
🌹 Rumah Keara
"K, sampai kapan kucing-kucingan terus sama nak Harris?" ibu mendudukkan dirinya di tepi ranjang Keara. Mendekati putrinya yang masih betah membenamkan wajahnya di antara bantal dan guling.
"Sudah dua hari ini Harris datang ke sini dan kamu gak mau ketemu sama dia..."
"Mas Harris kok yang gak mau ketemu sama K..." suara Keara terdengar berdengung karena mengatakannya dengan wajah tertelungkup.
Ibu menepuk b*kongg putrinya dengan gemas. "Ihh.. Kalau Harris yang gak mau ketemu, dia gak akan datang kesini... Buktinya tadi dia nyariin kamu ke rumah kan.."
"Itu karena masalahnya udah kelar aja.. makanya mau ketemu. Coba kalau belum kelar, dijamin ga bakalan dia nyariin K.." gumam Keara tanpa mengubah posisinya. Tidak peduli ibu bisa dengar ucapannya atau tidak.
Sejak konferensi pers tiga hari yang lalu, berita tentang Harris pun mulai membaik. Penyebar berita bohong itu sudah ditangkap. Yang lebih mengejutkan publik, dalang dari masalah yang menimpa Harris adalah Hanna Rosaline. Artis muda yang sedang naik daun. Masalah ini sudah pasti berimbas pada karir keartisannya yang merosot tajam, karena harus menjalani serangkaian proses hukum yang menjeratnya.
Berbanding terbalik dengan situasi Harris saat ini. Dukungan untuknya masih terus mengalir. Akun-akun yang menamai dirinya sebagai fanbase Harris Risjad banyak muncul di sosial media. Semua membicarakan ketampanan Harris. Kekayaan, kesuksesan, kebaikan hati, dan semua hal alay lainnya. Entah kemana perginya jari-jari jahat yang kemarin berlomba menghujatnya.
Bahkan ada predikat baru yang disematkan netizen pada Harris. Perfect Husband. Hihh alay.. pekik Keara dalam hati. 'Wooy.. He's mine!!'
Jangan lupakan popularitas e-commerce BukaToko yang meroket seiring pemulihan nama baik Harris Risjad. Bahkan hari ini e-commerce BukaToko menempati peringkat pertama e-commerce yang paling banyak dari segi transaksi jual beli. Saham perusahaan Harris juga berada di level sangat menguntungkan.
"Kamu itu pura-pura gak tau atau gimana? Harris kemarin-kemarin nahan ga datangi kamu karena dia masih diikuti wartawan kemana-mana.. Kalau dia datang kesini, bisa-bisa wartawan nemuin rumah ini. Dan mereka jadi melirik bakat terpendam ibu.. Ntar ujung-ujungnya maksa ibu buat syuting bareng sinetron bareng mas Al Al itu loh..."
"Halaah.. Ibuk mah ngadi-ngadi.."
Keara paham ucapan ibu ada benarnya. Bahkan sangat benar. Mau tutup mata dan telinga seperti apapun, Keara juga tau kalau mas Harris tidak bisa keluar rumah sebelum konferensi pers itu terjadi. Termasuk Harris juga tidak bisa mengejarnya yang lari dari rumahnya hari itu..
"Dengarkan dulu penjelasan nak Harris. Pahami dia.." tutur ibu lembut. Sejauh ini, ibu tidak pernah mencampuri urusan Keara dan Harris. Dia membiarkan saja Keara meluapkan dulu emosinya. Tanpa gangguan darinya. Dengan harapan, ketika Harris datang mencarinya, emosi dalam hati Keara sudah habis terkuras.
"Tapi mas Harris gitu sih..." Keara masih dalam mode merajuk manja. Entahlah.. Dia juga merindukan lelaki itu sebenarnya. Tapi sakit hatinya masih menguasai.
"Kamu sendiri yang cerita, Harris terbiasa hidup sendiri sejak usia sebelas tahun. Itu artinya sudah hampir dua puluh tahun dia selalu menghadapi semua masalahnya sendirian. Kamu baru muncul di hidupnya selama beberapa bulan ke belakang. Sudah tentu kebiasaan Harris tidak bisa langsung berubah sesuai keinginan kamu. Butuh proses pembiasaan lagi K.."
