
Akhirnya acara inti selesai dan dilanjutkan dengan jamuan makan malam. Para tamu disajikan makanan yang terhidang dengan gaya restoran mewah yang biasa Keara lihat dalam acara televisi. Makanan intinya hanya sedikit tapi ada banyak dekorasi di piring.
Sepanjang makan, Keara hanya berpikir bagaimana orang bisa kenyang dengan porsi makanan yang bisa habis hanya dengan satu suapan sendok saja. Tadi siang dia hanya makan sedikit. Karena terlalu riweuh dengan treatment yang dia lakukan dan membeli gaun untuk dikenakan malam ini.
Melihat makanan yang disajikan dalam porsi setengah dari porsi normalnya makan di rumah membuat Keara merasa masih sangat lapar.
Setelah acara makan usai, banyak tamu yang berbaur seraya minum minuman yang diedarkan oleh pelayan secara berkeliling. Atau makan dessert yang sudah disediakan. Para tamu banyak yang saling menyapa tamu lain yang berbeda meja dengannya. Sehingga banyak orang berlalu lalang dan tak sedikit pula yang mendatangi meja Harris untuk menyapa pengusaha muda yang tampan itu.
Harris kembali ke mode dingin dan seriusnya. Ia tampak tidak nyaman. Senyum lebarnya terlihat tidak tulus. Hanya sebagai formalitas untuk beramah tamah menyapa orang lain dan kolega bisnisnya. Terbukti, tak butuh waktu lama, Harris berbisik pada Keara untuk mengajak istri tercintanya itu pulang.
Keara tentu mengiyakan dengan senang hati. Ia sudah sangat lapar dan berencana mengajak Harris mampir ke restoran iga favoritnya sebelum pulang nanti.
"Sayang, kamu tunggulah di dekat pintu sebentar.." pinta Harris. Tangan kekarnya merangkul pinggang istrinya dengan mesra. Ia menunjuk arah yang harus dituju Keara dengan dagunya. "Aku mau berpamitan sebentar dengan pak Felix.. Tidak sopan juga sepertinya kalau langsung pulang begitu saja."
"Iya, mas.. Aku tunggu di sana. Jangan lama-lama oke?"
"Hmm.. Oke sayangku.."
Harris dan Keara berjalan ke arah berlawanan. Keara menuju tempat paling ujung di dekat pintu keluar ballroom yang ditunjukkan Harris padanya tadi untuk menunggu. Sedangkan Harris mendekat ke sekumpulan pengusaha yang terlihat lebih senior. Tampak dari wajah mereka yang jelas terlihat lebih tua dari suami tercintanya itu.
Keara tidak melepas senyuman dari wajah cantiknya. Ia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam setiap melihat wanita-wanita cantik di depannya tampak berbisik seraya melirik Keara. Memang K tidak tau pasti apa yang sedang mereka bicarakan, tapi firasatnya mengatakan wanita-wanita itu membicarakannya. Tampak jelas dari gerak geriknya.
Beruntung mas Harris benar-benar tidak membiarkan Keara menunggu lama. Keara tersenyum melihat sepasang kaki yang melangkah dengan langkah lebar mendekat padanya dan sorot mata lelaki itu yang tak lekang memandangi dirinya.
Lengan kekar Harris langsung merengkuh pinggang istrinya secara posesif. Dia ingin sekali mencolok mata mata pria di sekitar yang menatap Keara dengan tatapan kagum dan itu menyebalkan.
Harris mendekatkan wajahnya pada Keara. Bibirnya berbisik tepat di dekat telinga wanitanya. "Ayo kita pergi dari sini, sayang. Aku sudah muak melihat banyak laki-laki memperhatikan istriku yang cantik ini.."
Keara mengangguk sambil terkekeh kecil. Padahal sedari tadi dia tidak nyaman dengan lirikan beberapa orang wanita di depannya. Tapi suaminya justru memperhatikan pria lain yang melihat dirinya. Aneh tapi nyata.
"Iya, ayo sayang.. Perutku juga lapar. Kita mampir ke resto iga ya sebelum pulang. Makanan di sini tadi porsinya sedikit banget. Sama sekali ga bikin aku kenyang." ujarnya dengan nada berbisik. Bodo amat dengan malu. Keara merasa urusan perutnya lebih mendesak daripada gengsinya pada mas Harris.
Harris terkekeh mendengar bisikan Keara. Ia mencubit gemas pipi Keara dengan satu tangannya yang sedang tidak merangkul pinggang istrinya itu.
Harris sendiri tidak memungkiri fakta kalau porsi makan istri mungilnya itu akhir-akhir ini lebih banyak dari biasanya. Tapi tidak masalah. Harris sama sekali tidak akan keberatan sekalipun istrinya bertambah gemuk. Bukankah berat badan wanita salah satu indikator kebahagian hatinya? Hehee..
"Oke my princess. Anything you want.."
...----------------...
.
.
...Maapkeun kaka.. Kemaren gak bisa dobel up.. Hari ini yaa dobel upnyaa.. Juanjiiii 😁...
...Kalau dapat hidayah juga mudah-mudahan bisa up tiga part. 😝 ...
...itu pun kalau dapat penyemangat VOTE senin, sekuntum mawar, dan secangkir kopi.. ...
...Dijamin othor langsung semangat empat limaa 🥰🥰...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih