Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Tamu Menyebalkan (2)


"Kalau cuma ini alasannya, kita bisa beli hp baru, sayang.. Mau pergi sekarang?"


Keara menggeleng lagi. Kali ini lebih kuat. "Bukan mas.. Maaf tadi aku masih kebawa emosi."


Harris mengusap rambut istrinya. "Apa yang membuat gadis cantikku ini emosi?"


"Ehmm.. Tadi waktu aku berenang sama Stella, tiba-tiba ada lelaki yang masuk rumah sampai ke kolam. Waktu itu aku sudah akan naik ke atas untuk menyimpan hpku di meja.. Tapi karena ada lelaki itu aku buru-buru menyebur lagi ke kolam. Aku kaget banget.. Jadi gak kontrol dan hpku masuk ke air sedikit.."


"Siapa lelaki itu?" tanya Harris. Raut wajahnya sudah menegang dan rahangnya mengeras.


"Apa tidak ada orang yang mencegahnya masuk? Kemana semua security dan Pak Diman??"


"D-dia.. Lelaki itu.. teman kantor tante Martha."


Netra Harris membulat. Mulutnya masih tertutup rapat. Ia sangat ingin menghardik Martha detik ini juga.


"Maaf mas, tadi sepertinya aku menegur terlalu keras. Kalau dipikir-pikir, wajar saja tante Martha marah.. Ehmm.. Sebenarnya aku bukan gak suka tante Martha bawa temannya ke rumah.. Lagipula tante Martha kan keluarga mas Harris. Yang juga berhak kalau ada tamunya datang ke sini... Aku hanya kesal... Karena lelaki itu...."


"Sudah cukup, sayang.. Aku tau." sela Harris. Ia mengerti dengan pasti. Keara pasti kesal karena lelaki itu sempat melihat tubuh se*xy Keara yang memakai setelan minim khas orang yang sedang berenang.


Keara menunduk. Tidak berani menatap manik mata suaminya.


"Sayang, maaf..."


"Kamu tidak perlu minta maaf, K... Kamu gak salah."


"Aku gak seharusnya kebawa emosi dan berkata hal yang tidak mengenakkan... Tapi aku memang sangat kesal.. Sampai sekarang masih kesal.."


"Memangnya apa yang kamu katakan?"


Keara pun mengatakan perdebatannya tadi dengan tante Martha. Tanpa ditambah dan dikurangi. Keara mengungkapkan apa adanya. Termasuk sebutan nyonya baru yang belagu.


Harris yang mendengar istrinya dihina merasa sangat meradang.


"Kalau aja aku pakai baju lengkap, aku pasti udah keluar dari air dan ku tonjok muka tuh cowok mesum. Hiihh..!!! kan, masih kesel banget aku tuh." tambah Keara.


Harris mengusap puncak kepala Keara dan menciumi rambutnya. " Biar gak kesel lagi, gimana kalau kita sekarang jalan-jalan..? Beli hp baru, makan, terus kemana aja yang kamu mau..."


Keara mengangguk senang. Ia menyambar bibir suaminya untuk ia kecup singkat sebagai ucapan terima kasih. "I love you, suamiku.."


Harris tersenyum kian lebar. "I love you more, my sweetheart.. Lain kali kalau ada yang membuatmu marah atau kesal, bilang padaku sayang.. Aku akan mengatasinya untukmu.."


Keara mengangguk.


"Sekarang, istriku ini harus berganti baju dulu.. Pakai baju cantik dan bersiap-siap, oke? Aku turun dulu ke bawah..."


"Oke... Siap sayang.." Keara kembali mendaratkan kecupan di wajah suaminya. Kali ini di pipi kanan dan kiri. Senyuman lebar terulas dari wajah tampan itu.


Keara masuk ke dalam walk in closet. Mencari-cari outfit yang pas untuk ia kenakan sore ini. Meninggalkan Harris dan senyuman mautnya itu.


Sedetik kemudian, senyum itu pudar.


"Wanita itu sudah berani bertingkah di sini." Harris yang geram langsung membalik tubuhnya untuk keluar dari kamar. Sesegera mungkin menemui sumber masalah dan menghempaskan masalah itu mulai dari akarnya.


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


...----------------...