Keara diam tidak bereaksi. Dalam hati ia memproses ucapan ibunya dan diam-diam membenarkannya.
"Kalau mau dihitung dan harus diseimbangkan, butuh waktu dua puluh tahun untuk Harris agar dia terbiasa membagi masalahnya denganmu."
"DUA PULUH TAHUN??" Keara terperanjat. Tubuhnya spontan berbalik dan duduk bersila di depan ibunya. Lantas berucap dengan netra yang membulat sempurna. "Lama banget?? Keburu tua akunya Buk..."
"Sama saja dengan nak Harris. Sudah dua puluh tahun dia terbiasa hidup sendiri. Dia sudah membentuk hati dan mentalnya sedemikian rupa. Menjadi sekeras baja. Agar kuat menghadapi sendiri semua masalah yang datang."
"Sedangkan kamu baru datang di tiga bulan terakhir ini, tapi sudah menuntut perubahan Harris. Ingin hati dan jiwa lelakinya melunak." ibu mengusap dengan lembut rambut putri tercintanya.
"Bukannya ibu mau bilang mustahil Harris bisa berubah. Tapi butuh waktu yang tidak singkat untuk mengubah watak seseorang, K... Kalau kamu memang tidak sabar, dan tidak mau mendampingi Harris dalam berproses menjadi yang lebih baik, kamu boleh membatalkan pernikahanmu.."
Netra gadis itu membulat. Dengan mulut terbuka siap meluncurkan protes keras. Tapi ibu lebih cepat menyela.
"Biarkan Harris menemukan seseorang yang lain. Yang lebih sabar dalam mendampinginya melewati setiap masalah yang datang. Sabar menemani Nak Harris berproses menjadi lelaki dan suami yang baik dan bertanggung jawab. Tidak peduli berapa puluh tahun waktu yang dibutuhkan untuk proses itu. Tapi semoga Harris lekas menemukan wanita sabar itu. Mungkin memang kalian tidak berjodoh.."
"Ibuk ih.. Kok doainnya gitu sih...?"
"Lah.. Kan kamu sendiri yang nolak ketemu Harris.. Kamu juga yang batalin pernikahan secara sepihak. Ibu kan ngomong gini buat jaga-jaga aja.. Kali aja besok Harris udah capek datang nyariin kamu kesini.."
Keara memberengut.
"Pikirkan dulu matang-matang sebelum berucap. Ibu tidak membela siapa-siapa.. Hanya memberi gambaran nyata buat kamu.. Kalau lelaki yang baik dan mencintai wanitanya dengan tulus itu, pasti merasa tidak ingin wanitanya ikut terbebani dengan masalahnya. Dia ingin menjamin kebahagiaan wanitanya. Bukan bermaksud membuang atau menyingkirkan.. Tapi ingin melindungi..."
'Mungkin begitulah rencana mas Harris. Dia menyuruhku pergi ke Korea dan kembali hari sabtu. Karena konferensi pers itu dilakukan di hari kamis. Hari Jumat, semua pemberitaan tentang mas Harris sudah berbalik arah jadi berita baik tentang seorang Harris Risjad. Netizen yang semula menghujat, kini sudah beralih jadi meng-elu-elu kan Mas Harris. Mereka saat ini malah ganti menghujat Hanna Rosaline. Artis papan atas yang lagi seluncuran ke semak belukar di bawah jurang. Maka ketika aku pulang di hari sabtu, semua masalah itu sudah habis. Hanya menyisakan orang-orang yang mengaku sebagai fans berat Harris Risjad. Apa itu wujud perlindungannya terhadapku?' batin Keara dalam hati.
Ibu beranjak dari duduknya. lantas meninggalkan Keara yang merenungi ucapannya seorang diri. Gadis itu diam. Tidak membantah. Juga tidak mengiyakan. Tapi seorang ibu tau betul kedalaman isi hati putrinya.
Gadis kecilnya yang sedang dalam proses pendewasaan diri itu, sedang memantapkan hati untuk kembali pada lelaki yang sudah meminangnya..
...----------------...
...----------------...
🌹 Happy reading
🌹 jadikan favorit kamu yaa.. biar update teruus kalau ada chapter baru 😉
🌹 klik like, komen, beri hadiah dan vote ... terima kasiih