
"Sayang, aku kangeen...." Keara merajuk dan langsung melesak ke pelukan suaminya. Begitu tamu bisnis Harris keluar dari ruangan, Keara tak lagi bersikap kaku dan canggung.
Harris menerima raga cantik dalam dekapannya. Mengusap lembut rambut dan punggungnya. Ia tersenyum mendengar istrinya merajuk manja seperti anak kucing yang menggemaskan. Baru tadi pagi mereka berpisah, tapi istrinya sekarang sudah berkata kangen dengan begitu manjanya.. Ah, menyenangkan.
"Istriku ini manja banget sih.." Harris langsung menyerang bibir manis istrinya. Yang sejak awal kedatangannya tadi begitu menggoda. Hanya saja Harris mencoba menahan diri karena tamu-tamu bisnisnya tadi.
Keara membalas ciu man suaminya dengan gai*rah yang sama. Tangannya mengusap lembut rambut belakang suaminya. Tidak ingin membuatnya berantakan karena ingat suaminya ini masih harus bekerja.
"Aku sangat mencintaimu, sayang.." desah Harris dengan suara serak setelah penyatuan bibir mereka terlepas. Harris membawa istrinya agar duduk di sofa.
"Baguslah.." sahut Keara sesaat sebelum mendaratkan pantatnya di sofa yang empuk.
"Hemm.. Jawaban macam apa itu?" Harris memicingkan netra hitam tajamnya.
"Seharian ini, pertama kalinya mas Harris bilang mencintaiku.. Aku bilang bagus.. Kupikir suamiku ini sudah berkurang cintanya padaku.. Makanya tadi pagi ga bilang cinta.." jawab Keara enteng. Raut wajahnya yang sungguh menggemaskan membuat Harris ingin menerkam dengan tawa menggelegak.
"Hahaha.. Sayang, mana mungkin cintaku buat kamu berkurang hanya gara-gara aku lupa mengatakannya, hm? Kenapa istriku ini kalau manja jadi menggemaskan sekali..? Kumakan juga kamu sayaang...."
Keara terkekeh pelan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya menghindari suami yang akan menyerang bibirnya lagi.
Satu lengan Harris merangkul kepala mungil Keara. Sedangkan satu tangan Harris yang lainnya menangkap rahang lembut istrinya. Menghentikan gerakan kepalanya. Lalu melu*mat bibir indah yang terasa begitu manis di lidahnya. Memce*cap dan menikmati dengan segenap perasaan cintanya. Bukan hanya memgedepankan naf*su. Cinta yang tak berkurang sedikitpun untuk wanita yang sudah membuat hidupnya berwarna.
"Mana mungkin aku tidak mencintaimu, sayang.. Cintaku makin besar setiap harinya..."
"Mmhh.. Then say it every day, mas... I wanna hear it every day.."
"As you wish, sweetheart.." Harris kembali mendaratkan kecupan di bibir Keara.
"Sudah.. Aku kemari bawain mas Harris makanan.. Malah asik banget cium cium dan Lupa makan..."
"Kalau udah sama kamu, aku jadi lupa segalanya sayaang..." Harris tetap menggesek-gesekkan hidungnya di ceruk leher istrinya. Sementara sang istri menata makaanan yang ia bawa di atas meja.
"Cepat makan, mas.. Sebentar lagi aku juga ingin menginterogasimu.."
"Hah? Interogasi apa sayang? Kamu bikin aku ngeri...."
"Udah.. Buruan makan.. Suamiku harus kenyang dan sehat."
Keara menyuapi suaminya dengan telaten. Sedangkan Harris masih sibuk dengan ipadnya. Memantau bisnisnya dari data-data yang tersusun rapi di file dalam ipad. Sesekali ia mengernyit dan terlihat berpikir keras. Tapi sesekali ia mengangguk-angguk tanpa ekspresi.
"Sayang, masakanmu enak banget.. Terima kasih istriku.." Harris mencium pipi istrinya. Dalam dan lama.
"Sayang, apa kamu masih sibuk?"
Harris langsung menaikkan alisnya. Ia dengan sigap meletakkan ipadnya ke meja dan mencurahkan sepenuhnya perhatian pada Keara. "Sudah gak sibuk sayang.. Ada apa?"
Keara menatap intens manik mata suaminya. "Sayang, apa tamu kamu tadi itu klien penting kamu?"
"Iya, sayang.. Dia itu pimpinan baru Handoko grup. Dia pewaris tunggal.. Perusahaan Handoko Building Corp yang memenangkan tender kerja sama dengan perusahaan kita, sayang.. Jadi yang menghandle pembangunan departement store kita di Hongkong nanti adalah perusahaan Pak David itu.."
Keara mengangguk pelan. "Apa sebelumnya mas Harris kenal sama Pak David itu? Ehm.. Maksudku kenal secara pribadi ataupun profesional.."
"Enggak.. Kalau dulu aku lebih mengenal bapaknya. Pak Handoko." Harris menyandarkan tubuhnya dengan nyaman. Ia menggamit jemari lentik milik istrinya untuk ia mainkan seperti biasanya.
"David itu lebih terkenal sebenarnya. Dia seperti casanova versi lokal. Hehee.. Dia berkencan dengan artis, model, anak pejabat, pengusaha wanita.. Dia suka wanita-wanita berkelas sepertinya.. Dan para wanita itu juga menyukai si David ini makanya sampai sukarela dikencani semalam dua malam saja.."
"Oya? Padahal sama sekali gak ganteng tuh orang..."
"Iya dong sayang.. Gantengan juga suami kamu ini.." Harris menyentuh dagunya seraya mengerling genit pada istrinya.
"Sayang.. kamu inget tamu tante Martha yang ke rumah kita waktu aku berenang beberapa bulan yang lalu?"
"Hm?"
"Tamu lelaki itu Pak David, sayang.."
"Apa??"
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih