Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Oh Dave


"Apa??" Harris memicing. Rahangnya mengatup kuat menahan emosi mengingat betapa kesalnya Keara saat itu membuatnya ikut kesal. Tapi ciu*man yang didaratkan istrinya di rahang kokoh itu cukup ampuh mengurai kemarahan Harris.


"Hm.. Aku ingat sekali wajahnya.." gumam Keara.


Harris mengangguk lemah seraya berpikir. Ia sudah melihat rekaman kamera tersembunyi di rumahnya waktu itu. Tapi saat itu dia tidak yakin kalau orang dalam video itu adalah David Soehandoko. Ia pun berencana menyelidiki lebih lanjut hubungan antara Martha dan David.


Dan sekarang, Harris murni melihat dari kacamata bisnis kalau perusahaan David dinilai paling cocok untuk menghandle project barunya. Maka dari itu, ia menyepakati kerja sama dengan perusahaan Handoko group. Ia mengesampingkan tamu tiga bulan lalu itu. Tapi tidak menyangka, Keara hari ini datang, dan memastikan bahwa tamu tiga bulan lalu itu benar-benar David.


"Kalau kamu benar bahwa David itu pewaris tunggal group besar, mana mungkin dia diam saja dikenalkan sebagai teman kerja yang mengantar untuk mengambil file yang tertinggal di rumah..?"


"Jadi hubungan mereka pasti sangat akrab. Lebih dari sekedar teman kerja.." imbuh Keara dengan penekanan kata menunjukkan keyakinannya.


"Tidak mungkin juga mereka teman kerja, sayang.. Kalau atasan dan bawahan masih mungkin. Atau yang lebih mungkin lagi teman ranjang.." sahut Harris.


"Tapi pasti ada kerja sama yang melibatkan mereka.. Seorang seperti Dave berkeliaran bersama seorang wanita tua, yang bukan levelnya.. Sangat patut dicurigai."


Harris mengerutkan kening dan mengusap pelipisnya. Ia tampak berpikir dalam diam.


'Aku yakin tender yang dimenangkan Handoko Building corp ada campur tangan Martha di dalamnya? Mereka bisa saja bekerja sama.. Tapi itu tidak masalah. Mengingat kompetensi perusahaan itu yang memang sangat bagus.. Seharusnya tanpa rencana kotor, mereka tetap bisa memenangkan tender ini.. Lalu, apa rencana pria itu? Apa dia tidak mengingat Keara? Kenapa dia tadi diam saja seolah tak pernah bertemu dan terjadi apa-apa??'


"Ya sudahlah sayang.. Kita lupakan saja dia. Sepertinya kemarin itu murni kesalahpahaman saja.. Dan tadi juga kayaknya Pak David sudah lupa mengenai insiden itu.." tutur Keara. Mencoba meredam suaminya yang tampak berpikir keras.


"Tapi sayang, kalau kamu merasa tidak nyaman aku bekerja sama dengannya, kami bisa membatalkan kontrak.. Ya walaupun akan ada penalty besar kalau aku membatalkan kontrak secara sepihak.."


"Jangan, mas.. Apapun hubungan si David itu dengan tante Martha, abaikan saja asal tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan. Selama dia profesional dan kompeten di bidangnya, kenapa harus dibatalkan. Kita kan hanya perlu membatasi interaksi secara pribadi saja.." tutur Keara diplomatis.


Harris mengangguk. Tapi dalam hatinya tidak menerima begitu saja. Rasa penasarannya harus tuntas tak berbekas. Sudah waktunya dia memberi Bara pekerjaan. Agar preman itu tidak enak-enak saja bersantai tak ada kerjaan, batin Harris.


...----------------...


Di dalam mobil mewah keluaran terbaru, David yang dibicarakan sepasang suami istri itu tersenyum menyeringai. Ia duduk di bangku belakang dengan menyandarkan kepalanya sampai menengadah ke langit-langit mobil mewahnya. Senyumnya terkembang oleh pikiran liarnya sendiri. Pikiran yang terus dibayangi wajah cantik yang baru dilihatnya beberapa menit lalu.


Seorang pria bernama Rudi yang duduk di bangku depan samping pengemudi melirik bosnya itu, "Wanita yang mana Tuan? Istri tuan Risjad tadi?"


"Hemm.."


"Maaf Tuan, tapi wanita itu tidak lebih cantik dari model yang sekarang sedang berkencan dengan tuan.." sahut Rudi.


"Marisa, maksudmu? Hahahaa... Marisa memang cantik. Tapi istri Harris Risjad sangat menarik.. Aku menyukainya.." Dave menghembuskan nafas kasar. "Entahlah.. Mungkin otakku sedikit bergeser. Dia sama sekali bukan tipeku, tapi bisa membuatku sangat tertarik.."


Dave mengutak atik ponselnya. Dia merasa akan gila kalau tidak segera menyalurkan has*ratnya. Pikiran kotornya terus berfantasi akan tubuh seorang wanita bernama Keara. Dia memutuskan untuk mengundang Marisa ke apartmentnya. Ia harus memiliki pelampiasan agar kepalanya tidak berdenyut.


Setelah pacarnya yang seorang model itu menyetujui ajakannya, Dave pun segera menelepon seorang lagi yang dia anggap bisa membantunya.


"Oh, Dave my honey.. Akhirnya kau meneleponku.." suara wanita di seberang telepon menyapa telinganya.


"Aku tidak mau basa-basi, tante Martha.. Dengarkan saja aku bicara." lugas Dave. Martha mengiyakan meski dengan suara mendayu yang dibuat-buat.


"Lakukan rencanamu untuk membuat Harris Risjad mengusir dan menceraikan istrinya. Kalau kau butuh dana untuk melakukan itu, aku akan menanggungnya.."


"Hahahhaaa.. With a pleasure, my honey.." Martha tergelak. Merasa rencana iblisnya mendapat sokongan dana, ia tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


...----------------...