Suami Untuk Keara

Suami Untuk Keara
Belum Beruntung


Keara lebih dulu masuk ke kamar mandi. Membersihkan diri dan berganti baju tidur. Ia sudah sangat lelah dan mengantuk.


Ketika keluar dari kamar mandi, dilihatnya Harris sudah berganti baju. Lebih tepatnya melepas baju. Karena pria itu sekarang sedang bertelan*jang dada dengan celana pendek rumahan berwarna coklat. Duduk di sofa seraya memeriksa email pekerjaannya via ipad dalam genggaman. Lelaki itu sangat serius sampai tidak menyadari Keara yang sudah keluar kamar mandi.


Keara melenggang santai dengan baju tidur satin two pieces. Koleksi baju tidur se*xy nya memang hasil berburu Keara di shopping online. Apalagi alasannya kalau bukan karena sang suami yang hobi mengoyak baju tidurnya setiap kali gai*rah bercintanya meninggi.


"Sayang, aku tidur duluan yaa.. Ngantuk banget..." Keara berjalan menuju ranjang nyamannya melewati Harris.


Namun siapa sangka, meskipun netra lelaki itu tidak beranjak dari ipadnya, tapi tangannya cukup lincah untuk mencekal dan menarik raga istrinya. Membuat Keara jatuh terduduk di pangkuan Harris.


"Mau kemana?"


"T-tidur.." Keara tergagap menjawab pertanyaan sederhana suaminya. Pasalnya, dari tempatnya duduk saat ini ia merasakan dengan jelas sesuatu yang mengeras di balik celana pendek Harris. Jantungnya berdebar kencang terlebih ketika jemari Harris merayapi perut rampingnya.


"Gak sopan banget suami masih di sini sudah nyelonong aja mau tidur.." ujar Harris menegaskan wajah dinginnya. Ia meletakkan ipad di sampingnya.


"Maaf, mas.. Aku beneran udah ngantuk banget."


Harris menggerakkan pinggul istrinya sehingga pan*tat bergesekan dengan miliknya yang sudah mengeras di bawah sana. "Tanggung jawab dulu nih sama adikku.." Harris menyeringai lucu.


"Tapi mas..."


"Sejak dari restoran tadi aku sudah menahannya. Sekarang waktunya kamu harus bertanggung jawab."


"Mas, a.... ehmmmpp.." belum selesai Keara berkata, Harris sudah melahap bibirnya dengan rakus. Tangan besarnya menyelusup mencari kedua bukit kenyal yang sangat ia sukai itu.


Keara membiarkan suaminya melu mat bibirnya dengan gai*rah memanas. Keara pun mulai mengimbangi dengan memberi balasan yang sama. Lama keduanya saling mema*ngut dan menghi*sap lidah. Sambil satu tangan Harris yang tidak bisa diam terus memijat gundukan itu memberi rang*sangan pada sang istri.


"Oouhh.. I love you, sayang.." ucap Harris di sela cumbuannya. Gai*rahnya terasa akan meledak. Ia membalik wanita dalam pangkuannya. Membaringkannya di sofa. Dan menarik atasan baju tidur istrinya hingga terangkat dan polos.


"Aaahh, Sayaanggh.." suara parau Keara seperti cambuk yang memacu lidah Harris lebih memperdalam ia menye*sap puncak gunung istrinya.


"Errgghhh.. Sayang.. So sorry, tapi aku baru saja tau kalau aku lagi datang bulan.." pengakuan yang lolos dari bibir Keara sontak membuat Harris lemas.


"Sayang, kamu ngerjain aku?! Kenapa gak bilang dari tadi?" geram Harris.


Keara tersenyum samar mendengar kemarahan suaminya. "Tadinya emang pengen ngerjain.. Tapi malah aku juga yang keenakan.. Jadi kebablasan deh.."


"Itu artinya bibit premium milikku belum ada yang berhasil membuahkan hasil? Aaarrgghh.." Harris menggaruk rambutnya kasar.


"Hahaa.. Sabar, sayang.. Kita cuma belum beruntung, coba lagi nanti.." hibur Keara dengan senyum menggoda. Ia tau pasti gai*rah suaminya sudah masuk ke level tinggi. Pasti akan membuat kepala suaminya berdenyut semalaman karena tidak dituntaskan.


"Aku gak mau tau sayang.. Kamu harus tetap tanggung jawab pada nasib adikku."


"Hah?? Gi-mana..?"


...----------------...


🌹 Happy reading


🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉


🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih


.


.