orang kaya..." gerutu Pak Suryo.
"Tapi untunglah cek bulananku gak ketahuan.. Kalau ketahuan bisa batal perjanjian sama si Risjad itu.. Melayang sudah jaminan kesejahteraan bulanan seratus juta rupiah... Hahahaa.. Nikmatnya punya mantu kaya raya.."
...----------------...
Maafkan update.an yang pendek dan dikit ini.. Anak othor lagi sakit bun.. Ntahlah musim apa ini, banyak banget yang meriang di sekitar sini.. Serumah aja ganti-gantian yang sakit..
Alhasil, cuma bisa up episode ala kadarnya.. Yang penting tiap hari diusahakan tetap update.
Semoga readers semuanya diberi kesehatan dan kelapangan rezeky yaa.. Aamiiin.... 😘😘
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih