Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Gala Dinner


Keara memandang takjub ruangan besar di hadapannya. Ia mengedarkan pandangan menelusuri setiap sudut ballroom hotel mewah tempat terselenggaranya gala dinner. Sangat memukau dengan dekorasi indah dan elegan di setiap sudutnya.


Ini kali pertama Keara datang ke acara bergengsi seperti ini. Lengannya ia lingkarkan di lengan kekar suaminya. Harris yang seolah memahami kegugupan Keara, mengusap lembut punggung tangan istrinya yang bertengger manja di lengannya itu.


“Jangan tegang begitu, sayang.. You are so amazing. Just be confident.” Bisik Harris seraya tersenyum menenangkan istrinya.


Keara mengangguk dan mulai mengulas senyum. Ia berjalan beriringan dengan Harris. Dan kilatan blitz kamera wartawan sesekali membuatnya mengerjap.


Orang-orang yang datang di gala dinner ini bukanlah orang yang familier di mata Keara. Banyak bisnisman yang tidak sering berseliweran di layar tv. Kecuali mereka yang punya istri seorang aktris atau penyanyi. Atau ada juga crazy rich dari berbagai kota yang sering viral di banyak platform sosial media.


Benar saja. Nama besar Harris Risjad sudah mentereng di kalangan pebisnis dalam dan luar negeri. Terbukti dari banyaknya kolega yang menyapa Harris sepanjang perjalanan masuk dari pintu ballroom ke meja yang ditunjukkan oleh panitia acara.


Keara dan Harris duduk di satu meja di mana sudah ada tiga orang yang sudah lebih dulu duduk di sana. Beruntungnya Keara begitu melihat teman semejanya yang ternyata ia kenal cukup baik. Tiga orang itu adalah Harto Wijaya, pengusaha senior yang kiprahnya tidak diragukan lagi. Daniel Wijaya, putranya yang juga seorang pebisnis jenius. Dan sang istri, Marsya Wijaya.


“Hai K..” sapa Marsya begitu lembut. Keara mengusap lengan atas wanita yang sudah menjadi ibu satu anak itu.


Harris turut bersalaman dengan kak Marsya, mas Daniel, dan pak Harto Wijaya. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia bisnis, mereka tentu sudah saling mengenal secara profesional dan tau sepak terjang lawan bicaranya.


Keara duduk di samping kak Marsya, dan di sebelah kiri Mas Harris. Bersyukur bentuk mejanya bulat, jadi mereka semua duduk dengan posisi melingkar. Sehingga Keara diapit oleh dua orang yang ia kenal. Melegakan.


“Kak Marsya... senang banget bisa ketemu Kak Marsya dan mas Daniel disini.. Jadi merasa punya teman di tempat asing.” Sahut Keara dengan nada berbisik. Takut didengar tamu yang lain.


“Hehe.. Iya, K..” Kak Marsya terkekeh pelan. “Jangan bilang ini tempat asing, karena suami kamu bakalan sering ajak kamu datang ke tempat seperti ini. Resiko kamu nih jadi istri pengusaha hebat.” Tutur Marsya memberikan nasehat.


Keara hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Harris melihat gerak gerik Keara. Ia mengusap punggung wanitanya dan berbisik tepat di telinga Keara. “Cantikku, kamu seperti bidadari di sini.. Kamu yang paling cantik dan menawan. Istriku tercinta, jangan gugup yaa. Terima kasih sudah mau menemaniku..” Harris mendaratkan satu kecupan di pipi Keara. Membuat Keara tersipu dan semakin merona.


Sementara itu, dari jarak beberapa meter, sepasang mata mengamati pemandangan suami istri yang mesra itu dengan mata nyalang menahan amarah. Satu sudut bibirnya sedikit tertarik mengulas senyum sinis.


"So gorgeous." lirihnya, memuja kecantikan Keara yang diamati dari jarak yang lumayan jauh. "Jangan panggil aku Dave kalau tidak bisa menaklukkan hati wanita cantik itu."


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih