
Keara merias wajahnya dan memakai gaun yang baru dibelinya tadi sore. Usai sholat maghrib, ia langsung berkutat di depan meja riasnya. Butuh waktu untuk Keara tampil maksimal malam ini. Berbeda dengan Harris yang hanya perlu memakai setelan jas mahal dan menata rambutnya dengan pomade. Suaminya itu sudah siap berangkat sejak beberapa menit yang lalu.
Kemampuan make up Keara sudah terlatih sejak dulu. Kalau dulu dia hanya memakai merk kosmetik dengan harga terjangkau sesuai isi dompetnya, maka sekarang ia bisa menggunakan merk mahal seperti yang dipakai beauty vlogger yang sering ia jadikan role model dalam belajar make up. Ia sangat cekatan mengaplikasikan bermacam-macam alat make up itu untuk mengubah penampilannya jadi semakin memukau.
Harris menunggu istrinya dengan sabar di ruang tamu. Seraya memeriksa memeriksa berkas-berkas pekerjaannya melalui ipad dalam genggaman tangannya. Sesekali ia menelepon Aswin untuk memastikan pekerjaan asistennya itu beres atau tidak.
Setelah menunggu satu jam lamanya, Harris tidak bisa menahan untuk tidak memanggil istrinya. Ia berteriak kencang agar suaranya yang sedang berada di ruang tamu bisa terdengar sampai ke kamar.
"Sayaaangg.. Ayo cepaatt.. Kita hampir telat...!!"
"Sayaaangg...!!" teriaknya lagi karena belum mendengar jawaban dari istrinya.
"Iya, mas.. Ini juga mau selesai.. Sabaarr..!!" sahut Keara yang juga berteriak dari dalam kamar.
Tak sampai lima menit kemudian, sebuah suara derap kaki berbalut sepatu heels hitam itu terdengar menuruni anak tangga satu persatu seperti slow motion. Harris menoleh ke sumber suara. Netranya tidak berkedip memandang wanitanya yang baru saja keluar kamar itu.
Harris melongo. Terpukau dengan pahatan indah yang sedang berjalan ke arahnya. Refleks ia berdiri menyambut sang pujaan hati. Matanya bahkan tidak berkedip. Sampai wanita itu berdiri tepat di hadapannya.
Make up wanitanya begitu tajam tapi tidak menor. Dengan rambut panjang kecoklatan yang dibiarkan terurai. Gaun hitamnya begitu mempesona. Mencetak lekuk indah tubuh wanita itu. Belahan di bawah gaunnya terbuka setiap kali kakinya terayun. Seakan sedang melambai-lambai menggoda siapapun yang melihat.
"Ayo sayang, aku sudah siap.." ucap Keara begitu raganya berada tepat di depan sang suami.
Lama Harris terdiam dan tidak memberikan respon apapun. Netranya dipenuhi wajah cantik Keara. Ia tak bisa berkata apa-apa. Hanya ingin melu*mat bibir merah istrinya dan merusak make up cantik itu dengan menciu*mi seluruh wajah istrinya.
"Awwhh.." Harris meringis kesakitan saat dirasa sebuah cubitan menyapa dadanya.
"Aku kesambet wanita cantik.." ujar Harris tanpa merubah ekspresi takjubnya.
"Iiihh.. Gombal aja.." Keara memberengut. Tapi sebenarnya ia sedang menutupi perasaan groginya. "Gimana mas, Bagus gak? Ini gaun yang kubeli tadi.. Penampilanku gimana? Ada yang kurang? Atau make upku kemenoran?"
Harris menggeleng. Mulutnya masih susah diajak mingkem. "Sempurna." singkatnya. Karena memang tidak ada deskripsi lain yang bisa menggambarkan penampilan istrinya di mata Harris selain kata sempurna.
Keara tersenyum seraya tersipu malu. Pipinya semakin merona alami. Tatapan kagum dengan binar mata penuh cinta dari suaminya berhasil membuat hatinya membuncah bahagia.
"Ayo aku udah siap nih.. Mas Harris nih tadi gak sabaran banget sampe teriak-teriak.. Tapi sekarang malah bengong aja, gak sat-set gitu." gerutu Keara pada suaminya.
"Kita sat-setnya ke kamar aja yuk.." Harris mengerling. Ia dengan cepat melingkarkan sebelah lengannya ke pinggang Keara. Sebelah tangan lagi mencengkram lembut lengan atas Keara. Tak lupa ia membuat wajahnya tak berjarak dengan wajah cantik istrinya. Baru saja Harris hendak menyambangi bibir Keara, tapi Keara sigap mengantisipasi tindakan me*sum suaminya itu. Hampir enam bulan menikah membuat Keara mulai hafal tabiat Harris.
"Jangan merusak make up ku, sayaang.." rengek Keara sebal. "Ayo berangkat sekarang.. Jangan macem-macem deh..."
"Iya.. Iya.." Harris menunduk lesu. Hasratnya mencumbui istrinya harus ia tunda selama beberapa jam. Tapi ia sempatkan mencium pipi istrinya sebelum benar-benar menjalankan mobilnya.
"Let's go, my princess.."
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih